Posted by: blackcloudies | August 23, 2014

[Fanfic/1shot] Paper Heart

154535_1229859362455_7628763_n

PAPER HEART
By. Blackcloudies

★84893★

Jongwoon mengaca sebentar pada sebuah cermin besar. Cermin yang bersih yang terpajang didekat deretan loker yang berada didalam sekolahnya. Ia memang sangat peduli dengan penampilannya, apalagi hari ini hari yang spesial.

Dalam pantulan cermin itu tersalin dengan jelas raut senyum di wajahnya.”Kau tampan sekali! Iya…iya terima kasih.” Ucapnya pelan sendirian. Dan kemudian menertawai kebodohannya itu dengan nada kecil.

Beberapa murid lain mulai berlalu lalang di koridor yang menghubungkan semua kelas tiga SMA itu. Jongwoon memutuskan segera menuju lokernya untuk mengambil sebuah buku pelajaran yang tertinggal didalam sana. Ah, bukannya buku yang pertama kali ia ambil tapi malah selembar kertas yang tak sengaja terjatuh saat Jongwoon membuka lokernya.

“Apa ini?” tanyanya kebingungan. Mendeskripsikan kertas yang berwarna merah jambu dan berbentuk hati itu, Jongwoon mulai berprasangka kalau kertas itu pasti dari seseorang yang menyukainya. Jongwoon mengulas senyum lagi. Tapi sebentar saja ia merasa senang, pertanyaan lain malah membuatnya kebingungan.”Mana tulisannya yah?” Jemari kanan yang memegang kertas itu sedari tadi langsung bergerak membalikan lembar kertasnya.’…Ah…tulisannya di belakang rupanya, bodoh banget aku ini. Tsk.’ Ucapnya dalam hati dengan senyuman malu karena baru sadar dengan banyak kalimat yang tertulis di belakang kertas hati tersebut.

Jongwoon menyenderkan bahu kirinya diloker yang sudah ditutup kembali. Ia memilih untuk membaca tulisan dikertas hati saat itu juga, dari pada membaca didalam kelas mungkin saja semua teman-temannya akan mengganggu.

“Hm…” ia mulai membaca rangkaian kalimat yang bertuliskan tinta hitam dengan huruf hangul yang tidak terlalu rapi tapi masih bisa dibaca.

Dear Jongwoon-ah,
Ini sudah tahun keempat aku mengenalmu, kita berkenalan. Sudah melewati tiga kali diulang tahunmu, dan ini adalah ulang tahun yang ke empat aku bisa tetap mengirimi kertas hati ini. Jongwoon… selama ulang tahun! Aku berharap bisa terus mencintaimu selalu, seperti dulu sampai sekarang, dan esok sampai selamanya. I loev you. –yours.

Jongwoon terdiam sebentar, deruan bunyi sepatu yang melintasi koridor baginya kalah dengan suara detakan jantungnya sekarang. Hangat pula terasa saat Jongwoon mencoba menempelkan telapak tangan kirinya pada kedua pipi chubbynya tersebut. Jangan-jangan malah kedua pipinya itu sudah merah merona. Fikirnya.

“Aku malah lupa kalau tahun lalu juga dapat kertas hati.” Katanya pelan. Kembali lagi Jongwoon membaca ulang tulisan yang terlukis disana, dan kembali dirinya merasa terpanah dengan kata-kata dari sipengirim misterius itu.

.
.
.

“Eh, kok gak ke kantin?” tanya Donghae kepada Jongwoon yang tengah duduk menyender di kursi kelasnya. Masih belum menyadari kehadiran Donghae yang berada disampingnya, Jongwoon malah menggeleng-geleng seperti orang kebingungan.

“Eh si babo ini.”

“APA?!” dan barulah Jongwoon menyadarkan diri saat ejekan Donghae sebelumnya yang mampu menyinggung hingga ke rusuk jiwa.

“Ih kau ini, kenapa sih selalu menggertak.” Lirih Donghae dengan kedua matanya yang menggaris—kesal.

“Habis kau bilang aku babo. Padahal seluruh umat didunia juga tahu, kau lebih babo dari pada aku!” Jongwoon tak mau mengalah.

“Eh, eh, lagian kau juga sih… melamun seperti orang tak waras. Di tanya nggak dijawab, eh malah bentak.”

“Aku juga gak melamun kok. Cuma berfikir. Melamun dan berfikir itu beda banget.”

“Oh, terus mikirin apa?”

Belum lima detik pertanyaan tadi Donghae ujar, Jongwoon langsung memutar arah kepala-nya kesamping, memperhatikan Donghae yang sedang pensaran itu.’Astaga…kalau Donghae tahu, seisi kelas juga pasti bakal tahu.’ Katanya dalam hati.

Donghae mengernyitkan alisnya,”Apaan sih? Kayaknya ada yang serius banget.” Selidik Donghae.

Jongwoon mengigit-gigit bibirnya pelan, sudut pandang matanya mengarah kesegala penjuru. Ia tengah berfikir kembali,’Tapi siapa tahu Donghae bisa ngebantu.’ Benaknya.

‘…Eh nggak deh, mulutnya kan nggak bisa di jaga… tapi Donghae kadang pinter juga buat ngestalk sesuatu…eh nggak usah deh, aduh geez!! What should I do right now?!’

Selembar kertas berwarna merah jambu, berbentuk hati itu akhirnya berpindah dari tangan Jongwoon ke tangan Donghae. Walau awalnya Donghae ingin tertawa sekeras mungkin, tapi ia ingat akan janji awal saat Jongwoon akan memberikan kertas itu.

.
.
.

“Leeteuk?”

Jongwoon menggeleng pelan,”Nggak. Aku dan Jungsoo memang dekat. Dia juga sangat care, tapi kami hanya sebatas adik dan kakak aja.” Jawabnya saat orang pertama yang Donghae duga ada Park Jungsoo.

Donghae menggaruk-garukan kepala, kedua mata-nya mencermati tulisan yang berada di kertas hati tersebut berulang-ulang,”Heechul dan Hangeng nggak mungkin. Mereka saling memiliki,” ujar Donghae yang dianggukan oleh Jongwoon.

“Atau Youngwoon!! Iya si Kangbear itu bisa jadi kan?! kalian pernah akrab saat lomba singing contest, malah banyak yang menjuluki kalian 2woon!”

Jongwoon sebentar berfikir sampai akhirnya ia menggeleng lagi,”Nggak juga. Tipe Youngwoon nggak ada di aku. Dia kan sukanya sama orang yang punya jiwa kepemimpinan.”

“Shin Donghee?”

“Kalau Shin memang suka sama aku, dia pasti udah blak-blakan bilang.”

“Ah!! Sungmin!”

Jongwoon membuang nafas beratnya,”Kau kan tahu kalau kami tidak terlalu dekat.”

“Justru itu, mungkin karena dia kurang dekat denganmu, makanya dia hanya berani ngasih surat cinta lewat paper heart.” Kata Donghae yang sepertinya membuat Jongwoon berfikir ulang.

“Kalau Hyukjae?…” Jongwoon balik bertanya. Dan kali ini gelengan kepala diberikan oleh Donghae,”Sahabatku yang satu itu sukanya sama pria sexy dan imut. Hehe.”

Beberapa detik jeda diantara mereka, hingga satu nama tercuat secara bersamaan.”Choi Siwon!!” tapi Jongwoon malah mengekpresikan rasa kecewanya dan menjawab,”Tapi tulisan Siwon kan rapi, kalau di paper heart tulisannya seperti tulisan anak kecil.”

Donghae malah tertawa. Padahal bagi Jongwoon, mencari tahu identitas si pengirim rahasia itu adalah sangat penting. Bagaimanapun, Jongwoon bertekad untuk terus mencari si pengirim yang sudah rajinnya selalu memberikan ucapan selamat ulang tahun walau hanya melalui tulisan di sebuah kertas saja.

“Kim…Ryeowook…”

Lidah Jongwoon berhenti bergerak setelah ia tak sengaja mengucapkan nama tadi. Kim Ryeowook, seorang teman lama Jongwoon yang kini terpisah beberapa ruang kelas dari tempat Jongwoon berada.
Respon Donghae hanya terdiam menunggu—menunggu kepastian Jongwoon yang berfikir jika Ryeowook-lah yang memang memberikan paper heart tersebut. Hanya menunggu, karena Donghae tahu kalau Jongwoon lebih mengenal Ryeowook dari pada dirinya. Maklum, Donghae hanyalah seorang sahabat karib Jongwoon dari kelas tingkat akhir SMP, sedangkan ia tahu Jongwoon dan Ryeowook sudah saling mengenal dari kecil.

“Ahhh!!” Jongwoon berteriak frustasi,”…Kalau Ryeowook pasti nulisnya, Dear Jongwoon-hyeong.” Tambahnya.

“Oh iya, kau pernah bilang kalau Ryeowook kan selalu memanggilmu dengan ‘hyeong’.” Donghae ikut bersuara.

Dua puluh menit berakhir dengan tebak-tebakan antara Jongwoon dan Donghae. Hampir semua teman dekat Jongwoon sudah dipaparkan untuk mencari tahu siapa yang kira-kira menaksir Jongwoon dengan memberikan paper heart yang kini menjadi misterius asal usulnya. Ada dua nama lagi yang belum disebut oleh mereka, Kibum dan Kyuhyun. Tapi untuk Kibum, sepakat Jongwoon dan Donghae memastikan bahwa anak muda itu tidak terlibat sama sekali dalam urusan ‘cinta rahasia’-nya Jongwoon. Karena Kibum sedang berada di Amerika selama tiga tahun terakhir.

“Jadi tinggal Kyuhyun ya?” duga Donghae yang di anggukan kepala oleh Jongwoon.

“Tapi apa mungkin? Dia kan sering ngejahilin aku?”

Donghae mengangguk pasti,”Iya sih, tapi…” Donghae sengaja tak melengkapkan kalimatnya agar Jongowoon merasa sangat penasaran.

“Tapi…apa?”

Donghae malah bangkit dari bangkunya. Dengan masih berdiri didekat Jongwoon, Donghae mengatakan beberapa kalimat terakhirnya,”Tapi memangnya kenapa kalau dia suka ngejahilin kamu? Bukan berarti dia benci, malah bisa jadi dia suka sama kamu. Karena kamu gak akan tahu, kalau rasa cinta itu bisa dateng dari mana aja dan dengan alasan apa aja. Kamu gak akan pernah menyangka sama hal yang dinamakan cinta itu, woonie.”

Jongwoon tak mampu bersuara. Rasanya ia ingin meninju sahabat bodohnya itu yang justru bisa membisukan dirinya dari kepintaran yang tersembunyi. Donghae benar juga, fikir Jongwoon. Ia yang akhirnya menyadari kalau cinta bisa datang dari mana saja, dari siapa saja, dan dengan alasan apa saja. bisa jadi nama-nama yang sebelumnya memang menyukai Jongwoon sudah lama. Hanya satu hal yang masih menjadi misterius, Jongwoon harus memastikan satu nama dari nama-nama sebelumnya.

Segerombolan anak dari luar tengah terburu memasuki kedalam kelas. Sepertinya itu menandakan guru telah datang.

“Good day everyone.” Sapanya yang di balas,”Good Day, Sir.” Walau tatapan mereka semua banyak bertanya.

“Karena hari ini Mr. Zhoumi berhalangan, jadi untuk sementara saya yang menggantinya. Deal?”

Seisi kelas hanya bilang.”Ya.” walau hati mereka tidak ikhlas karena guru penggantinya adalah Mr. Henry. Seorang guru foreigner yang memang tidak begitu disukai oleh hampir semua siswa ditempat Jongwoon bersekolah. Hanya satu alasannya, Mr Henry suka menyuruh murid untuk maju untuk menjawab soal dan itu harus menjadi jawaban yang sempurna, karena kalau ada satu kesalahan saja, ia tak segan-segan memberikan hukuman lari memutari lapangan sekolah.

Jongwoon mengeluh dalam hati. Padahal hari ini hari ulang tahunnya, tapi Jongwoon merasa khawatir jikalau dirinya menjadi korban atas penghukuman guru bahasa inggris-nya itu.

Mr. Henry masih berdiri, baginya itu agar lebih mudah menunjuk murid yang akan diberinya pertanyaan.“Apa pembahasan terakhir kita? Lee Sungmin?” tanyanya sembari membuka buku yang ia pegang ditangan kiri.

Dengan santai Sungmin menjawab fasih,” Accepting and Declining Invitation”. Seisi kelas menatapi keberhasilannya, termasuk Jongwoon. Ia ikut menatapinya yang malah membuat rasa penasaran Jongwoon timbul lagi.’Donghae bilang, justru karena kami gak begitu dekat, bisa jadi dia yang mengirimi paper heart itu. hm.’ Benaknya.

“Then, Cho Kyuhyun. Can you give us an example for real invitation?” pertanyaan kedua sudah terlontar. Pusat perhatian semua orang beralih dari Sungmin kini menuju ke Kyuhyun.

“Uhm…” Kyuhyun menyilangkan kedua lengan didadanya,”We are having a little party on satuday night. Would you like to come?” jawabnya dengan tanpa gugup.

Kyuhyun memang salah satu murid cerdas dikelas. Pantas saja dengan mudah menjawab pertanyaan itu tanpa harus berfikir lama. Murid yang cerdas, tapi memiliki sifat brutal. Ia selalu menjahili semua teman-temannya, termasuk Jongwoon—salah seorang korban kejahilinnya.

‘Tapi memangnya kenapa kalau dia suka ngejahilin kamu? Bukan berarti dia benci, malah bisa jadi dia suka sama kamu.’

Dada Jongwoon berdetak kencang sejadinya. Ia teringat kembali kalimat yang dilontarkan Donghae tentang pandangannya pada sosok Kyuhyun. Benar kata Donghae, bisa jadi Kyuhyun memang menyukainya. Dan mungkin karena itu pula, Kyuhyun lebih sering menjahilinya dari pada menjahili kawan-kawan yang lain.

“Lee Donghae.” Suara Mr. Henry membaurkan fikiran Jongwoon tentang Kyuhyun. Kini kedua matanya memperhatikan Donghae yang duduk seberang kanannya.

“…Jika kau menerima undangan dari Kyuhyun, apa yang akan kamu katakan?” tanya Mr. Henry melengkapi.

Donghae gugup dengan hebatnya. Ia tak langsung menjawab karena harus berfikir jawaban apa yang harus ia utarakan. Bagaimanapun ia tak boleh salah.

“Lee Donghae?” Keringat dingin membasahi kening, hingga kedalam tubuh raga Donghae. Apalagi saat Mr. Henry berjalan mendekatinya dengan sebuah spidol ditangan, Donghae serasa semakin gugup.

“Write down on the white board.” Pinta Mr. Henry.

Donghae bermalasan menuju kedepan kelas. Masalahnya bukan karena ia malas menjawab, hanya saja Donghae tak yakin dengan jawabannya. Dengan hati-hati ia menulis jawabannya di papan tulis,’Sounds great! I’d loev to!’ begitu tulisanya. Walau tak begitu rapi, namun masih dapat dibaca.

“You sure?”

Donghae mengangguk dengan senyuman lega,”Yes. Yes. Itu bener kan Mr?” jawabnya yang malah berbalik bertanya.

Seisi kelas tertawa serempak. Jongwoon pun ikut tertawa—menertawai kebodohan sahabatnya itu.

“Itu memang benar, tapi tulisanmu salah Lee Donghae.” Jawab Mr. Henry. Guru muda itu berjalan mendekati papan tulis, sesampainya ia menggarisi sebuah kata yang tadi dituliskan oleh Donghae.

Loev, yang seharusnya,”Love.” Ucap Mr. Henry sambil menuliskan kata yang seharusnya dibawah kata yang salah.

Para murid meneriaki Donghae lagi. Tapi bukannya marah, Donghae malah ikut tertawa. Walau ia tahu hukuman apa yang akan ia dapatkan, Donghae tetap tertawa kesenangan.

“Lari keliling lapangan, sampai kau berkeringat.” Perintah Mr. Henry yang diterima dengan senang hati oleh Donghae. Ia segera keluar kelas dengan iringan tawa dari teman-temannya.

“Love?” lirih Jongwoon yang tiba-tiba menyembunyikan rasa tawanya. Ia terpaku pada tulisan yang berada dipapan tulis. Dengan cepat Jongwoon segera mengambil paper heart yang ia temukan tadi pagi. Berulang kali Jongwoon memperhatikan keduanya, kalimat di paper heart dan dipapan tulis. Dan senyuman tipis mengakhiri rasa penasarannya. Tulisan yang tak rapi dan sebuah kata yang sama, yang salah pula penulisannya, loev.

Tatapan Jongwoon beralih pada pandangan diluar jendela. Memperhatikan sosok Donghae, yang kesepian yang sedang berlari senang memutari lapangan besar itu.

‘Karena kamu gak akan tahu, kalau rasa cinta itu bisa dateng dari mana aja dan dengan alasan apa aja. Kamu gak akan pernah menyangka sama hal yang dinamakan cinta itu,…’

‘Dan aku nggak menyangka kalau paper heart ini dari kamu, Hae. Terima kasih.’ Ucap Jongwoon dalam hati dengan senyuman sempurnanya.

Cast : (Main) Jongwoon/Donghae. Henry, Sungmin, Kyuhyun, Ryeowook, Jungsoo, Heechul, Hangeng, Youngwoon, Donghee, Hyukjae, Siwon, Kibum and Zhoumi.
Genre : Romance
Rating : Teen
Length : Oneshot
Disclaimer : All casts are belong to themselves. This fanfic “Paper Heart” ©Blackcloudies. 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: