Posted by: blackcloudies | January 18, 2015

[Fanfict/Oneshot] APRON

141028-leeteuk

APRON

By. Blackcloudies

Suara dentingan dari benda berbahan alumunium terdengar nyaring sesekali. Membuat si pria manis yang tadinya sedang tertidur pulas terganggu—kemudian terbangun perlahan. Kedua garis matanya yang tadinya tertutup kini sudah terbuka penuh, walau agak sayu tapi si pemilik mata memaksakan dirinya agar lebih terjaga.

Jungsoo—pria tadi mencoba menegakkan tubuhnya dan duduk ditengah ranjang yang tertutupi seluruhnya dengan kain berwarna putih. Rambut cokelat gelapnya berantakan, ia tersenyum tipis.

Suara dentingan tadi terdengar lagi, seperti disebuah medan perang. Gesekan antara pisau dengan talenan bak seperti dua pedang yang sedang beradu. Jeda beberapa detik, suara yang lain terdengar berbeda. Suara buliran air yang sekilas terdengar seperti rintikan hujan.

.

Jemari kanannya merekat menggenggami gagang pisau berwarna hitam, sedangkan yang kiri menahan sepotong daging segar dari ikan tuna yang beberapa jam lalu ia beli. Perlahan beberapa irisan sudah tertata rapi diatas sebuah piring sebelum semua irisan itu akan dituangkan semuanya kedalam sebuah frying pan. Pria si pemilik kedua tangan yang cekatan itu mengelap keringat yang terjatuh dipelipisnya, kemudian dengan hati-hati menuangakan semua irisan tuna tadi kedalam frying pan yang sudah tertuang olive oil.

Tuna bolognese.

Hari ini Siwon—si pria tadi memutuskan membuat menu tuna bolognese untuk menu pagi mereka, ia dan Jungsoo. Biasanya keduanya selalu melewatkan sarapan pagi yang seharusnya bisa menjadi awal indah untuk bercengkrama bersama, tapi karena kesibukan masing-masing—mereka selalu tak memiliki waktu sesederhana itu.

Namun hari ini berbeda, keduanya tetap berada didalam flat sederhana mereka dan akan terus berada disana—mungkin saja hingga sepanjang hari.

Tak ada hari yang spesial sebenarnya, tapi hasrat Siwon yang menginginkan satu hari ini menjadi hari untuk mereka berdua.

“Selamat pagi.” Sapa si pemilik suara lembut yang sudah beberapa detik menyenderkan lengan atasnya di pintu lemari pendingin. Sepertinya sudah lumayan lama Siwon di intai oleh sepasang mata malaikat itu.

“Pagi sayang, kemarilah.” Balas Siwon walau tak menghentikan kesibukannya.

Jungsoo berjalan pelan mendekati meja dapur yang agak berantakan karena ulah Siwon yang sedang menjadi chef dadakan. Jungsoo memutari meja panjang tersebut dengan pandangan tak lepas memperhatikan satu persatu apa saja yang berada diatas meja. Tepat berada dipinggir Siwon, ia menghentikan langkahnya.

“Sepertinya kau sibuk sedari tadi. Perlukah aku membantu?”

Siwon menggeleng,”Bantu dengan mulutmu.” Jawab Siwon, tertawa kecil sekali.

Jungsoo mengerucutkan bibirnya,”Bantu dengan mulutku? Maksudnya kau minta dicium apa?”

Siwon tertawa kecil lagi,”Sayang, aku minta bantuan dengan mulutmu bukan bibirmu.” Jawabnya.

Irisan-irisan daging tuna telah mengering dari minyak. Siwon meletakan beberapa daging tadi keatas sebuah piring yang sudah berisikan spaghetti yang berlumuran saus lezat.

“Cicipi dengan penuh rasa cinta.” Pinta Siwon sembari menyerahkan piring tadi.

“Yes chef! Tentu saja.” Jawab Jungsoo menggebu.

.

.

.

Mulut Jungsoo menggembung terisi penuh oleh spaghetti yang sedang ia nikmati,”Ya Tuhan ini lezat sekali.” Katanya memuji hidangan buatan Siwon tersebut. Garpu di tangan kanannya tak henti menggulung mie Italia itu, terkadang garpunya juga ia biarkan menancap daging tuna yang terlihat sungguh menggoda.

Beberapa kali Siwon terpaksa mengelapi saus yang keluar dari sudut bibir kekasihnya,”Makan yang benar nanti kau bisa tersedak.” Ujarnya lalu memaksakan segelas air bening untuk diberikan Jungsoo, dan Siwon menarik kembali piringnya. Kini bergantian, Siwon-lah yang sedang menikmati hidangan miliknya sedangkan Jungsoo menenggak habis air segar tadi.

“Ajari aku memasak seperti itu, ya.”

“Masak sendiri. Aku pun belajar secara otodidak.” Jawab Siwon setelah menelan sesuap hidangan tadi.

Jungsoo menunjukan wajah kekecewaannya,”Tapi aku tidak suka masak. Kau kan’ tahu itu.” ujarnya terdengar memanja. Membuat Siwon tertarik untuk tak menghiraukannya.

“Itulah kekuranganmu yang aku suka,” Siwon melepaskan jemarinya yang menempel pada garpu lalu membiarkan jemarinya beralih pada rambut coklat muda Jungsoo. Warna yang begitu indah apalagi saat cahaya sinar matahari dari sela jendela meneranginya. Membuat Siwon tak tahan untuk tak membelainya,”…Jangan pernah memaksakan sesuatu yang kau tidak sukai, walau itu semata-mata untuk orang yang kau cintai. Karena apapun yang namanya cinta, harus dilandasi dengan tanpa syarat.” Tambahnya. Jemari yang membelai rambut hingga pelipis Jungsoo kini menggenggam erat telapak tangan sang kekasih,”Aku tidak mau tangan ini akan terluka, karena dapur bukan tempat yang bersahabat jika kau menggunakkannya.”

Jungsoo turun dari bangkunya, kedua tangan mereka masih beratautan satu sama lain. Ia tersenyum manis seperti biasa—sebuah senyuman yang sebenarya hanya bisa dilihat Siwon.

Ia mengangguk,”Iya, aku tidak akan memasak.” Lirihnya diakhiri sebuah ciuman mesra dibibir mereka. Dua kali. Setelahnya, Jungsoo mendekapkan kepalanya di bahu kanan Siwon yang masih dalam posisi duduk. Jungsoo melingkarkan kedua lengannya ditubuh Siwon, sekuatnya tak ingin melepaskannya.

“Tapi aku akan menjadi apron. Sebuah apron dihidupmu. Yang bisa menemanimu berperang didapur yang tak bersahabat. Yang bisa menyeka keringat kelelahanmu…” Jungsoo menyela sesaat untuk mengehela nafasnya.”…Aku seperti apron dimana kau bisa menaruh resep rahasia di saku apron. Kau juga bisa membagi segala masalah hidupmu kepadaku Siwonie, jangan pernah kau rahasia kan sendiri.” Jungsoo semakin mendekapkan dirinya pada tubuh Siwon.

“I love you sayang.” Kali ini Siwon yang membuka suara kecilnya,”Tanpa apron, Chef maupun koki tak akan bisa bekerja didapur mereka. Aku percaya kau seperti apron, karena tanpamu Jungsoo, aku tidak akan bisa melanjutkan hidupku.”

FIN.

 

Title                 : APRON

Casts               : Siwon and Jungsoo /Wonteuk/Siteuk

Genre              : Romance

Rated              : T

Length             : Oneshot

Words             : 820

Language        : Bahasa

Date                : 02012015

.

.

Advertisements

Responses

  1. I likd this chingu.. Aku mau wonteuk ff slight kangteuk..

  2. Kyaaaaa.. Ini kerennnnnn..
    Manis banget. Saya suka, saya suka.. Hihi

    Buat ff yang lain dong Author-nim, saya wonteuk shiper yang selalu kekurangan moment mereka..

    Dan terima kasih untuk ff nya, saya tunggu ff wonteuk lain nya.. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: