Posted by: blackcloudies | May 30, 2013

[Fanfiction/Chaptered] Their Love Story – Chapter 1

sj-4

Title : Their Love Story

Author : Blackcloudies

Cast : Main! Siwon/Kyuhyun, break!Siwon/Leeteuk, Kangin/Leeteuk, Kids!Yesung!Ryeowook!Henry slight!Eunhyuk/Donghae

Genre : AU/Romance/Drama/BoysLove/Mpreg

Rating : T – M

Length : Chaptered

Disclaimer : The casts are belong to GOD and themselves. “Their Love Story” © Mine.

Warning : [!] This is boys-love story with mpreg. [!!] Mentions double ratings (Teen/Mature) [!!!] Unbetaed

—————-

Chapter 1

What’s Your Name? (Siapa Namamu?)

.

.

.

 

Malam yang dingin didampingi oleh gelapnya suasana menjadi teman baik seseorang pria yang sedang berjalan seorang diri kini. Ia seperti tanpa arah, hanya berlalu mencari sesuatu yang ia pun tak tahu apa yang sedang dicarinya.

Terus melangkah hingga ia terhenti pada sebuah gedung sederhana yang ia pastikan masih ada sedikit keramaian didalamnya. Sebuah bar.

 

Pria itu masih mematung sebelum pada akhirnya ia memutuskan untuk memasuki gedung tersebut—tempat yang sama sekali belum pernah ia jajali. Huh, ia hanya teringat kata seorang teman yang pernah berkata”Berada di bar bisa membuatmu senang dan melupakan kepenatan hidup bro.” Mungkin itu pula yang membuat Siwon—pria tadi—memutuskan untuk mencoba saran sang teman.

 

Suara bising dan harum alkohol adalah kesan pertama yang dirasa Siwon ketika dirinya menjelajahi ruang besar nan gelap tersebut. Kedua matanya terasa asing melihat suasana ramai yang begitu kentara jika dibandingkan dengan suasana gelap yang sebelumnya ia jumpai saat berjalan tadi. Dan wow, itu cukup membuat dirinya pusing sesaat.

 

“Tampan, kau sendirian?” suara manja dari mulut seorang wanita sexy menggodanya—menghentikan langkah Siwon yang tadinya memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut.”Uhm, maaf sepertinya aku salah tempat.” Jawab Siwon pelan. Tak mau mendengar, wanita sexy tadi malah tak sopan menggerayangi tubuh gagah Siwon. Kedua tangannya mengusap lembut leher Siwon hingga menuju kerah dan dada bidangnya—mencoba membuka satu persatu kancing kemeja putih yang sedang Siwon kenakan.”Ah, Nona maaf.” Ucap Siwon sembari menahan kedua tangan mulus yang sedang menggodanya. Siwon tak tergiur memang, tapi wanita sexy dihadapannya sudah terpengaruh alkohol sepertinya. Itu membuat Siwon agak sulit bergerak. Iman-nya masih begitu kuat, sebisa mungkin Siwon tetap menghalangi jemari-jemari yang nakal itu agar tak membuatnya telanjang, mungkin?

 

“Kau menghalangi jalanku, Krys!!” hertak seorang pria muda dibelakang mereka. Wanita sexy tadi agak terganggu dan segera menoleh ke sumber suara. Mungkin merasa namanya disebut.”Pft…sial. Bocah penggangu!” ucap wanita itu yang akhirnya memutuskan untuk berlalu ketempat lain seorang diri.

 

“Tuhan…” lirih Siwon diakhiri nafas lega yang panjang. Beruntunglah dirinya karena hal itu setidaknya membuat Siwon selamat dari wanita sexy tadi. Dan kata terima kasih sepertinya layak untuk ia ucapkan pada pria muda tadi.

 

“Hey terima kasih.” Ucap Siwon pada pria muda yang tadi menghertak wanita sexy bernama Krys itu. Pria itu tak bergeming, sepertinya alkohol juga sudah mempengaruhi fikirannya, Ia hanya berjalan agak gontai menuju meja utama bar.

 

“Hey…” panggil Siwon lagi, tapi pria itu masih tak dengar. Siwon malah memutuskan untuk mengikuti pria itu—berjalan dibelakangnya hingga kedua duduk bersampingan di sana, di bangku bar dengan sebuah meja berwarna hitam dihadapan mereka.

 

“Berisik sekali, untuk apa berterima kasih?!” ucap pria itu kesal sembari mengacak-acak rambut coklat lembutnya tersebut.

 

“Oh. Berkat kau tadi, aku tidak jadi diganggu wanita itu.”

 

Dengan kedua mata yang terbuka setengah, pria itu menoleh—memperhatikan wajah Siwon disebelahnya dengan senyuman sedikit sinis.”Di tempat ini, di goda wanita kan sudah wajar. Jangan terlalu alim lah.” Katanya.

 

Siwon tak tersinggung, tapi ia ingin meluruskan sesuatu,”Tapi aku baru pertama kali ke tempat ini…jadi…” tak sempat melanjutkan perkataannya, dua buah gelas berisi wine penuh menghiasi meja dihadapan mereka berdua.”Ayo kita minum!” ucap pria itu, mengajak. Siwon menggeleng,”Tidak, aku tidak minum alkohol.” Jawabnya.

 

“Untuk apa kau ke Bar jika bukan untuk bersenang-senang?! ayo minumlah…” ajak pria itu.

 

Siwon diam tak bergeming. Kebingungan di fikiran dan hatinya menjadi satu. Dan sebuah pertanyaan terbesit difikirannya,’Apa dengan cara ini aku bisa…senang?’. Dengan perlahan jemari tangan kanannya menyentuh gelas tersebut. Merasakan dinginnya dinding gelas yang berisi air surga tersebut. Siwon pun menenggaknya hingga tak tersisa dan membuat pria muda disebelahnya tercengang.

 

“Tsk. Kau yakin tidak pernah minum sebelumnya?”

 

Siwon menyeka sedikit wine yang membasahi pinggir dagunya, lalu tersenyum pada pria itu.

 

.

.

.

 

Harum apel tercium saat Siwon sadar matahari pagi sudah muncul. Ia mencoba menyadarkan dirinya—memaksakan kedua mata kantuknya itu untuk terbuka lebar dan melihat betapa indahnya dunia pagi. Dan sungguh, pagi itu memang sangat indah—

 

‘Astaga Choi Siwon—apa yang sedang kau…’ jantung Siwon berdegup cukup keras saat menyadari ia telah berbuat salah atas apa yang telah dilakukan semalam. Ia segera duduk dari tidurnya dikasur hotel yang sangat berantakan tersebut. Agak pusing kepalanya, tapi lebih pusing terasa saat ia menoleh kearah kiri—melihat sosok pangeran muda yang masih tertidur tengkurap dan membiarkan pundak polosnya yang putih, tak tertutupi selimut hingga ke pinggang. Yeah, tak berbeda jauh dengan Siwon yang hanya mengenakan celana jeans-nya saja, walau relsleting nya terbuka hingga kebawah.

 

“Jesus…” lirih Siwon.

 

.

.

.

 

Agak terburu-buru Siwon menggunakan kemeja yang semalam ia pakai dan merapikan dirinya agar ia tak telat untuk pekerjaan baru yang sudah menantinya. “Bodoh.” Dengan pelan ia merutuki dirinya sendiri dari tadi, menyesalkan semua kejadian yang ia alami dari semalam hingga pagi kini.

 

“Unngghh…” pria yang semalam ‘menemani’ Siwon ternyata sudah hampir bangun. Ia menggeliat sebentar sebelum pada akhirnya tersadarkan kalau ada yang salah dengan dirinya. Siwon hanya terdiam kaku melihat pria tersebut yang perlahan bangkit dari mimpinya, takut kalau pria itu akan mengamuk atau apalah.

“Brengsek!” kesalnya. Ia mengacak-acak rambutnya yang memang sudah berantakan. Frustasi. Pria itu memang sering mengunjungi bar untuk mencari “kesenangan” tapi bukan berarti ia sering menghabiskan waktu malamnya dengan orang lain didalam sebuah kamar hotel. Cukup wajar rasanya jika pria itu merasa kesal. Tapi, siapa yang patut dipermasalahkan, semua sudah terjadi. Cumbu mesra yang dipengaruhi alkohol menjadi saksi dosa mereka berdua.

 

Langkah kaki Siwon berjalan mendekai pinggir ranjang—tempat pria muda tadi masih duduk dengan kesal diatasnya. Siwon langsung bersimpuh di depan ranjang itu dan kepalanya ia sengaja tundukan—sangat merasa bersalah hingga tak berani menatap wajah pria yang ia cumbui itu.”Aku sungguh tidak ingat apa-apa—dengan kejadian semalam. Tapi…” Siwon mengambil jeda sebentar untuk memberanikan diri menatap kedua mata sedang menatap datar padanya.”…Jika aku menyakitimu, aku sungguh minta maaf.”

 

“Ku harap kita tidak akan bertemu lagi, Tuan.” Balasnya dengan dingin. Siwon segera mengangguk,”Ya ya. semoga. Sekali lagi aku minta maaf atas kesalahan ini…”

 

“Hn.” Pria itu hanya berdehem. Wajahnya semakin pucat karena rasa kesal bercampur malu.

 

Siwon berdiri kembali,”Aku harus segera pergi. Maaf meningalkanmu terlebih dulu.” Ujarnya. Baru berbalik, Siwon kembali memperhatikan sosok pria yang lebih muda darinya tersebut.”Uhm, boleh aku tahu, siapa namamu?” bukannya sok ingin kenal, Siwon hanya ingin meminta maaf sekali lagi padanya, secara sopan dengan menyebutkan nama.

 

Pria itu berdecik sebal,“Tidak perlu tahu lah. Kan kita berdua tidak akan bertemu lagi.” Jawabnya.

 

.

.

.

.

.

 

 

 

 

Choi Siwon.

Ia menuliskan namanya sendiri pada sebuah papan tulis besar yang terpajang didepan kelas—didalam sebuah sekolah menengah atas swasta, tempat kerjanya yang baru. Menjadi seorang guru honorer yang bertugas mengajar bahasa inggris, itulah dirinya.

 

“Baik, kalian bisa memanggilku apapun, Mr Choi, Mr Siwon—asal itu masih sopan.” Ujar Siwon memperkenalkan diri pada lingkungan barunya tersebut. Para siswi sepertinya menyukai guru bahasa inggris mereka yang baru, terbukti dari wajah semangat dan berseri mereka saat pertama kali Siwon memasuki kelas. Dan siswa yang lain lebih tak menghiraukan.

 

“Any question?” tanya Siwon dengan senyuman ramah—berharap senyumannya akan dibalas dengan sikap baik oleh semua siswa dan siswi barunya. Beberapa tangan mengaju untuk mencari perhatian sosok guru tampan semacam Choi Siwon,”Ya. kau?” Siwon mengunjuk seorang siswi manis yang duduk dibangku deretan depan.”I can’t speak english. But…erm…berapa usiamu? Kau masih terlihat muda Sir?” tanyanya dengan malu-malu, seisi kelas langsung bersorak ramai. Siwon hanya bisa tertawa sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan tadi.”Hum. I’m 25 years old.”

 

Deru pujian kembali mengisi kelas. Tapi menjadi sunyi kembali saat pintu kelas terbuka secara tiba-tiba.

 

“Maaf aku terlambat.” Ujar seorang siswa yang membuka pintu barusan. Seisi kelas memperhatikannya, termasuk Siwon.

 

‘Tidak perlu tahu lah.

…Kan kita berdua tidak akan bertemu lagi.’

 

Sungguh?

 

Murid itu hampir tersentak saat melihat sosok Siwon berdiri didepan kelas.’Si brengsek?!’ benaknya. Tak berbeda jauh dengan Siwon yang kini menatapnya dengan rasa tak percaya.”K-kau…murid disini?” tanyanya gugup. Siswa itu—yang ternyata teman kencannya semalam—hanya mengangguk dua kali dengan kaku.

 

“Kau—sedang apa dikelasku?” tanyanya kembali.

 

“Aku—guru…guru baru.” jawab Siwon sekenanya.

Tak ingin berlama dan membuat murid lain bingung atau penasaran, Siswa itu memilih berlalu menuju tempat duduknya yang berada dideretan paling belakang.

 

“Tunggu.” Tapi sial Siwon mencegahnya saat ia sudah berjalan hampir ditengah kelas, ia pun berbalik.”Apa?” tanyanya.

 

“Siapa namamu?”

 

Desahan pelan ia hembuskan—baginya terasa lucu mendengar pertanyaan yang tadi pagi juga ditanyakan untuk dirinya, dengan orang yang sama pula. Lucu. Yang padahal ia sudah janji kalau tak akan ada pertemuan kembali antara mereka, tapi ternyata…

 

“Semua murid sudah memperkenalkan diri. Hanya kau saja…” ujar Siwon lagi memperjelas maksudnya.

 

Pria itu mengalah.”Cho Kyuhyun.”

 

Namanya Cho Kyuhyun, ternyata.

 

“Uh Sir!!” seorang siswi lain menginterupsi keadaan. Kyuhyun—siswa yang menemani Siwon berkencan semalam segera menempati bangku kelasnya, dan Siwon pun melanjutkan perkenalan yang sebelumnya tertunda. Mereka berdua berusaha seprofesional mungkin untuk menutupi kejadian dosa semalam.

 

“Ya? ada apa?” Siwon beralih pada siswi yang berinterupsi itu.

 

“Bisakah kita lanjutkan pertanyaan tentang anda Sir?” tanyanya dengan menahan senyum. Siwon mengangguk,”Baiklah, satu pertanyaan lagi setelah itu saya akan langsung mengajar.” Jawabnya—masih mencoba menahan diri dari bayangan-bayangan akan seorang, Kyuhyun.

 

“Sir!” kali ini tangan seorang siswa yang mengaju—sepertinya ia siswa tertinggi dikelas.

 

“Ya?”

 

“Apa kau sudah berkeluarga?” tanyanya yang lantas membuat dirinya menjadi bahan tontonan,”Huh Zhoumi kenapa bertanya seperti itu!!” teriak siswi berponi yang duduk didepan Zhoumi—siswa yang bertanya lagi.”Halah munafik, kalian juga ingin tahu status guru itu kan?!” balas Zhoumi tak mau kalah.

 

Kyuhyun tak tuli, ia pun mendengar pertanyaan dari Zhoumi—dan ia pun dibuatnya penasaran. Mungkinkah ia lajang atau sudah memiliki kekasih?

Dengan tatapan menyelidiki, Kyuhyun memeperhatikan si guru atau si brengsek itu yang bersiap untuk menjawab. Sial lagi, pandangan keduanya beradu. Tapi raut wajah Siwon menjadi serius, dan sebuah anggukan kepala ia perlihatkan.”Yes.” jawabnya.

 

“I’m married and I have a son who is five years old.” Tambah Siwon lagi.

 

Petir dan getir rasaya bersatu bergulat difikiran Kyuhyun. Bagaimana bisa? jadi ia telah mengahabiskan sebuah malam indah dengan seorang pria yang sudah menikah malah sudah memiliki seorang putra.

 

‘Brengsek.”

 

.

.

.

.

.

 

TBC

[2013-05-25]

 

a/n : udah lama terpuruk dalam kesakitan ‘writer block’ akhirnya saya kembali dengan chaptered ini. Dengan pairing baru, pen-name baru, kehidupan baru lol…author ini kembali mencoba jatuh cinta pada dunia fanfict—yang sebelumnya telah terombang ambil didunia penuh fake, dan akhirnya kembali lagi kedunia penuh imajinasi ini. Tsk… // Yesung: ngomong dengan siapa kau?! -_- // untuk siapapun yang baca~ 😄

Advertisements

Responses

  1. shajsgjkkksgjskkahsjkahs ff baru! chaptered! Wonkyu! OMG!!!
    ini aku penasaran bangetttttttt kelanjutannya aahh sepertinya story mereka akan sangatt menarik :3333333
    Tapi apa iya guru baru nan tampan itu udah punya anak?? Aaaaaaah updatenya jangan lama2 ne authornim? :))

    • makasih udah jadi yg pertama baca 😄
      wkwkwkwk~ semua pertanyaan pasti bakal kebales di chapter selanjutnya 😉

  2. yeay, akhirnya eonni nulis wonkyu juga!!!!! ehk, itu perkenalan yang nyesek~ seems interesting, I’ll be waiting for the next chap! hwaiting~ ^.^9

    • iyanih akhirnya bikin chaptered buat OTP sendiri ;~; dan berani mublish juga *prok prok prok*
      thanks for support this! ^^

  3. Omo ternyata Kyu? ! q kira Teukie..
    married and have son! !
    apa yg Wonnie lakukan d bar?? o_O

    • siwon lagi stress waktu itu karena masalah rumah tangganya ama iteuk lagi berantakan, terus dia kebar nyari inspirasi deh kayaknya (?) ._.

  4. waaaaaahhhhh suka banget ffnya
    ikut baca chingu……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: