Posted by: blackcloudies | October 12, 2014

[Fanfict/Chaptered] THAT DAY — Part 3 : White Coat

v 10

THAT DAY

by

Blackcloudies

Pairings : Wonteuk/break, Wonkyu.

Genre : Romance/Boyslove

Rating : Teen

Length : Drabble/Ficlets

Language : Bahasa

Disclaimer : The casts are belong to God and their selves. “That Day” © Blackcloudies.

Warning : [!] This is boys-love content. [!!] Crack Couples [!!!] Unbetaed and typo [!!!!] don’t like please don’t read. [!!!!!] No plagiarism or copy-paste without my permission.

♣♣♣

Ketika kau berdiri dengan penampilanmu yang paling sempurna. Menatap jauh pada luar pintu gereja yang terbuka lebar-lebar—menunggu pengantinmu datang bersama pengiringnya.

 

Ketika semua pasang mata menatap dirimu dan dirinya, berdiri berdua di depan altar gereja—bersaksi dan bersumpah untuk hidup dan mati bersama, membangun sebuah keluarga.

 

Ketika, hari itu akan tiba. Hari itu, pernikahanmu.

 

 

Third Chapter ♣ White Coat

Seorang pria berlari kecil menuju ke sebuah kedai kopi kecil, tempat janjiannya dengan seorang pria yang lain. Sebelum benar-benar memasukinya, Kyuhyun—pria tadi, mencoba mengintip kedalam kedai-nya terlebih dulu. Senyuman yang menggigit bibirnya sendiri terhias saat kedua bola matanya tepat berporos memperhatikan ‘teman’ yang sudah memintanya datang itu. Kyuhyun pun segera memasuki kedai kopi bernama Mouse and Rabbit itu.

“Kau sudah sangat lama ya, Choi Siwon?” tanya Kyuhyun sesaat setelah dirinya sampai mendekai Siwon—pria yang memintanya untuk bertemuan. Ia duduk tak jauh dari pintu masuk, juga mengambil tempat dekat dengan jendela—dimana Kyuhyun dengan cepat bisa mengenali sosok Siwon.

Siwon menaikan alisnya,”Oh kau sudah datang? Aku tidak sadar.” Jawabnya dengan sedikit terkejut. Kyuhyun sudah mengambil posisi duduk berseberangan dengan Siwon. suasana kedai kopi pagi itu masih sepi. Terlihat hanya tujuh pelanggan saja, Siwon dengan Kyuhyun, tiga orang yang sedang mengobrol bersama dan sepasang kekasih yang baru saja memasuki kedai. Kesibukan juga tak terlihat dialami para pelayan, hanya seorang kasir yang tetap berada ditempatnya dan seorang waiter yang kini sedang berjalan menuju tempat Siwon dan Kyuhyun berada. Waiter itu menaruh dua cangkir kopi ke atas meja tempat Siwon dan Kyuhyun berdiam. Kopi yang masih hangat, terlihat dari kepulan uap diatasnya.

“Kau suka mocachino kan?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk dengan pandangan mata menatap kopi—yang kelihatannya sangat enak itu,”Aku suka apa saja, yang penting bisa di minum.” Jawabnya memberikan Siwon sedikit kesempatan untuk terkekeh.

“Iya benar. Yang penting bisa diminum. Termasuk air hujan?” canda Siwon.

“Bu—kan, bukan seperti itu juga.” Balas Kyuhyun mengerucutkan bibir merah mudanya.

Setelah menaruh dua cangkir kopi hangat dan dua potong roti roll chesse—yang sebelumnya di pesan Siwon, Waiter tadi meninggalkan keduanya, memberikan kesempatan Siwon dan Kyuhyun kembali berbincang untuk tujuan yang telah mereka sepakati sebelumnya.

“Jadi, bagaimana dengan keputusanmu sekarang?” tanya Siwon memulai obrolan.

“Aku akan mengambilnya. Beasiswa kuliah di luar negeri itu!”

Mendengar jawaban Kyuhyun, jantung Siwon seakan terhenti beberapa detik. Seperti sebuah jam yang jarumnya tak beroperasi atau seperti cahaya lampu yang padam sebentar.”Benarkah?” tanyanya lagi dengan singkat, tak sesemangat saat mereka berdua bertemu tadi.

Kyuhyun mengangguk memberikan kepastian,”Karena aku harus bebas…”

Kyuhyun menyeruput kopi hangatnya sekali, kemudian melanjutkan lagi kalimat yang sebelumnya terputus,”…Aku tidak ingin terikat lagi. Aku memang merasa nyaman tinggal disini, bersama keluargaku. Tapi aku mendapatkan sebuah kesempatan untuk bebas, untuk mandiri. Aku tidak tahu dengan apa yang nanti akan terjadi tapi aku hasratku untuk bebas lebih besar pada keputusan ini.” Ujar Kyuhyun dengan hati menggebu.

Siwon sebagai pendengar yang baik hanya bisa menunjukan dukungannya. Walau tak bisa dipungkiri, keputusan Kyuhyun yang baru saja di utarakan tadi telah mampu membuatnya kecewa. Kurang dari sebulan mereka berkenalan—berteman, tapi rasanya sudah seperti setahun atau bahkan lebih. Usia mereka terpaut cukup jauh, enam tahun, tapi rasanya mereka seperti sebaya. Dan intinya, Siwon nyaman ketika mereka sedang bersama—membicarakan apa saja.

Kurang dari sebulan, dan mereka akan terpisah begitu saja?

Kurang dari sebulan…membuat Siwon teringat akan sesuatu acara yang sangat penting di kehidupannya.”Lalu kapan kau akan pergi?” tanyanya tiba-tiba.

“Minggu depan.” Jawab Kyuhyun tenang. Berbeda dengan gejolak batin Siwon yang kini seakan menyerangnya.

“…Kemarin semua persiapan sudah kubereskan. Tinggal mengepakkan barang-barang yang akan ku bawa saja.” kata Kyuhyun melengkapi jawaban sebelumnya. Jemari kanannya memainkan sendok kecil yang tenggelam sebagian didalam cangkir.

“Minggu depan pernikahanku…”

Kyuhyun melepaskan sendok kecil yang tadinya ia mainkan—membuat bunyi dentingan antara sendok dan cangkir terdengar nyaring disuasana kesunyian itu.

Mengapa pernyataan Siwon membuatnya menjadi gelisah,”Benarkah?” tanya Kyuhyun dengan suara hampir tak bisa didengar.

Sunyi diantara keduanya seperti tuts piano yang tak dimainkan, tak ada suara.

Kedua cangkir itu masih diatas meja. Yang satu masih terlihat utuh, yang satunya sudah hampir habis. Kedua-nya telah mendingin, seperti suasana sekarang. Siwon dan Kyuhyun seakan mengunci rapat mulut mereka. Hanya tatapan dua pasang mata yang saling memandang tanpa alasan. Hingga akhirya sepasang mata seseorang melirik kearah jam tangan yang sedang dikenakan,”Ah, sudah jam delapan. Aku harus ke sekolah untuk mengambil beberapa data yang akan kubawa…minggu depan.” Kata Kyuhyun nada lambat.

Siwon tak merespon apapun, ia hanya terus memperhatikan Kyuhyun yang lambat laun meninggalkan dirinya sendirian—didalam kedai kopi.

.

.

.

Siwon terkejut kembali. Bukan karena Kyuhyun, tapi kali ini karena Jungsoo—calon istrinya.

Tanpa kabar sebelumnya, Jungsoo sudah berada dikediaman Siwon yang kini terlihat sibuk menjelang hari pemberkatan pernikahan. Jungsoo terlihat sibuk mengatur persiapan yang ada. Wajahnya begitu serius sampai terlihat ada garis senyum saat menyadari kehadiran Siwon yang baru saja pulang. Senyuman indah yang dulu Siwon elu-elukan hadir kembali setelah sekian lama bayangan itu seperti hilang tanpa jejak.

“Halo sayang.” Sapanya dengan berjalan pelan mendekati Siwon. Bercumbu mesra sebentar, Jungsoo menciumi bibir kekasihnya sebelum ia menarik paksa Siwon-nya itu kesebuah ruangan.

“Pakaian pengantinnya sudah selesai.” Kata Jungsoo senang. Ia mengajak Siwon mendekati sebuah patung manekin yang berada diruangan itu. Kemudian perlahan Jungsoo membuka jas putih bersih yang menghias dipatung tadi. Jungsoo mencocokan sebentar jas itu sebelum akhirnya ia meminta Siwon untuk memakainya.

“Sayang, kau sangat tampan! Super handsome.” Puji Jungsoo yang merasa puas melihat jas buatan tangan designer paling terkenal dinegara-nya.

Apa yang sedang Siwon rasakan sepertinya tak bisa digambarkan. Bahkan untuk membalas senyuman untuk Jungsoo, Siwon harus bersusah payah menggerakan otot wajahnya. Walau senyuman palsu pun, Siwon sulit untuk merubah raut wajah kakunya.

Kyuhyun.

Hanya sosok pria itu yang kini seakan mengisi setiap ruang diotaknya, di fikirannya. Seorang ‘teman’ yang baru dikenalnya hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Namun mampu menggeser tiap jengkal kenangan Jungsoo yang telah Siwon kenal sejak bertahun-tahun lamanya.

Siwon melepaskan jas putih indah itu dari tubuhnya. Ia berikan benda mahal nan halus itu kelengan Jungsoo.

“Benarkah kita akan menikah?”

Tatapan kedua mata Jungsoo yang setadinya manis berubah menjadi tajam saat mendengar pertanyaan Siwon barusan,”Maksudmu?”

“Aku rasa…” Siwon mengambil nafas panjang sebelum ia akan mengutarakan isi hatinya—isi hati yang sudah terpendam sejak lama, yang sudah membusuk sejak hari dimana Jungsoo perlahan-lahan tak memperdulikannya. Sejak dimana Siwon menyadari banyak ketidak tulusan dari setiap panggilan ‘sayang’ dari Jungsoo, atau sejak dimana Siwon memahami kepalsuan cinta Jungsoo sebenarnya sudah tak ada lagi.

“…Aku tidak ingin terikat lagi. Aku memang merasa nyaman denganmu selama ini. Tapi kurasa hubungan kita tak bisa dipertahankan lagi. Kita tidak bisa berpura-pura lagi di masa depan nanti.”

“Kau tidak mencintaiku lagi?”

“Aku mencintaimu Jungsoo. Tapi tak seperti dulu.”

Buliran air mata Jungsoo mengumpul tertampung untuk siap jatuh membasahi wajahnya.

“Aku tak bisa melanjutkan hidup dengan mencintamu saja tanpa kau mencintaiku. Aku tidak bisa jika kita berbohong didepan Tuhan saat pemberkatan nanti…”

Dan air mata Jungsoo jatuh juga. Mengalir hingga mendarat pada halusnya jas putih yang digenggam Jungsoo.”Maafkan aku Siwon. Tapi aku akan berusaha mencintaimu lagi, aku akan mencintaimu lagi.” Katanya dengan suara isakan yang perih.

“Tapi aku yang tidak bisa melakukan itu, Jungsoo. Aku yang akan susah untuk mencintaimu lagi.”

Jungsoo tertahan untuk marah pada Siwon-nya. Ia tahu kalau semua ini kesalahannya. Jungsoo sangat sadar betapa Siwon bersusah payah menahan diri untuk tetap terus bersamanya hingga hari-hari menjelang pernikahan mereka. Tapi sebuah tangisan tak bisa Jungsoo tahan. Hatinya begitu remuk seperti pecahan batu yang hancur menjadi kerikil-kerikil kecil dan tajam.

Jungsoo menangis deras, menutupi suara tangisnya didalam dekapan jas putih. Jas yang seharunya akan Siwon kenakan di hari pernikahan nanti.

.

.

.

‘Aku mendapatkan sebuah kesempatan untuk bebas, untuk mandiri. Aku tidak tahu dengan apa yang nanti akan terjadi tapi aku hasratku untuk bebas lebih besar pada keputusan ini.’

♣♣♣ To be continued

2014-10-12

Advertisements

Responses

  1. Aaaahhhh… TBC lagiiii…
    lanjuut yaaaa…. :^))
    apa Kyu nanti jadi pergi ke luar negeri buat ambil beasiswanya???
    truuuss.. Siwon nya gimana??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: