Posted by: blackcloudies | August 25, 2013

[Fanfiction/Chaptered] Their Love Story – Chapter 3

THEIR LOVE STORY

by

Blackcloudies

Cast : Main! Siwon/Kyuhyun, break!Siwon/Leeteuk, Kangin/Leeteuk, slight!Eunhyuk/Donghae, Ryeowook, etc.

Genre : AU/Romance/Drama/BoysLove/Mpreg

Rating : T – M

Length : Chaptered/3

Disclaimer : The casts are belong to GOD and theirselves. “Their Love Story” © Blackcloudies.

Warning : [!] This is boys-love story with mpreg content. [!!] Unbetaed [!!!] don’t like please don’t read.

 

.

.

.

Siwon segera menurunkan Ryeowook tapi tetap menggandeng tangannya seakan tak ingin lepas,”Tuan Jung. Biarkan Ryeowook pulang kerumahku untuk hari ini…ya?” tanyanya.

 

Tuan Jung—supir yang tadi mengusik Siwon dan Ryeowook terlihat agak ragu. Ia hanya orang suruhan dari sang Nyonya besar yang menginginkan anaknya pulang dengan selamat setiap hari. Tapi, permintaan dari Siwon pun tak mungkin diabaikan, bagaimanapun Siwon masih menjadi suami sang Nyonya besar.

 

“Tenang saja, aku akan telpon Jungsoo agar ia memperbolehkan putra kami pulang kerumahku.” Ujar Siwon lagi meyakinkan.

 

.

.

.

Chapter 3

 

.

.

.

 

Sungguh silau. Cahaya matahari yang terbias dari balik jendela kamar Siwon—membuat sang pemilik ruangan kecil itu terbangun dari mimpinya. Sedikit memberantakan rambut ia mencoba menyadarkan diri.

 

“Ryeowook?!!”

 

Menyadari sosok sang putra semata wayang tak ada diranjang yang sama, Siwon segera berlari keluar kamar. Ia mencari kesegala penjuru ruangan didalam rumah sederhana tersebut. Tapi nihil, memang Ryeowook tak ada. Tapi kegelisahannya dibayarkan ketika melihat sebuah catatan kecil yang tertempel dipintu kulkas paling atas. Disana bertuliskan,

 

’Maaf aku menjemput Ryeowook tanpa mengatakannya padamu dulu Wonnie, kau terlihat sangat kelelahan jadi aku tak tega membangunkanmu…’

 

Siwon lega mengetahui ternyata Ryeowook sudah kembali pada sang ibunda. Walau ada perasaan tak puas karena hanya diberi kesempatan satu malam saja dengan sang putra, tapi Siwon sudah cukup senang setidaknya rasa rindunya sudah terobati.

Namun tak perlu cukup sedih juga, karena Siwon tahu kalau Ryeowook akan kembali padanya saat weekend nanti. Itu kesepakatan dirinya dengan Jungsoo—yang secara hukum masih berstatus sebagai istrinya—walau pada kenyataan mereka sudah tak tinggal bersama selama hampir satu tahun. Dan perceraian? Bukannya tak pernah diajukan, namun Siwon masih enggan untuk mengurusi itu. Ryeowook prioritasnya saat ini. Ia tak ingin perceraian menyakiti perasaan anak mereka satu-satunya tersebut.

 

Ah, masih ada tulisan lagi yang belum sempat dibaca.

 

‘Aku membuatkanmu bubur untuk sarapan. Di makan yah! Jaga dirimu Wonnie, jangan gampang lelah…uhm, Ryeowook-kita akan pulang weekend ini. Tidak usah menjemput, aku akan mengantarkannya padamu.’

 

Begitu tulisnya. Sungguh tulisan itu membuatnya tersenyum bahagia. Siwon langsung menoleh kearah meja makan, dan yah memang benar ada semangkuk bubur dengan teh manis disampingnya.”Terima kasih, sayang.” Lirihnya pelan.

 

Siwon membuang nafas berat—kemudian menyenderkan tubuhnya pada kulkas yang tadi terpampang catatan dari Jungsoo, dan tatapannya menatap semangkuk bubur tadi. Sebentar Siwon merasakan suasana rumah yang lama telah kembali. Mengenang masa-masa mereka saat masih bersatu menjadi keluarga yang utuh. Mengenang suasana pagi dimana ia melihat Jungsoo sedang sibuk menata makanan didapur, dan Ia sendiri akan datang dari kamar dengan menggendong Ryeowook di punggungnya, kemudian menyantap sarapan bersama sambil banyak bercerita atau bersendu gurau. Indah bukan? Tapi itu hanya menjadi kenangan saja sekarang.

 

Siwon menatap nanar lantai ruangan dingin tersebut. Merasa kalau dirinya gagal menjadi seorang pria saat mendapati keretakan dalam biduk rumah tangganya. Ia hanya bisa menyesali semuanya, karena ia tahu ia tak akan mampu lagi menyatukan dua prinsip yang berbeda itu. Prinsipnya dan prinsip Jungsoo. Walau rasa cinta Siwon masih tetap sama seperti dulu—sangat cinta. Tapi Siwon tak bisa membaca bagaimana perasaan cinta Jungsoo padanya sekarang.

 

‘Apa aku harus menyerah?’

 

.

.

.

 

Krystal mengadahkan telapak tangannya kehadapan Kyuhyun,”Aku minta uang.” Palak-nya. Kyuhyun melirik kearah jam tangan yang melingkar dilengannya,”Sebentar lagi gerbang sekolahku akan ditutup dan hari ini aku ada ujian tengah semester. Jadi minggirlah, jangan halangi jalanku.” Jawabnya.

 

Krystal semakin mengamuk. Ia menarik kuat-kuat kerah seragam Kyuhyun, kedua manik matanya memerah—hampir menangis,”Aku perlu uang Hyunnie!!!” ucapnya terdengar frustasi. Gadis itu menggila, memberantakan rambutnya sendiri. Tapi tetap saja Kyuhyun tak menghiraukan Krystal yang wajahnya terlihat pucat pasi itu.

 

Kyuhyun mencoba melangkahkan kakinya lagi, melanjutkan perjalanan menuju sekolahnya.

 

“Please, Hyunnie! Berikan aku uang. Atau setidaknya kembalikan debit cardku!” pinta Krystal lagi dengan wajah gelisah. Isakan yang terdengar setelahnya ternyata mampu membuat perasaan Kyuhyun menjadi iba. Mungkin karena ikatan darah diantara mereka, membuat dirinya menjadi luluh.

 

Dengan terburu-buru Kyuhyun merogoh saku yang berada di jas sekolahnya, diambilnya beberapa lembar uang untuk diberikannya pada Krystal.”Jangan beli yang macam-macam, aku tidak ingin melihatmu menjadi seorang pencandu. Krys.” Katanya pelan. Krystal tak mengangguk namun tak menggeleng juga, hanya mengulas senyum dan berkata,”Thanks.”

 

.

.

.

 

“Terima kasih. Untuk apa?” tanya Jungsoo pada Ryeowook—putra kecilnya yang ikut duduk sebangku di kursi belakang mobil mewahnya.

 

“Karena kemarin Mamah membolehkan aku bertemu dengan Papah dan menginap dirumah Papah semalaman.” Jawabnya teramat senang.

 

Hum…kau sepertinya kangen sekali dengan Papah-mu yah?”

 

Ryeowook menoleh dengan wajah polosnya, tak ada lagi hiasan senyum disana.”Memangnya Mamah nggak kangen?” tanyanya.

 

Jungsoo terdiam dulu, dan menatap kedua mata malaikat kecilnya tersebut. Bingung untuk membalas apa. Kalau harus jujur bahwa ia juga rindu dengan Siwon, pasti Ryeowook akan meminta mereka berdua untuk bertemu atau bahkan bersatu kembali? Tapi kalau ia bohong dan bilang kalau dirinya tak merindukan sosok Siwon—rasanya terlalu jahat.

 

“Ah, kita sudah sampai sekolahmu.” Jungsoo sedikit bernafas lega ketika mobil mewah yang sedang membawa mereka telah sampai di sebuah gedung besar tempat Ryeowook bersekolah. Ia merapikan kembali seragam TK yang sedang dipakai Ryeowook dan membantu putranya itu memakaikan tas ranselnya.”Begitu pulang langsung ke tempat les musik yah. Mamah akan jemput nanti sore.” Pesan Jungsoo dari balik jendela mobil ketika Ryeowook sudah berdiri didepan lobi sekolah.

 

.

.

.

 

Kyuhyun melirik kearah jam tangan yang melingkar di lengan kirinya. Sudah lebih dari jam pulang sekolah, tapi ia masih berkutat dengan kertas ujian susulannya yang tadi pagi tak sempat diikutinya karena telat masuk sekolah. Kumpulan soal essay itu tak terlalu sulit, tapi Kyuhyun kehilangan konsentrasi. Rasa lapar menghantuinya saat ini. Ditambah dengan kecanggungan dan gugup karena harus berhadapan dengan seseorang yang membuatnya tak nyaman—hell, Kyuhyun ingin berteriak rasanya.

 

“Aku selesai.” Katanya dan menyerahkan lembaran kertas itu pada Siwon yang sedang duduk di meja kerja yang berada didalam kantornya—yang kini sedang sepi.

 

Tak perlu berlama-lama di tempat itu, Kyuhyun segera mengangkat tas ranselnya dan segera berjalan keluar ruangan.

 

“Tunggu, Cho Kyuhyun.” Sialnya panggilan dari Siwon membuatnya menghentikan langkah. Kyuhyun terpaksa membalikan tubuhnya, menatap kearah pria tinggi yang baru saja ikut keluar dari ruangan yang sama dengannya.

 

“Ada apa lagi? Aku sudah mengisi semuanya kan’?.”

 

Siwon hanya berjalan pelan mendekati murid itu sembari melepas kaca-mata baca nya.”Ini bukan masalah ujianmu. Tapi…ku rasa kita perlu bicara berdua.”

 

Kyuhyun akhirnya tersenyum sinis. Ia tahu Siwon pasti akan mengajaknya berdialog tentang perkenalan mereka di malam buta itu. Tapi tak disangka kalau obrolan ini akan dimulai sekarang,”Kalau kau ingin membicarakan tentang…perkenalan singkat itu. Ku rasa tak usah di permasalahkan.”kata Kyuhyun.

 

“Aku hanya ingin meluruskan segalanya. Aku tak ingin dicap sebagai pria brengsek olehmu. Malam itu…kesalah pahaman.” Balas Siwon.

 

Kyuhyun memijat tengkuk lehernya, rasanya malas meladeni hal yang sama sekali membuatnya tak tertarik,”Sudahlah Sir. Lupakan kejadian itu dan…anggap saja kita tak pernah bertemu sebelumnya. Okay?!”

 

Anggukan kepala Siwon seakan menyetujui ucapan Kyuhyun barusan.”Ya. Lebih baik kita melupakan kejadian memalukan itu.” katanya.

 

“Aku memang sudah hampir lupa, tapi kau malah membicarakannya lagi. Bodoh.” Cibir Kyuhyun yang kemudian memutuskan untuk cepat-cepat meninggalkan sekolah.

 

“Maaf.” Hanya kata itu yang sebenarnya ingin Siwon utarakan pada Kyuhyun.

 

Hampir terpeleset Kyuhyun menuruni tangga di lantai terakhir gedung sekolahnya. Membuatnya semakin kesal saja.”Hey anak kecil! Hampir aku mau menabrakmu!” kesalnya yang ia utarakan pada seorang anak kecil yang menghadangnya di bawah tangga barusan.

 

“Maaf.” Katanya pelan.”Aku ingin mencari Papah-ku, apa hyeong bisa membantu?” tambahnya kemudian dengan tatapan memelas.

 

Ah, aku tidak kenal denan Papah-mu. Minggirlah, aku sedang lapar! Awas!” tolak Kyuhyun dengan emosi yang sepertinya hampir memuncak.

 

Sebungkus roti coklat dengan brand ternama menghadang Kyuhyun lagi.”Kalau lapar hyeong bisa makan roti coklat punyaku,” Kata anak kecil itu lagi. Tanpa babibu lagi Kyuhyun segera merebut sebungkus roti coklat yang sebelumnya berada di tangan anak kecil tadi. Dan Kyuhyun mengambil posisi duduk di anak tangga yang berada didekatnya—membuat anak kecil tadi juga meniru dan duduk di deretan anak tangga yang sama.

 

“…Seharusnya aku berada di tempat les musik sekarang. Tapi aku kabur.” cerita anak kecil itu.”Aduh kasihan sekali.” Balas Kyuhyun yang mulutnya tengah sibuk mengunyah roti. Sebenarnya Kyuhyun tak mau menghiraukan keberadaan anak kecil yang baik hati tersebut, tapi sedikit chit-chat terpaksa Kyuhyun ladeni sebagai ucapan terima kasih karena telah memberinya makanan.

 

“Mamah pasti marah kalau tahu aku kabur.”

 

“Kalau tahu begitu kenapa juga kau harus kabur?! Huh.”

 

Mimik wajah anak kecil itu terlihat sedih,”Karena aku ingin bertemu dengan Papah.” Jawabnya pelan.

 

Tch…kan kau bisa bertemu dengan Papah-mu di rumah. Kenapa harus kabur kemari?”

 

“Kata Papah, dia bekerja disini. Jadinya aku kemari. Lagian…Papan dan Mamah sudah berpisah…” nada suara anak kecil itu semakin mengecil.

 

“Maksudmu, sudah bercerai?” Kyuhyun menyudahi makan siang instannya. Pandangannya berubah iba. Apalagi ketika melihat anak kecil itu menggelengkan kepalanya dengan raut wajah sedih. Seperti bercermin pada anak kecil itu—dada Kyuhyun sesak rasanya.“Jadi, mereka hanya berpisah tapi tidak bercerai?” anak kecil itu mengangguk dengan kepala tertunduk. Kyuhyun mencoba merangkulnya,”Hum…Semoga kedua orang tuamu tidak bercerai, kid.” Katanya pelan.’Supaya hidupmu tak serumit hidupku.’ Tambahnya dalam hati dengan memiris.

 

Sepasang langkah kaki terhenti tak jauh dari anak tangga tempat Kyuhyun dan anak kecil tadi sedang terduduk. Pandangannya seperti mengenal sosok yang tengah duduk disana—bukan Cho Kyuhyun tapi,”Ryeowookie?” panggilnya dari atas—membuat anak kecil tadi langsung menoleh kebelakang dengan semangatnya.”Papah!” teriaknya yang langsung berlari mendekati sang Ayah. Mau tak mau membuat Kyuhyun juga ikut berdiri dan memperhatikan pertemuan anak dan ayah tersebut.

 

‘Heh…Choi Siwon?’

 

———-

To be continued [130824]

Advertisements

Responses

  1. yaaaaaaaaaaaaak! ini akhirnya dipublish juga T___________T uhuhuhu~ ini pendek~ 😦 aku gak puas eon~

    hegh, si krystal itu adeknya kyu dan dia nyandu? astaga :O aku bener2 bingung, ini kenapa sepotong2 gini sih… semuanya masih ngeblur ya, alasan wonteuk ogah cerai trus keluarganya kyu… eh, di chapter ini ga ada eunhae masa 😐 ryeowook nakal yah, aku bilangin mamah teukities loh nanti XD btw di fic ini bakalan ada jongwoon gak eon? kkk…

    ah, ya sudahlah… update soon, hwaiting~ ^^9

    • pertanyaan kamu semuanya bakal terjawab di chapter2 berikutanya heheheh moga ajah ini fic cepet kelar aigooo ;-;
      makasih commentnya~^^

  2. hallo Author…waah aQ brusan nemu ff ini maaf bru bisa coment…jdi penasaran chap selanjut.nya ,ditunggu ea

  3. oh tuhan…
    apa yg terjadi dgn WonTeuk? ?
    sering ga sadar kalo cast Wonteuk di sini break.,, mambuatku sangat sedih..
    bisa kah kau menyatukan mreka kembali? >_<

    • kita berdoa ajah semoga wonteuk bisa bersatu lagi seperti dulu kala ;_;

  4. lanjut lanjut thor…..

  5. Apa hubungan Krystal dengan Kyu??? jangan-jangan mereka ibu dan anak??

    Bener-bener penasaran dengan kelanjutan hubungan antara wonkyu
    Ditunggu banget lanjutannya….

    • bukan..itu krys adiknya kyuhyun… ntar krys juga ikut andil sama hub wonkyu tp kayaknya fic nya gabisa di lanjut wkwkwk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: