Posted by: blackcloudies | June 30, 2013

[Fanfiction/Chaptered] Their Love Story – Chapter 2

Title : Their Love Story

Author : Blackcloudies

Cast : Main! Siwon/Kyuhyun, break!Siwon/Leeteuk, Kangin/Leeteuk, Kids!Yesung!Ryeowook!Henry slight!Eunhyuk/Donghae, Zhoumi

Genre : AU/Romance/Drama/BoysLove/Mpreg

Rating : T – M

Length : Chaptered/2

Disclaimer : The casts are belong to GOD and themselves. “Their Love Story” © Mine.

Warning : [!] This is boys-love story with mpreg. [!!] Mentions double ratings (Teen/Mature) [!!!] Unbetaed

—————-

 “Apa kau sudah berkeluarga?” tanya Zhoumi yang lantas membuat dirinya menjadi bahan tontonan,”Huh Zhoumi kenapa bertanya seperti itu!!” teriak siswi berponi yang duduk didepan Zhoumi—siswa yang bertanya tadi.”Halah munafik, kalian juga ingin tahu status guru itu kan?!” balas Zhoumi tak mau kalah.

 

Kyuhyun tak tuli, ia pun mendengar pertanyaan dari Zhoumi—dan ia pun dibuatnya penasaran. Mungkinkah ia lajang atau sudah memiliki kekasih?

Dengan tatapan menyelidiki, Kyuhyun memeperhatikan si guru atau si brengsek itu yang bersiap untuk menjawab. Sial lagi, pandangan keduanya beradu. Tapi raut wajah Siwon menjadi serius, dan sebuah anggukan kepala ia perlihatkan.”Yes.” jawabnya.

 

“I’m married and I have a son who is five years old.” Tambah Siwon lagi.

.

.

.

Chapter 2

Kafe bernamakan Grand Palace itu sudah sepi, wajar saja karena sang pemilik memang memasang tanda ‘Close’ didepan pintu—walau waktu jam dinding masih menunjukan pukul dua siang. Siwon memilih duduk dibangku kafe yang berada dekat dengan dinding kaca—agar bisa melihat pemandangan luar kafe, sekaligus itu memang tempat favoritenya dari dulu.

“Espresso.” Ucap seseorang yang datang menghampiri dengan segelas cangkir berisikan espresso hangat kesukaan Siwon.

“Thanks Hae.” Jawab Siwon yang langsung menerima cangkir itu dan tak lupa untuk mencicipinya sedikit. Si pemilik yang dipanggil ‘Hae’ tadi lantas duduk dibangku seberang Siwon, wajahnya terlihat sangat ceria. Ia terus memandangi Siwon sebelum berniat untuk memberikan sebuah berita bahagia padanya.

“Ada apa? Kau terlihat senang sekali?” tanya Siwon heran. Tak ada balasan, hanya ada sebuah benda berbentuk kotak kecil yang ia berikan pada Siwon,”Bukalah Siwonnie.” Ucapnya. Tak mau dibuat penasaran, Siwon segera meraih kotak itu dan membukanya perlahan.

“Eh? Apa ini…?” Siwon ragu untuk menebaknya, dari bentuk bendanya yang terlihat seperti penggaris kecil dengan gambar dua garis berwarna merah darah ditengahnya—itu terlihat seperti,”Ini test pack?” tanya Siwon memastikan. Pria dengan senyuman manis dihadapan Siwon segera mengangguk malu, kedua pipinya terlihat memerah.

“Jadi, kau sedang hamil? Donghae-ah?” tanya Siwon lagi padanya—pada Donghae.

“Yep. Aku fikir hanya masuk angin, tapi setelah memeriksa keadaanku ke rumah sakit, dokter malah bilang kalau aku ini sedang hamil tiga bulan. Huh, rasanya sedikit kurang percaya, jadi aku beli test pack saja, dan ternyata benar kalau aku memang sedang hamil.” Jawab Donghae. Suara dercikan tawa terdengar diseberang,”Ya Siwonnie! Kenapa kau tertawa! Seharusnya kau ikut bahagia kan! huh!” ujar Donghae.

“Habis kau aneh, seharusnya kau lebih mempercayai dokter itu dari pada test pack. Bodoh sekali…” jawab Siwon masih geli dengan tawaannya. Test pack yang berada ditangannya itupun direbut kembali oleh sang pemilik, Donghae pun menaruh kembali kedalam kotak dengan rapi. Kerucut dibibirnya terlihat ia sedang kesal.

“Hey jangan marah Hae-ah, aku juga ikut senang dengan kehamilanmu! Congratulation Mrs. Lee.” Ucap Siwon mencoba memperbaiki suasana.

“Huh, apanya yang Mrs. Lee. Kami kan belum menikah…” suara Donghae menjadi parau.

“Kalau begitu mintalah dia untuk menikahimu. Kalian sudah tinggal bersama sangat lama, dan…see! Tuhan sudah menitipkan malaikat kecil kalian dijaninmu. Jadi mau tunggu apa lagi?”

Ucapan Siwon memang benar tapi terlalu menusuk dihati Donghae. Sangat menyakitkan rasanya kalau harus mengingat semua tolakan dari Eunhyuk—kekasihnya, setiap kali ia meminta sebuah pernikahan.

“Aku tidak yakin kalau Eunhyuk akan menikahiku. Lagian dia belum kuberi tahu tentang kehamilanku.” Jawabnya, terlihat pula lukisan senyum Donghae yang dipaksakan.

Getir juga melihat wajah sedih Donghae, tapi Siwon pun tak bisa berbuat lebih untuk kedua sahabat yang sudah dikenalnya sejak mereka bertiga tinggal dipanti asuhan bersama. Hanya doa dan nasihat-nasihat sederhana yang biasanya Siwon berikan untuk mereka.”Eunhyuk sangat mencintaimu, dia juga pasti akan senang dengan kehadiran malaikat kecil kalian. Percayalah Hae.” Ujar Siwon yang selalu memberi semangat disetiap kata-katanya.

“Hm. Aku harap seperti itu.” Jawab Donghae mencoba berfikir positif. Donghae menundukan kepalanya—kedua telapak tangannya mengusap lembut perutnya sendiri. Rasanya begitu tenang, rasanya ia tak akan pernah kesepian lagi kalau Eunhyuk akan pulang dari kantor larut malam atau Siwon tak datang berkunjung ke kedai kopi miliknya. Perasaan bahagia yang tak bisa Donghae jelaskan.

“Jaga dirimu dan bayimu Hae. Menjadi seorang ibu akan sangat sulit. Selama sembilan bulan kau harus menjaganya dirahimmu dan setelahnya ada satu hari dimana kau harus bertarung hidup saat melahirkannya. Tapi kau akan tahu surga itu apa saat kau melihat wajah bayimu untuk pertama kali.” Ujar Siwon sepahamnya—lebih paham karena pengalaman dimasa lalunya memberikan secuplik kisah yang tak akan pernah ia lupakan.

Usapan lembut dan hangat Donghae berikan ditelapak tangan Siwon,”Aku masih ingat saat kau menangis ketika Hyung melahirkan Ryeowook. Kau langsung memeluk Hyung dan mengucapkan terima kasih, lalu memeluk Ryeowookie yang masih dilumuri banyak darah. Itu…membuatku tersentuh.” Ucap Donghae,”Ah maaf Siwonnie, aku tidak bermaksud…” selanya lagi sebelum Siwon menjawab ucapannya barusan. Donghae hanya merasa tak enak kalau kiranya Siwon akan teringat kembali dengan masa lalunya tersebut.

“It’s okay Hae. Tak perlu berminta maaf karena kau memang tak salah.” Jawab Siwon. Disebutnya nama Ryeowook beberapa kali oleh Donghae barusan, membuatnya teringat akan sebuah janji. Siwon melirik jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya,”Ah, hampir jam tiga. Aku harus  menjemput Ryeowook, aku sudah janji untuk menemuinya.” Ujarnya menjadi semangat. Tak perlu berlalu lama mengucapkan salam perpisahan, Siwon segera beranjak dari duduknya kemudian berlalu menuju pintu kafe. Hanya senyuman singkat yang ia berikan pada Donghae sebelum dirinya benar-benar membuka pintu kafe tersebut.

“Huh dasar, kau belum menceritakan pekerjaan barumu Siwonnie!”

.

.

.

Ryeowook menyembunyikan tubuh kecilnya dibelakang pintu utama sebuah gedung kursus musik ternama kota seoul. Sesekali kepalanya mengintip dari pintu tersebut untuk melihat keadaan diluar gedung.”Ah, lama sekali.” Lirihnya pelan. Sebuah tangan menyentuh pundaknya, sesaat Ryeowook dibuatnya terkejut,”Ah Yesung-hyung jangan menggangguku! Pulang saja sana!” ujarnya saat tahu Yesung sudah berada dibelakangnya yang bersiap untuk pulang kerumah.

“Kau sedang apa sih? Kan supirmu sudah menunggu dari tadi tuh. Pulanglah Wookie.” Ucap Yesung yang berumur dua tahun lebih tua dari Ryeowook.

“Tidak mau ah.” Ryeowook menggeleng,”Aku mau nunggu Papah.” Tambahnya. Yesung mengerucutkan bibirnya,”Bandel nih, ya sudah aku pulang duluan.” Katanya. Ryeowook diam saja, ia tak terlalu perduli dengan kakak seniornya di sekolah musik tersebut. Ryeowook hanya memfokuskan diri untuk menunggu seseorang yang lain—seseorang yang sudah berjanji kalau akan menjemputnya setelah kursus piano hari ini.

Masih mengumpat, Ryeowook melihat mobil yang membawa Yesung sudah menjauh meninggalkan gedung kursus, dan beberapa mobil teman-temannya yang lain juga sudah kembali untuk kerumah masing-masing. Hanya tersisa sebuah mobil jaguar hitam yang terparkir didepan gedung tersebut. Mobil yang akan membawanya pulang kerumah, tapi…

“Papah! Akhirnya Papah datang!” Ryeowook berteriak senang dan berlari menuju luar gedung ketika melihat sosok Siwon yang datang dengan berjalan kaki, padahal masih ditrotoar tapi Ryeowook sudah antusias untuk menyambut kehadiran sang ayah tersebut.

Bogoshipeo.” Kata Ryeowook dengan perasaan rindunya tak terbendung. Siwon segera memopong putra kesayangannya tersebut,”Maaf yah Papah lama. Tadi harus ke tempat uncle Hae dulu.” Ucapnya berbisik karena Ryeowook menenggelamkan kepalanya didada Siwon—menangis.

“Aku kangen Papah. Ak-aku kira Papah tak datang…” isaknya yang masih bisa didengar oleh Siwon.

“Hei jangan menangis, Ryeonggu. Papah akan belikan kau ice cream, nae?” rayunya. Tak melanjutkan tangisannya, Ryeowook menjadi semangat kembali. Yah memang sang Ayah selalu berhasil membuatnya tak bersedih.

Langkah kaki seorang pria yang lain mendekati mereka—mengusik sebentar pertemuan Ayah dan anak tersebut.”Maaf Tuan Choi saya mengganggu. Tapi Nyonya Park bilang, Ryeowook harus segera pulang sebelum jam lima.” Ucapnya.

Wajah semangat Ryeowook berubah menjadi sedih lagi. Sudah satu bulan ia tak bertemu dengan sang Ayah karena Siwon menerima pelatihan pendidikan di pulau Jeju, tanpa ada komunikasi pula. Itu sungguh membuatnya rindu, dan waktu yang sebentar ini bertemu kembali dengan sang Ayah sungguh tak cukup baginya.

Masih dalam dekapan Siwon, Ryeowook mencoba berbisik,”Papah aku tidak mau pulang kerumah Mamah.” Ucapnya—secara tak langsung meminta bantuan Siwon agar ia mau memberi alasan agar Ryeowook tetap bersamanya saat ini. Senyuman terhias diwajah Siwon, mengingat betapa lucu nya Ryeowook ini. Sungguh tercermin dari sifat kedua orang tuanya.

Siwon segera menurunkan Ryeowook tapi tetap menggandeng tangannya seakan tak ingin lepas,”Tuan Jung. Biarkan Ryeowook pulang kerumahku untuk hari ini…ya?” tanyanya.

Tuan Jung—supir yang tadi mengusik Siwon dan Ryeowook terlihat agak ragu. Ia hanya orang suruhan dari sang Nyonya besar yang menginginkan anaknya pulang dengan selamat setiap hari. Tapi, permintaan dari Siwon pun tak mungkin diabaikan, bagaimanapun Siwon masih menjadi suami sang Nyonya besar.

“Tenang saja, aku akan telpon Jungsoo agar ia memperbolehkan putra kami pulang kerumahku.” Ujar Siwon lagi meyakinkan.

.

.

.

To be continued

[2013-06-05]

Advertisements

Responses

  1. aahhh baru baca ff ini.. dr chap 1 juga..
    ini wonkyu kan? ? hehehe…
    aahh.. kyu bakal hamil kah? ?

    • iya wonkyu main ^^ ohohohooo kyuhyun masih seorang pelajar belum waktunya hamil kk

  2. ack, ini pendek!!! *pout* astaga, aku gak bisa bayangin hae jadi ukenya hyuk >,< aku penasaran, itu wonteuk udah cerai kan? kenapa bisa? ih, wookie jutek amat sih ama yesung yah -___- awas, nanti makin suka lho sama dia… lanjut eon~

    • karena aku lebih suka EunHae dari pada HaeHyuk ‘-‘v
      setiap ada pertanyaan di fic ini pasti kejawabnya di chapter selanjutnya kkkk tunggu ajah

  3. O MY GOSH! !
    aku takut cerita ini akan mengguncang hati ku *geplak
    WonTeuk T.T♥

    • jaga hatinya baik baik jangan sampai keguncang kekekeke~~ ;_; aku juga suka sama wonteuk ♥

  4. Wah jangan-jangan Kyu akan hamil, hihi pasti seruuuu.

    • nggak…………makasih komennya hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: