Posted by: blackcloudies | October 11, 2014

[Fanfict/Chaptered] THAT DAY — Part 2 : Shoes

u30e

THAT DAY

by

Blackcloudies

Pairings : Wonteuk/break, Wonkyu.

Genre : Romance/Boyslove

Rating : Teen

Length : Drabble/Ficlets

Language : Bahasa

Disclaimer : The casts are belong to God and their selves. “That Day” © Blackcloudies.

Warning : [!] This is boys-love content. [!!] Crack Couples [!!!] Unbetaed and typo [!!!!] don’t like please don’t read. [!!!!!] No plagiarism or copy-paste without my permission.

♣♣♣

Ketika kau berdiri dengan penampilanmu yang paling sempurna. Menatap jauh pada luar pintu gereja yang terbuka lebar-lebar—menunggu pengantinmu datang bersama pengiringnya.

 

Ketika semua pasang mata menatap dirimu dan dirinya, berdiri berdua di depan altar gereja—bersaksi dan bersumpah untuk hidup dan mati bersama, membangun sebuah keluarga.

 

Ketika, hari itu akan tiba. Hari itu, pernikahanmu.

Second Chapter ♣ Shoes

Pilihan Siwon jatuh kepada sepasang sepatu berwarna putih yang terhias dengan cantiknya diatas sebuah meja kaca. Sepasang sepatu yang akan ia pakai dihari pernikahannya bulan depan.

Putih. Bukan tanpa alasan ia memilih sepasang sepatu berwarna putih, tapi Siwon tahu kalau putih adalah warna favorit sang kekasih—Jungsoo.

“Kenapa Jungsoo-oppa tak ikut bersamamu?” tanya seorang gadis mungil yang kini tengah membungkus rapi sepasang sepatu tersebut kedalam sebuah box karton. Sebelum menjawab, Siwon mengangkat kedua bahunya.”Mungkin dia sibuk.” Jawabnya pelan.

Sepatu itu sudah berada rapi didalam sebuah box yang kini telah dimasukan kedalam sebuah goodie bag.”Pernikahan kalian sudah hampir dekat. Kuharap ia tak terlalu sibuk lagi oppa…” katanya seraya memindahkan tali goodie bag itu kedalam genggaman Siwon.

“Hm…ya…ku harap juga begitu.” Kata Siwon mencoba semangat.

“Oppa…apa kau ragu sekarang?” gadis itu mencoba lagi untuk mengobrol serius pada Siwon, tapi sepertinya sang objek sedang tak ingin membahas kembali pembicaraan yang pernah mereka bicarakan tempo lalu.

“Hanryu, Oppa harus segera ke kantor…” kata Siwon pada Hanryu—gadis mungil yang tujuh tahun lebih muda darinya tersebut.”Nanti malam kau akan ku jemput.” Tambah Siwon lagi.

“Tidak usah Oppa. Banyak pesanan sepatu yang harus ku desain, mungkin aku akan menginap di butik malam ini.” Jawab Hanryu yang dianggukan Siwon dengan paham.”Oke. jaga dirimu.” Balas Siwon sebelum dirinya bergegas menaiki mobil Audi hitam yang terparkir di depan butik sederhana milik Hanryu—adik perempuan satu-satunya tersebut.

Siwon mengendarai mobilnya dengan pelan karena terlalu banyak fikiran yang dirasa tak membuatnya fokus untuk menyetir pagi ini. Memang benar apa yang ditanyakan Hanryu tadi, benak Siwon memang sedang diganggui oleh keraguan. Ragu yang justru selalu menyelimuti hari-hari menjelang pesta pernikahannya.

Sekali lagi Siwon mencoba mengingat tentang kebersamaannya dengan Jungsoo selama ini, dan sekali lagi kenangan itu selalu diakhiri rasa kecewaan yang selalu ia coba tutupi tatkala pertemuan terjadi diantara mereka.

Hanya satu pertanyaanya,

Mengapa Jungsoo kini terlihat seperti orang asing dikehidupan Siwon yang sekaranng?

Tatapan kosong Siwon kini terisi oleh sosok seorang pemuda yang tengah duduk dipinggir jalan. Pemuda yang terlihat malas yang tengah menatap kesal pada selembar kertas ditangannya. Ah, Siwon kenal dengan pemuda itu—pemuda yang tempo lalu hampir mati tertabrak mobilnya. Kalau tak salah namanya.

“Kau Cho Kiyu…” tanya Siwon setelah ia memutuskan untuk memarkir mobilnya dekat pemuda yang sedang duduk tadi, dan kini Siwon sudah berdiri tepat didepan pemuda tadi.

“Cho Kyuhyun iminida!” jawab pemuda itu senang. Bahkan ia berdiri dari duduknya dan menatap takjub Siwon yang sama sekali tak ia lupakan.

“Ah, iya Cho Kyuhyun…”

“Kita bertemu lagi Choi Siwon!” Kyuhyun terlihat begitu bersemangat sampai-sampai ia memotong kalimat Siwon yang sebenarnya ingin bertanya satu hal.

“Yeahh! Eh, Kenapa kau ada disini?” akhirnya Siwon bertanya padanya dengan kedua iris mata menyelidiki,”Kau bolos sekolah?” duga Siwon setelah ia menyadari Kyuhyun masih mengenakan seragam sekolahnya.

Kyuhyun langsung menundukan kepalanya, wajah yang tadinya bersemangat berubah menjadi lesu.”Shh aku tidak bolos!” jawabnya dengan kepala sedikit tertunduk dan telapak kanan yang tengah memijat leher belakangnya sendiri.

“Lalu?…apa kau…ah…kau!! apa kau masih terluka karna hampir tertabrak olehku kemarin?!” tanya Siwon dengan raut cemasnya. Kyuhyun hanya menggeleng dan lagi dengan tak bersemangat,”Aku tidak apa-apa karena kejadian kemarin. Aku hanya sedang…” Kyuhyun menatap lurus kedalam tatapan Siwon. Ragu. Apa harus ia mengatakan masalahnya kepada orang yang baru dikenalnya tersebut.

“Katakan saja, mungkin aku bisa membantu.” Kalimat tawaran Siwon yang entah mengapa membuat Kyuhyun merasa nyaman untuk mempercayainya.

“Ini…” Kyuhyun mempersilahkan Siwon untuk melihat sebuah kertas yang sedari tadi melekat ditangan kirinya.”Aku sedang ragu dengan keputusanku. Menurutmu apa harus kuteruskan?” tambahnya pada Siwon yang sedang fokus membaca tiap tulisan didalam lembaran kertas tersebut.

.

.

.

Kini mobil mewah milik Siwon sedang terparkir dipinggir jalan dekat sebuah laut dengan pantainya yang putih bersih. Hanya sebuah trotoar kecil yang membatasi jalan dengan pantai tersebut. Dan mobil mewah itu terparkir dengan kosong karena sang pemilik tak berada didalamnya.

Di kejauhan, ditengah pantai yang hampir menjorok mengenai air laut, Siwon dan Kyuhyun sedang duduk bersantai disana. Tatapan mereka jatuh kepada luasnya hamparan air laut yang terbias biru, terkadang mereka juga memperhatikan aliran gerumulan ombak yang membentuk gelombang dan pada akhirnya jatuh menerpa pasir-pasir yang basah. Tapi menariknya, sesekali sepasang mata yang satu saling membalas tatapan sepasang mata yang lain. Dan pada akhirnya mereka tertawa tanpa alasan.

“Kalau aku. Pasti akan senang karena mendapat beasiswa untuk berkuliah di luar negeri. Kenapa harus ditolak?” Siwon kembali meneruskan obrolan yang sebelumnya sudah diceritakan secara luwes oleh Kyuhyun. Dan tetap Kyuhyun menggeleng untuk menolaknya kembali.”Itulah yang membuatku ragu. Padahal dari awal aku sangat bersemangat untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, tapi sekarang…” Katanya terputus.

“Kenapa keraguan selalu datang ketika mimpi hampir diraih?” tanya Siwon dengan seriusnya, yang bahkan tak Kyuhyun sadari oleh tatapan serius dari pria yang lebih tinggi darinya beberapa centimeter.

Siwon menjatuhkan kembali tatapan mata hening pada luasnya samudra didepannya. Bayangan Jungsoo mampir sekali lagi. Seperti mengaca, Siwon merasa pertanyannya barusan lebih tepat ditujukan untuk dirinya sendiri,’Kenapa keraguan selalu datang ketika mimpi hampir diraih?’

“Apa aku harus meneruskannya atau menyerah? Bingung sekali.” Pertanyaan Kyuhyun yang sedang gundah itu mampu membuat bayangan Jungsoo memudar. Siwon segera menatap kembali pemuda yang berada disampingnya,”Kau…”

“Ya?” Kyuhyun menunggu kalimat Siwon yang belum lengkap tadi.

“Kau…harus membuat keputusanmu sendiri, sebelum semuanya terlambat.” Ujar Siwon pelan, garis senyum terulas dan sesudahnya terdengar pelan hembusan nafas yang melega.

Kyuhyun mengangguk, seolah mengiyakan jawaban barusan,”Iya juga ya. jawabannya harus ada ditanganku sendiri. Jadi kalau nanti keputusan yang kubuat salah, aku bisa mempertanggung jawabkan itu…” jawabnya.

“Benar benar!” timpal Siwon dengan singkat dan setelahnya jeda kesunyian menghampiri mereka. Hanya ada suara-suara ombak dan beberapa kicauan bangau yang terdengar.

Terik matahari seharusnya sudah muncul saat jarum jam menunjukan pukul sebelas. Tapi cuaca hari ini sepertinya tidak akan terlalu panas, karena awan-awan diatas sana menggumpal—memberikan Siwon dan Kyuhyun tempat untuk berteduh. Indah, perpaduan luasnya putih awan dengan hamparan biru laut-nya sunguh indah. Beruntunglah bagi Siwon dan Kyuhyun bisa berada disana.

Kyuhyun menarik kedua kakinya dan dengan cepat membuka simpul tali yang melilit di sepatunya. Kaki putih nan halus itu terlihat bertelanjang. Kyuhyun menaruh sepasang sepatunya di samping tempatnya duduk.

“Mau apa?” tanya Siwon saat melihat Kyuhyun sudah berdiri.

Kyuhyun tersenyum riang, tangan kanannya mengayuh—mengajak Siwon untuk bersamanya,”Ayo Choi Siwon! buka sepatumu dan kita bermain didekat laut!!” ajaknya.

“Heh?” Siwon belum segera menjawab tapi Kyuhyun sudah terlihat asyik berlarian dihamparan pantai yang basah. Tak sadar tanda lesung di kedua pipi Siwon terlukis. Kedua matanya kini hanya terfokus pada pemuda yang sedang bermain sendirian disana. Sesekali dari kejauhan, terlihat Kyuhyun mengajaknya untuk bergabung bersama. Tapi bodoh…Siwon masih hanya tersenyum melihatnya. Sangat bodoh.

.

.

.

Pertemuan Siwon dengan Jungsoo batal hari ini. Padahal ia telah menunggu lama dirumah mewah calon istrinya tersebut, tapi alasan baru datang setelah empat jam Siwon terduduk lama.

“Jungsoo tidak pulang, dia sedang menghadiri pesta kerabatnya.”

Begitu kata Nyonya Park yang meyampaikan alasan mengapa putra semata wayangnya tidak berada dirumah.

Siwon membuka kasar pintu kamarnya saat ia telah kembali ke rumah. Bahkan sapaan nyonya Choi saja tak dihiraukan. Rasanya kesal. Amarah berkecamuk difikirannya. Tubuhnya terasa sangat panas.

Ddrrd drrrd

Ponsel yang berada di saku celana Siwon bergetar. Firasat bahwa panggilan itu dari Jungsoo ketebak sebelumnya. Siwon hanya menatap tulisan nama Jungsoo yang berada dilayar ponselnya tersebut. Perasaan malas menyerbu. Siwon hanya menunggu hingga panggilan itu berakhir.

Butiran pasir putih.

Siwon tak sadar kalau lantai kamarnya tak sebersih sebelumnya. Wajah kecut penuh kesal tergambar lagi. Rasanya ia ingin memarahi sang bibi karena tak membersihkan kamar dengan benar.

Baru ingin keluar dari pintu kamarnya, Siwon kembali memperhatikan butiran pasir tadi. Hanya tawa bodoh ketika Siwon menyadari butiran pasir itu berasal dari dasar sepasang sepatunya. Dan aneh, mengapa bayangan Kyuhyun seakan-akan berada disekitarnya. Kyuhyun seakan berada diatas butiran pasir yang berada dikamar Siwon. sedang tersenyum lebar—segalanya menghapuskan kekesalan Siwon.

“Kyuhyun…”

♣♣♣ To be continued

2014-10-11

 

Advertisements

Responses

  1. Lanjuutttt.. pleaseeee…>.<
    jarang2 kan, couple Wonteuk.. yaaa.. walau aku harus ngomong kalo pasangan ini agak aneh kalo beneran ada "couple" begini. hahahhaa XD
    tp gpp.. ujungnya. Siwon harus sama Kyu neee???
    arra?? :^)
    gomawo ~ ♥♥

    • Iya wonteuk itu rare couple bgt, padahal kalo mau di telisik itu banyak bgt moment wonteuk ❤ apalagi pas teuk udah keluar wamil ;-; mereka sweeeeet menurutku. anyway makasih udah komennya ^^ xixi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: