Posted by: blackcloudies | June 30, 2013

[Fanfict/Chaptered] HOME – Chapter 2

Title : Home

Author : DweeRae

Cast : Brothership!Yesung,Kyuhyun,Ryeowook, Kyuhyun/Sungmin, slight!Siwon/Sungmin,Siwon/Yesung!later, incest!Yesung/Ryeowook/Kyuhyun, later!Henry/Ryeowook, slight!Yesung/Kibum, Hangeng/Heechul, Eunhyuk/Donghae, Leeteuk/Kangin, Shindong, straight!Zhoumi/Zhangliyin.

Genre : Family/Brothership/Romance/Angst/Sho-ai in to YAOI

Rating : PG15 in to PG17

Length : Chaptered

Summary : Mereka di pisahkan—terpisahkan, tapi mereka mencoba untuk berkumpul kembali. Seperti dulu, menjadi satu. Di rumah mereka. KRY

 

WARNING : YAOI maintype !slight straight(ZhouZhang) — RANDOM COUPLE!!! Mpreg?

————

Home.

= = = = = chapter 2=====

Tanah yang mengubur dua jenazah itu masih belum kering benar. Kepergian Tuan dan Nyonya Kim juga baru satu minggu. Tapi kesedihan masih berlanjut rupanya.

Jongwoon, Kyuhyun dan Ryeowook berdiri di depan rumah besar mereka. Tidak. Rumah itu bukan milik keluarga mereka lagi. banyak orang yang mengklaim kepemilikan rumah tersebut. Di tambah banyak permainan politik dari kerabat keluarga Jongwoon dengan aparat penegak hukum. Hasilnya? Mereka si kumpulan jahat itu, bisa dengan tak berdosanya menikmati harta peninggalan dari kedua orang tua Jongwoon. Sedangkan si penerima ahli waris seharusnya, malah di buang tanpa kasih sayang kesebuah rumah panti asuhan.

“Suatu saat…aku akan merebut kembali rumah ini. Aku janji.” Ucap Kyuhyun menatapi pintu rumah besar itu. Rumah yang penuh banyak kenangan. Rumah yang di setiap sudutnya, memiliki banyak cerita.

= = = = =

Hari-hari di panti asuhan baru dimulai. Ryeowook selalu mengikuti kemana Jongwoon dan Kyuhyun pergi. Anak kecil itu masih takut dengan dunia barunya.

“Hyung akan ujian dulu. Kau tetap di sini ya’ bersama Kyuhyun.” Ucap Jongwoon pada Ryewook. Anak beranjak remaja itu telah rapi dengan seragam sekolah dasarnya. Ia masih kelas enam SD.

Ryeowook mengangguk,”Hati-hati.” Katanya.

.

.

.

Nyatanya Ryeowook pun masih saja cengeng jika ia mengingat kembali tentang Mama dan Papanya yang sudah meninggal tersebut. Ia masih belum faham.

“Aku mau pulang kesana Hyung. Aku ingin ketemu Mama dan Papa…” pintanya hampir menangis.

“Rumah kita sekarang disini Wookie. Ayolah jangan rewel seperti itu.” Ujar Kyuhyun.

Ryeowook menggeleng dengan air mata sudah terjatuh,”Aku mau pulang.” Pintanya sekali lagi.

Kyuhyun menghela nafas,”Mereka sudah meninggal Wookie—artinya mereka tidak akan hidup lagi seperti kita. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak bisa tertawa, tidak bisa membacakan dongeng padamu lagi. Semuanya sudah tidak bisa!” ujar Kyuhyun menjelaskan keadaan yang sebenarnya. Entah sudah yang keberapa Kyuhyun berkata seperti itu, toh Ryeowook pun masih belum mengerti.

Kyuhyun memperhatikan sebuah piano yang berada di ruang depan kamar mereka. Ia punya ide.

“Bagiamana kalau kita bermain piano saja, seperti dirumah dulu. Oke?” tanya Kyuhyun yang langsung menggandeng lengan Ryeowook dan mengajaknya ke ruang tempat piano tadi. Kyuhyun duduk di tengah bangku depan piano tersebut, Ryeowook di sampingnya. Perlahan jemarinya dengan fasih memainkan sebuah lagu ceria, lagu kesukaan Ryeowook. Puff the magic dragon.

.

.

.

Dentingan piano itu terdengar merdu. Tuan Shindong –pemilik panti asuhan dan tamu istimewanya sedang berjalan menjelajahi koridor.

“Heechul-ssi, aku kira kau akan datang bersama Hangeng-ssi dan Putra kalian?” tanya Shindong pada tamu itu. Kim Heechul.

“Tidak, aku kebetulan sedang ada urusan di seoul sendirian. Makanya’ aku sekalian kemari, berkunjung dan melihat-lihat keadaan panti.” Jawab Heechul.

Heechul memang pria yang dermawan. Ia selalu menyumbangkan dana besar untuk panti bernama ‘Angel Home’ tersebut. Seperti sekarang, ia datang untuk menyumbangkan dana secara suka rela.

“Err, siapa yang sedang bermain piano itu?” tanya Heechul pada Shindong. Mereka berhenti di depan ruang yang di dalamnya ada dua anak kecil sedang bermain piano.

“Dia Kim Kyuhyun dan adiknya, mereka baru tinggal disini dua minggu yang lalu.” Jawab Shindong.

Heechul memasuki ruangan tersebut, mendekati Kyuhyun yang sedang berlincah memainkat tuts piano. Ia terkesan dengan kepandaian anak laki-laki itu.

.

.

.

“Kau—ingin ikut aku ke Beijing?” tanya Heechul menawarkan sesuatu pada Kyuhyun yang sekarang sedang duduk bersamanya di taman. Kyuhyun menunduk terbisu.

“Kau anak yang pintar, lebih pintar dari putraku. Aku—bisa menyolahkanmu di sana. Kita—bisa menjadi satu keluarga, kau mau?” tanya Heechul lagi.

Gundah.

Kyuhyun bingung dengan tawaran menarik itu. Heechul orang yang sangat baik hati, penyayang, dan—kaya raya. Apalagi, Heechul menjanjikan sebuah ‘Keluarga’ pada Kyuhyun, itu membuatnya berfikir pada sebuah masa depan yang ia impikan.’Tapi, bagaimana dengan keluargaku?’ tanya Kyuhyun dalam hati,’TIDAK.’ tambahnya masih dalam hati pula.

‘Jongwoon-Hyung pasti tidak mau kalau kami di adopsi oleh keluarga lain.’

Kyuhyun pun mengambil sebuah jawaban.

Jawaban yang nantinya akan memulai takdir baru, mereka bertiga.

“Ya.”

Sebuah jawaban egois.

= = = = = =

“Dimana Kyuhyun??!!” Jongwoon mengguncang-guncangkan bahu Ryeowook, bertanya padanya tentang keberadaan Kyuhyun yang tak terlihat semenjak Jongwoon pulang sekolah.

“Tadi Kyuhyun-hyung pergi dengan mobil. Aku tidak tahu, tapi dia tidak mengajakku…” Ryeowook mengambil sebuah kertas yang tersimpan di saku depan bajunya, ia menyerkan kertas itu pada Jongwoon,”…Kyuhyun-hyung menitipkan ini untukmu.” Ucapnya.

Jongwoon segera mengambil kertas itu, membukanya dan membaca setiap baris kata yang di tuliskan Kyuhyun.

‘Hyung, aku pergi. Untuk sementara. Aku akan ke luar negeri, jangan cari aku Hyung. Aku akan pulang kembali pada kalian. Pulang kerumah kita, aku janji. –Kyuhyun-‘

Jongwoon meremas kertas itu dan membuangnya keatas lantai denghan kasar. Tanpa menunggu waktu lagi, Jongwoon segera berlari keluar panti asuhan—berharap Kyuhyun masih berada dekat di sekitar tempat itu.

Berlari dan berlari.

Ia tak cukup uang untuk menaiki bus atau menyewa taksi. Yang Jongwoon bisa lakukan hanya berlari.

Cukup sudah ia kehilangan dua orang tersayangnya di dunia ini. Jangan lagi dengan kepergian Kyuhyun. Karna Jongwoon tak akan rela.

“NAK!!!” teriakan itu sangat keras saat sebuah motor menabrakan tubuh Jongwoon dan membuatnya tersungkur di tengah jalan. Penuh darah.

Orang-orang segera menghampiri Jongwoon, mendekatinya dan memeriksa keadaannya.

“Ia masih hidup.” Syukurlah nyawanya tak terbawa kesurga, seperti kedua orang tuanya. Tapi, ini adalah takdir kedua yang akan mengisi cerita antara ketiga anak laki-laki bersaudara itu. Jongwoon, Kyuhyun, dan Ryeowook.

= = = = =

Hari-hari berlalu dengan kesedihan.

Ryeowook tertidur sendiri di ranjang. Air matanya sudah habis untuk menangisi kepergian empat orang yang ia sayangi. Kini Ryeowook sendirian di sana. Walau banyak anak-anak yatim piatu yang sebaya, tetap saja Ryeowook seperti berada di atas sebuah tiang. Sendirian dan ketakutan.

.

.

.

.

.

Jongwoon terbangun dari koma-nya. Wajah nya masih lebam, lengan dan kakinya juga belum bisa bergerak leluasa. Ia harus banyak beristirahat pasca kecelakaan beberapa minggu lalu itu.

“Kau sudah bangun?” tanya dokter Zhou. Ia menyelamatkan Jongwoon dan membawanya ke klinik sekaligus rumah yang ia tinggali bersama istri dan seorang putra kecilnya.

“Anda—siapa?” tanya Jongwoon dengan suara pelan dan serak.

Istri dokter Zhou datang menghampiri mereka berdua, membawa semangkuk alumunium berisi air hangat dan sebuah handuk putih halus. Ia membasuh tangan Jongwoon.

“Aku dokter Zhou dan dia istriku, dokter Zhang, kami merawatmu selama kau sakit. Kau sudah sadar?”

Jongwoon menerjamkan kedua matanya sebentar, lalu menatap kedua sepasang suami istri itu lagi,”Lalu—siapa aku?” tanyanya. Ia lupa siapa Jongwoon sebenarnya.

= = = = =

BEIJING

Hangeng memasuki rumah besarnya yang berada di kawasan distrik Beijing, China. Ia bersama seorang anak laki-laki berusia 10 tahun. Anak itu putih, manis, tampan dan kedua matanya sangat—cantik.

“Aku tidak mau ke tokyo lagi. melelahkan…” ucap anak laki-laki itu sembari berjalan menaiki tangga, ia akan langsung kekamarnya.

“Min, kau tidak menemui Daddy Chul dulu?” tanya Hangeng. Tapi anak yang di manjakan sejak lahir itu hanya menjawab tanpa menoleh,”Aku lelah Dad. Mengertilah.” Ucapnya.

.

.

.

Sungmin, yang akrab di panggil Min oleh kedua orang tua-nya itu membuka pintu kamar dengan terburu-buru. Ia lelah. Liburan berduanya dengan Hangeng ke tokyo untuk beberapa minggu lalu membuat dirinya penat. Ia ingin berisitirahat.

“EH??! SI-SIAPA KAU??!” tanya Sungmin melihat sosok anak laki-laki lain yang sedang tertidur di kamarnya—di kasurnya. Anak yang di tanya Sungmin terbangun, memperhatikan Sungmin dengan terkejut.

“Kau siapa? Kenapa ada di kamarku?!” tanya Sungmin lagi. ketus.

Anak laki-laki itu menyodorkan telapak tangan kananannya,”Aku—Kyuhyun. Tan—Kyuhyun.” Ucapnya memperkenalkan diri. Sungmin terdiam beberapa detik, lalu menepis tangan Kyuhyun,”Aku tidak peduli dengan namamu. Aku hanya tanya, kau itu siapa sampai berani-beraninya tidur di kasurku??!” Sungmin menatapnya dengan tajam.

“Mulai sekarang, Kyuhyun adalah kakakmu Min.” Ucap Heechul yang baru saja memasuki kamar Sungmin juga.

“Kakakku? Aku tidak punya kakak! Aku juga tidak mau punya kakak!” tolak Sungmin.

Heechul berlutut, mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi tubuh Sungmin,”Tapi, mulai sekarang kau harus belajar menerima Kyuhyun sebagai kakakmu.” Ucapnya.

“TIDAK MAU!” tolaknya lagi, Sungmin membalikan tubuhnya—ia ingin keluar kamar. Tapi tangan kecil Kyuhyun menarik pundaknya,”Ku mohon…tolong terima aku menjadi bagian dari keluarga ini. Aku—butuh teman.” Lirih Kyuhyun.

TBC

Advertisements

Responses

  1. ini tragis banget ceritanya o.O
    kasian Ryeowook ditinggal sendirian di panti ㅜㅜ
    aku menunggu chap selanjutnya eon XD kkk
    hwaiting! :3

    • ryeowook mandiri dong~ huhuhu neee makasih supportnya ^^

  2. Annyeong thor..
    Aku new reader 😀
    Pas nemu blog ini langsung tertarik sama ff ini ..
    Kisahnya tragis, kasian Ryeowook huwee 😦
    Kyuhyun nya pergi 😦
    Jong Woon nya lupa ingatan 😦
    hahhh bener2 😦
    ditunggu deh next chap nya~

    • welcome ^^
      iya KRY emang cocok dapet peran tragis yah sesuai sama lagu lagu ballad mereka yang terkesan mellow syahdu gitu OwO eheheheh
      makasih reviewnya ^^

  3. huaaaaa mian bru komen
    lanjuuut lanjuut seruuu ini
    nti wookie ma spa..msa sndirian ja huweeee
    asaap yaaa

    • wookie sama authornya hehehehehe XD

  4. sedih banget kenapa jarus kepisah” gini?
    Pengen mereka cepet gede
    next..

  5. huks huks *sobs mereka ninggalin wook sendirian :(((

    mochi mana ?

  6. Hua.. Apalagi ini.. Mereka bertiga terpisah ? … Aku ingin mereka bertiga bertemu kembali..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: