Posted by: blackcloudies | June 30, 2013

[Fanfict/1shot] Strawberry Love

Title : Strawberry Love

Sequel : Apple Love

Author : Blackcloudies

Cast : Main!Yesung/Ryeowook,

Genre : Romance

Length : Oneshot

Disclaimer : The casts are belong to GOD and themselves. “Strawberry Love” © Mine.

Warning : [!] This is boys-love story. [!!] Unbetaed [!!!] all casts are related with “Apple Love” fanfic by IraJulian and DweeRae (Me/Blackcloudies)

 

A/N : Today, is special day~ I posted a special fict~ for special person~ :>

Happy birthday my wookie (Ira Julian ) this is for you~XD

Summary : Ryeowook sangat menginginkan buah strawberry. Sangat menginginkannya! Seperti ia menginginkan untuk selalu bersama dengan Yesung.

.

.

.

Strawberry.

“Huh, aku rasa bukan yang ini…hm…” gumam Ryeowook. Lagi-lagi ia melepehkan apa yang sudah ia makan kedalam selembar tissue. Lalu melemparkannya ke lantai ruang kamar Sungrae—sang adik.

“Ahhh oppa sedang apa sih?! Jangan memberantakkan kamarku!” kesal Sungrae yang sedari tadi masih tak mengerti dengan apa yang sedang Ryeowook lakukan dengan puluhan jenis makanan yang telah ia beli dari sebuah super market. Tumpukan jenis makanan ringan itu berserakan seenaknya diatas kasur lembut Sungrae, pantas saja membuat anak perempuan berumur delapan tahun itu kesal.

Untuk kesekian kalinya Ryeowook mengulangi hal yang sama. Mengambil sebuah makanan ringan, dibuka lalu dimakan, dan tak lama dilepehkan kembali.”Ahhh bukan yang ini juga!! Ottheoke aku sangat penasaran dengan rasa strawberry yang waktu itu…” ujarnya setelah membuang makanan yang ke sebelas. Semua makanan yang di beli Ryeowook memang berbeda jenis. Dari biscuit, waffle, snack, roti bahkan coklat. Namun satu hal yang sama pada setiap makanan tersebut. Rasa strawberry!

“Sudah hentikan Oppa! Kau membuang-buang makanan saja! kata pastur Siwon-nim kita tidak boleh bersikap boros dan mubazir, itu tidak baik Oppa~!” ucap Sungrae menasehati Kakak-nya. Yang malah dibalas dengan bekapan mulut oleh kedua tangan mungil Ryeowook,”Berisik Sungrae-nim. Kau tenang saja, nanti akan ku rapihkan semua kamarmu!” balasnya.

Sungrae menggigit keras tangan Ryeowook yang membekapnya. Setelah berhasil lepas dari jeratan Ryeowook jahanam—Sungrae memilih turun dari kasurnya,”Akan ku adukan pada Daddy! Dasar Oppa pendek gila! Uh!” ejeknya yang langsung berlari riang menuju tempat sang Daddy berada diluar kamar.

“Dasar bocah iblis!” balas Ryeowook. Tak terlalu menghiraukan, Ryeowook kembali menjajali semua makanan yang ia beli. Berharap ia bisa menemukan rasa strawberry yang sedang ia cari hingga membuatnya teramat penasaran tersebut.

.

.

.

.

.

Wanita anggun itu menyeruput teh manis hangat yang memang terhidang untuknya. Hanya mencicipi sedikit, Ia menaruh kembali cangkir berdesain ala Jepang itu keatas meja didepannya.“Jadi begitu Pak Kim. Saya harap anda bisa lebih banyak membimbing putri anda jika sedang berada dirumah.” Ucapnya membuka kembali obrolan dengan sang pemilik rumah yang duduk berseberangan dengan dirinya.

“Pak Kim Heechul?” panggil wanita itu, karena melihat sepertinya sang pemilik rumah hanya terdiam dan memandangnya sedari tadi, dan sepertinya ucapan wanita itu-pun tidak didengar olehnya.

“Pak Kim?”

Kim Heechul segera mengangguk,”Oh ya ya. Uhm, aku pasti akan berbicara dengan Sungrae dan mungkin memberinya hukuman karena perkelahiannya dengan teman sekelasnya itu.” Jawab Heechul masih dengan senyuman terpesonanya. Wanita berdarah China yang menjadi wali kelas Sungrae memang terlihat memikat ditatapan mata Heechul. Lagipula ia seorang duda, jadi apa salah kalau ia melirik wanita single nan cantik seperti,”…Bu guru Han Kyungie kenapa masih ada di sini? Kukira sudah pergi?” suara agak cempreng itu menjadi sorotan kedua insan yang sebelumnya sedang berbicara serius di ruang tamu. Sungrae yang bertanya tadi langsung ikut duduk dipangkuan Heechul—sang ayah.

“Ini semua karena perkelahianmu di sekolah. Jadi Bu Han dan Daddy sedang mencari solusi untuk mengatasi anak bandel semacam dirimu!” ujar Heechul yang lantas memberinya jeweran pelan dikedua telinga Sungrae.”Aku tidak berkelahi!!! Aku hanya tawuran saja dengan geng-nya YooRa! Lagi pula tidak ada yang cedera kan?!” balas Sungrae membela diri.

“Memang tidak ada yang cedera, tapi kaca kelas pecah dan beberapa meja kelas rusak. Menurutmu itu tidak ekstrim?!”

“Ahh Daddy jangan memojokanku! Seharusnya mensupportku!”

Jeweran ditelinga Sungrae semakin keras.”Nakal!”

Di seberang Bu guru Han Kyungie hanya tersenyum kecil melihat keakraban anak dan ayah tersebut. Tapi sayangnya waktu membatasi ia untuk terus berlama di kediaman sederhana tersebut.”Maaf Pak Kim, saya harus segera pergi karena ada kegiatan lain.” Pamitnya.

“Eh, mau ku antar?” tanya Heechul sembari melepas jeweran ditelinga putrinya.

“Ehhh Daddy! Jangan ikut pergi! Lebih baik kekamarku saja dan lihat keadaan Ryeowook Oppa yang sedang bertingkah konyol seperti anak balita.” Ujar Sungrae yang dengan paksa dan manja menarik lengan sang Daddy untuk mengkutinya, bahkan tak menyempatkan ia mengantar Bu Han Kyungie ke pintu utama.

.

.

.

“RYEOWOOK KIM?!”

Suara gertakan itu membuat Ryeowook bergemetar. Dilihatnya sang ayah bersama sang adik sedang berjalan memasuki kamar untuk mendekatinya.”Apa yang sedang kau lakukan?!! Menyampah dan menyampah??!!”

Ryeowook baru ingin membuka bungkusan makanan yang terakhir. Malah ia fikir bungkusan yang terakhirlah pada nantinya ia akan menemukan rasa strawberry yang sedang ia cari tersebut. Tapi melihat wajah ketus Heechul dan liciknya Sungrae membuatnya tak berselera lagi.

Aigo Daddy pelankan suaramu!” katanya. Kedua tangan Ryeowook menjelajahi setiap sampah yang tersebar di atas kasur, lalu menampungnya pada sebuah goodie bag putih bertuliskan Lotte Dutty Free.

“Kau ini sudah besar. Kenapa bertingkah seperti anak kecil saja?”

“Ah Daddy, hal kecil seperti ini dibesar-besarkan! Sudahlah sudah.”

Tch anak ini. Kau belum tahu rasanya mencari uang kan’? sangat sulit! Kau malah seenaknya membeli makanan sebanyak ini tapi hanya untuk dijadikan sampah!”

Ryeowook mendengus.”Aku beli ini dari uang jajanku sendiri. Dan aku janji akan membersihkan kamar Sungrae yang berantakan…”

“Kalau begitu kenapa tidak pakai kamarmu saja?!”

Jemari kecil Sungrae menarik-narik celana Heechul,”Dikamarnya juga sudah banyak sampah yang menggunung Dad…” adu-nya yang membuat Heechul semakin memiliki tenaga untuk memarahi Ryeowook.”Benarkah? sungguh?” tanya Heechul yang hanya dibales oleh anggukan pasti dari kepala Sungrae.

“Astaga…Kau ini sedang apa sebenarnya Ryeowook? Apa yang kau cari dengan semua makanan itu?!”

Ryeowook menundukan kepalanya.”Aku hanya ingin merasakan…strawberry…” jawabnya pelan, menutupi apa yang tak mungkin ia katakan secara jujur kepada Heechul.

“Strawberry??!” Heechul memijat pelipisnya,”Kau seperti belum pernah makan buah strawberry saja??!! astaga Kim Ryeowook, kau ini kenapa sebenarnya?!”

Ryeowook masih menunduk dan tak berani untuk menunjukan wajahnya.

Oppa seperti terobsesi pada buah Strawberry.” Ucap Sungrae yang malah membuat Heechul tersirat sesuatu dugaan.

“Ryeowook…”

“…apa kau sedang…mengidam?? jangan-jangan kau sedang…hamil?!!!!!”

Ryeowook langsung menaikan wajahnya, kedua matanya membulat menatap heran pada sang Daddy,”Daddy apa maksudmu?! Aku ini masih perawan(?) arraseo!!” jawabnya tanpa nafas. Wajah pria manis itu  lalu memerah setelah berucap tadi.”Jangan berfikir bodoh seperti tadi!” tambahnya.

Heechul bernafas lega.”Habisnya kau seperti orang yang sedang mengidam saja.” ujarnya.

“Bukan itu!!”

.

.

.

.

.

Kehebohan sore tadi berdampak suasana sunyi di rumah sederhana milik Heechul. Pelakunya Ryeowook, yang kini seperti orang asing dimata sang ayah dan juga adiknya. Ia hanya bisa mengurung diri dikamarnya setelah merasa kelelahan karena merapihkan ruangan-ruangan yang berantakan karena ulahnya. Terdiam, Ryeowook masih penasaran dengan rasa strawberry unik yang pernah ia rasakan minggu lalu. Ryeowook menyentuh permukaan bibirnya dengan beberapa jemari ditangan kanannya.”Apa aku harus tanya sendiri padanya?” Ryeowook menggigit bibirnya sendiri,”Tapi…aku malu.”

Getaran ponsel yang berada diatas bantal langsung membuat Ryeowook bereaksi. Kedua matanya berbinar ketika mengetahui sebuah pesan yang masuk diponselnya.”Dari Yesung-hyeong!~”

From: Yesungie hyeong (ˆˆ)εˇ`c)

Ryeonggu~~ Aku merindukanmu! Cepat temui aku ditaman depan rumahmu~

 

Dengan jemari lincahnya ia segera membalas pesan singkat dari sang kekasih.

Hyeong~~ kya kya~~ tunggu aku disana~~^^ Aku juga merindukanmu ╥_╥

Hanya mengambil mantel lembutnya, Ryeowook langsung bersemangat menyusul Yesung yang sudah sangat ia rindukan. Dalam satu minggu mereka memang hanya bisa bertemu saat weekend saja, karena jadwal kerja Yesung yang memang begitu padat. Well, pria pemilik senyuman manis tersebut memang sedang kejar setoran demi modal untuk membangun sebuah rumah yang nantinya akan ia tinggali bersama Ryeowook. Jadi beginilah, hanya di hari weekend keduanya bisa berjumpa.

Sosok gadis kecil yang baru saja menutup pintu utama rumah menghentikan langkah Ryeowook.”Dari mana kau Sungrae?! Ini sudah malam malah berkeliaran.” Ujarnya memarahi sang adik yang tadi baru saja menutup pintu.

Heung.” Hanya jawaban Heung yang keluar dari mulut kecil Sungrae. Mungkin ia masih kesal dengan kejadian tadi sore. Ya sudahlah, itu tak membuat mood Ryeowook untuk bertemu Yesung menjadi hilang. Baru mau membuka kenop pintu utama, kalimat yang hampir sama terdengar kembali.”Mau kemana kau Oppa?! Ini sudah malam malah berkeliaran!!!”

Ryeowook menatap tajam pada Sungrae,”HEUNG!” jawabnya meniru jawaban Sungrae sebelumnya.

.

.

.

Ryeowook kelelahan, nafasnya tersengal karena berlari sekuat tenaga menuju taman yang sebenarnya tak begitu jauh dari rumahnya. Mengingat ia akan berjumpa dengan seseorang yang sangat ia rindukan, apapun ia lakukan agar bisa segera bertemu.

Senyumnya terumbar ketika melihat punggung pria dihadapannya—sedang menghadap keatas langit, bahkan sepertinya tak sadar kalau Ryeowook sudah berada disana. Rasanya rindu pada punggung itu, Ryeowook mendekatinya, memeluk hangat punggung dari pria tadi dan menyenderkan kepalanya disana.”Hyeong, bogoshipeso…” lirihnya. Yesung—pria tadi—cukup terkejut ketika kedua tangan Ryeowook melingkar dipinggangnya, ia segera berbalik.

“Ryeowook…” panggilnya pelan dengan tanpa ekspresi, tidak se-sumringah seperti biasanya. Malahan pria bermata bulan sabit itu memaksa lengan Ryeowook untuk melepas pelukannya. Dan lebih aneh lagi, pria itu memundurkan kakinya selangkah kebelakang—seperti menghindari.

“Kenapa kau menjauhiku, hyeong?” tanya Ryeowook tak mengerti. Yesung masih menatap lurus Ryeowook.

“Siapa…yang melakukan itu padamu, Wookie?” tanya Yesung yang akhirnya membuka suara. Kedua alis mata Ryeowook bertautan, menandakan rasa tak mengerti,”Melakukan apa? Maksudmu apa sih hyeong?!” balas Ryeowook yang ikut bertanya pula, wajah imutnya tersirat sebuah kekecewaan.

“Kau hamil…iya kan?…”

Duar! Seperti ada percikan api di dada Ryeowook ketika Yesung bertanya seperti itu.

“…Sungrae tadi menemuiku…dia bilang…kau hamil…”

Bukan percikan api lagi, kali ini seperti menara namsan meruntuki tubuh dan jiwa Ryeowook.

“…Jawab aku…Ryeowookie…”

Sebelum menjawab Ryeowook memutuskan untuk mendekati Yesung untuk memberinya sebuah pukulan dikepala besar pria itu,”Bodoh sekali!” teriak Ryeowook kesal. Kali ini memukul dada bidang Yesung yang terlapisi blazzer hitam,”Hyeong sangat bodoh mempercayai setan kecil itu!” ingin memukul kembali namun wajah Ryeowook menjadi memerah. Kedua matanya berair kemudian, Ryeowook hampir menangis,”Aku ini milikmu tahu?!…” lirihnya yang semakin bernada kecil. Ryeowook rasanya ingin menangis, apalagi ketika kedua tangan Yesung menyentuh kepalanya dan mendorong kepala itu kedekapannya.”Tentu…kau milikku, hanya aku yang boleh menyentuhmu…” jawab Yesung kepadanya,”Maafkan aku baby.” Tambahnya.

.

.

.

.

.

“BUAHAHAHAHAH!!! Sungguh??!!!” Yesung tertawa geli. Ryeowook menceritakan semua kejadian yang ia alami tadi sore kepada Yesung, hingga membuat kekasihnya itu paham mengapa Sungrae sampai menceritakan fitnah keji itu kepadanya.

“Jangan tertawa! Itu juga semua salahmu hyeong...” kata Ryeowook. Kedua mata sipit Yesung menjadi membulat karena heran,”Eh? Kenapa karena aku?! Memang aku salah apa?!!” tanyanya. Ryeowook mengerucutkan bibir manisnya, malu untuk mengungkapkan yang sebenarnya.

Hm?” Yesung masih menunggu jawaban dari Ryeowook yang sedang memainkan kancing blazzernya. Tatapan mata mereka kemudian bertautan saling mengisi kekosongan kornea. Ah, andai itu bukan taman, mungkin Yesung sudah bernafsu untuk mencumbu kekasih manisnya itu sekarang juga. Tapi maaf, Yesung masih punya batasan untuk bermesraan. Setidaknya bukan ditempat umum seperti sekarang.

“Itu karena…aku…penasaran dengan rasa strawberry yang kurasakan…saat kita berciuman minggu lalu itu…” jawabnya dengan tersipu malu, bahkan Ryeowook sengaja memalingkan wajahnya agar tak memandang Yesung. Yang ada hanya hiasan merah merona di kedua pipi Ryeowook—dan membuat Yesung semakin terpesona.”Oh…itu…”

Mereka bertatapan lagi sekilas, tapi keduanya langsung menghindar.

“Sebenarnya, bukan karena strawberry apa yang kumakan sebelum kita…berciuman…” ujar Yesung. Perlahan pria yang lebih tinggi dari Ryeowook itu mendekatkan bibirnya ditelinga Ryeowook, dan berbisik sesuatu,”…Mungkin karena sensasi ciuman panas kita, jadinya…”

JDER. Pukulan tanpa basa-basi itu langsung Ryeowook hantamkan di perut Yesung.”Dasar mesum!” Ujar Ryeowook dengan kedua pipinya yang semakin matang memerah delima.

Yesung tak merasakan sakit dari hantaman itu, malahan ia tertawa kecil melihat tingkah pacar nya tersebut. Yah, kehadirannya membuat hidup berwarna. Sikap Ryeowook yang seperti anak kecil dan sering menunjukan sisi polosnya menjadi warna sendiri dikehidupan Yesung. Semakinnya ingin berterima kasih pada Tuhan karena dipertemukan oleh pria seperti Ryeowook. Dan Yesung menjadi sadar, jika tak selamanya cinta sesama jenis itu menyakitkan.

“Sudahlah aku ingin pulang, aku tidak ingin Daddy ngomel.” Pamit Ryeowook tapi ia sendiri belum beranjak meninggalkan tempat,”Ya sudah pulang sana~ kenapa masih berdiri dihadapanku?!” balas Yesung.

Ryeowook memicingkan kedua matanya,”Ish…harusnya peka sedikit hyeong. Harusnya kau antar aku! Bodoh nih.” Ujar Ryeowook yang langsung membalikan tubuhnya untuk berjalan menuju rumah.

“Hehh!” panggil Yesung tak percaya jika pacarnya itu benar-benar akan pulang meninggalkannya.

“Hehh Ryeonggu~ kau tidak ingin merasakan rasa strawberry lagi?!” goda Yesung dengan senangnya.

Hyeong bodoh ah!”

.

.

.

Ryeowook sudah rapi dengan piyama bergambar jerapahnya. Tatapannya memperhatikan wajahnya sendiri pada cermin besar dikamar mandi. Lalu ia mengambil sebuah pasta gigi anak-anak yang memiliki rasa pasta strawberry. Ryeowook mencium tube pasta gigi tersebut lalu tersenyum geli,”Saranghaeyo Yesung hyeong.” Ucapnya.

Disebelah Ryeowook, Sungrae juga sudah rapi dengan piyama tidurnya. Setelah menggosok gigi, Sungrae mengambil handuk kecil untuk mengeringkan mulutnya yang basah. Lalu diambilnya pasta gigi yang masih sejenis dengan pasta gigil milik Ryeowook. Sungrae menciumi tube pasta itu juga,”Saranghaeyo Yesung oppa~” katanya dengan nada riang. Ryeowook menajamkan pandangannya yang memperhatikan Sungrae dari pantulan cermin,”Tch! Setan!” ujar Ryeowook.

Pintu kamar mandi dibuka oleh kedua Daddy mereka—Kim Heechul.”Aigoh kalian berdua masih disini? Cepat tidur sana!” usirnya yang ingin bergantian menggunakan kamar mandi keluarga tersebut. Ryeowook dan Sungrae memang sudah mengantuk. Setelah menggosok gigi keduanya langsung bergegas kekamar masing-masing untuk segera tidur.

“Hehe…” Heechul mengambil pasta gigi-nya, lalu menciumi tube tersebut,”…Saranghaeyo Bu Guru Hankyungie~”

.

.

.

.

[The End] finish 2013-06-29

.

.

.

EPILOGUE

 

“Sungrae memberikanku pasta gigi rasa strawberry. Karena dia bilang, dia sangat suka dengan suaraku, jadi aku harus menjaga kesehatan mulutku, lalu ia memberikanku pasta gigi rasa strawberry itu. Setelah itu aku selalu memakainya setiap hari. Dan saat…kita berciuman panas waktu itu…”

 

“Stop hyeong mesuuuuuuuum”

Advertisements

Responses

  1. mwo?! hankyung jadi yeoja??????? #nangis aigoo, eonni udah lama gak update aku kangen banget kamu bikin FF yewook lagi T_______T TROLL, jadi ceritanya wookie saingan ama sungrae nih ya? aku tadi mikirnya strawberry itu lipgloss[?] yang dipake yesung, gak taunya odol yang dikasih ama sungrae -______- hohoho, hwaiting eon~ aku tunggu yewook-nya lagi ^.^9

    • kemaren lama terjebak di dunia yg gak jelas, jadinya lagi mau balik ke ffworld. HEHEHEHEHEE~~ sekarang lagi jamannya uke jadi seme [?] hankyung cantik juga jadi uke~
      ghamsa udah review ❤

  2. eh ini manis banget X3 kkkk
    annyeong eonni ^^~ aku pernah komen ff mu di ffn :3 kkk
    aku nyari2 wpmu dan baru ketemu sekarang :3 kkk
    eonniiii, aku kangen FF 342407 Dimensions ㅜㅜ berharap eonni mau lanjutin :3 kkk
    hwaiting eonni XD

    • siapa yang manis? aku? makasih ;3 kekekeke
      oh neee welcome welcome to my blog!
      huhuhuhu ini lagi proses pembentukan kelanjutan 342407 D, pasti ku lanjut kok tapi gak tauk kapan bakal selesai…actually ive lost my feelings for this ;;_;;
      makasih buat comentnya ^^

      • Iya manis sampe disemutin eon *^*r kkk XD
        Aku merindukan ff ituuuu ;A; *garuk2 tanah* (?)
        Oke, aku akan tetap menunggu kelanjutannya eon XD kkk
        Hwaiting!

  3. kyaaaaaa yewook.a manissss
    wookpa jga manisss bgeett…
    oppa mending makanannya buat aq aj tuch dri pda mubazir g baek #ngkutin kta wonpa
    ige mwoya?!? ni yeppa am wookpa kn dah tua knp pke pasta gigi rsa strawberry?? lol

    • sesujuuuuuuuuuuuuuu yewook emang selalu manis <333333


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: