Posted by: blackcloudies | May 30, 2013

[Fanfict/Chaptered] HOME – Chapter 1

tumblr_ly6ki8maIv1r93vfuo1_500

Title : Home

Author : Blackcloudies

Cast : Brothership!Yesung,Kyuhyun,Ryeowook, Kyuhyun/Sungmin, slight!Siwon/Sungmin,Siwon/Yesung!later, incest!Yesung/Ryeowook/Kyuhyun, later!Henry/Ryeowook, slight!Yesung/Kibum, Hangeng/Heechul, Eunhyuk/Donghae, Leeteuk/Kangin, Shindong, straight!Zhoumi/Zhangliyin.

Genre : Family/Brothership/Romance/Angst/Sho-ai in to YAOI

Rating : PG15 in to PG17

Length : Chaptered

Summary : Mereka di pisahkan—terpisahkan, tapi mereka mencoba untuk berkumpul kembali. Seperti dulu, menjadi satu. Di rumah mereka. KRY

 

WARNING : YAOI maintype !slight straight(ZhouZhang) — RANDOM COUPLE!!! Mpreg?

————

Home.

= = = = = Chapter 1 = = = = =

Please Come Home.

———–

GYEONG-JU

Rumah sederhana itu terlihat kecil jika kita melihatnya dari bawah bukit –tempat dimana bangunan indah itu berdiri.

Tapi begitu mendekat, akan terasa sekali kalau rumah itu begitu besar, asri, sejuk—tanpa harus menunjukan sisi mewahnya.

Ada bagian yang kaya dari rumah tersebut.

Bukan dari arsitektur rumah yang di buat dengan mengeluarkan uang jutaan dollar, tapi begitu kaya dari cinta yang menghiasi sela-sela rumah itu. Siapapun juga pasti merasakan kekayaan abadi tersebut. Sebuah keluarga.

“Aku mau ikut Mama!!” Ryeowook kecil yang masih berusia tujuh tahun itu merengek di tengah sofa sambil memeluki boneka jerapahnya.

“Mama dan Papa hanya sehari saja Wookie,” jawab sang Mama yang duduk di sampingnya.

Nyonya Kim dan suaminya adalah sepasang sosialita yang sangat peduli dengan lingkungan dan alam sekitar. Mereka sering melakukan perjalanan keluar daerah hanya untuk mengikuti bakti sosial alam atau kegiatan semacam lain. Biasanya ketiga putra mereka selalu di ajak ikut dalam acara tersebut, tapi kali ini tidak.

“Papa sudah janji mau ajak aku memancing di danau biru bersama Jongwoon-hyung dan Kyuhyun-Hyung, berarti kita tidak jadi pergi dong Pa?” tanya Ryeowook lugu kepada sang Papa yang duduk di samping sisinya yang lain. Mr Kim hanya tersenyum sembari membelai halus rambut coklat Ryeowook,”Maaf. Sepertinya tidak bisa Wookie. Lain kali saja ya?”

Ryeowook kembali meneteskan air matanya yang menjatuhi tubuh boneka jerapah. Ia sedih. Tapi ia tak akan sesedih nanti, saat suatu bencana menimpa keluarga mereka.

.

.

.

.

.

Ketiga anak laki-laki itu duduk bersama, melingkari sebuah mangkuk besar berisi popcorn. Mereka berselimut kain tebal dan hangat.

“Kapan Mama dan Papa pulang?” tanya Ryeowook, si bungsu.

“Mereka kan’ baru pergi satu jam, masa kau sudah kangen sih’?” ujar Kyuhyun yang lebih tua 3 tahun dari umur Ryeowook.

Hujan. Dingin.

Suara deringan telfon rumah membisikan ruang tengah tersebut. Jongwoon kakak tertua, langsung berlari menuju sebuah meja kecil tempat telfon itu berdering. Ia mengangkatnya,”Ya? Hallo…” jawabnya. Pandangannya serius –kelamaan berubah menjadi raut wajah besedih.

“Bohong! Anda bohong kan’ tuan? Itu—tidak mungkin…” Jongwoon sudah terisak sedih saat menjawab telfon dari seberangnya. Tangan dan bibirnya bergemetar.

Kyuhyun penasaran dengan apa yang sebenarnya Jongwoon dan Tuan itu bicarakan, ia segera berdiri dari duduk dan mendekati Jongwoon. Ryeowook pun mengikuti Kyuhyun dari belakang.

Hyung ada apa?” tanya Kyuhyun,”Ada apa Hyung?” tanya Ryeowook mengikuti.

Jongwoon menutup telfon itu. Kepalanya tertunduk, ia menangis—membasahi pipinya dengan kesedihan yang luar biasa.

“Pa…Papa dan Mama, m-meninggal.”

.

.

.

.

.

Suasana rumah asri itu penuh dengan nuansa warna hitam. Semua orang yang hadir meramaikan rumah itu juga datang mengenakan pakaian serba hitam.

Isak tangis terdengar dari beberapa orang yang menyayangkan kepergian Tuan dan Nyonya Kim tersebut. Tapi bagaimanapun, kecelakaan pesawat tadi siang sudah membuat takdir yang sedih seperti ini.

‘Aku masih 12 tahun Pa, Ma…aku takut aku tidak bisa menjaga Kyuhyun dan Ryeowook.’ Lirih Jongwoon dalam hati. Kedua mata basahnya memperhatikan dua potret yang terpajang di depan dua peti mayat yang terbuat dari kayu jati.’Aku takut…’ tambahnya.

Kyuhyun yang di sampingnya hanya bisa berdiri kaku dengan wajah pucat.

Hyung…” Ryeowook mendekati mereka berdua, ia menggenggami tangan Jongwoon di kanannya dan tangan Kyuhyun di kirinya. Ryeowook memperhatikan kedua wajah Hyung-nya yang sedang bersedih. Umurnya masih sangat kecil untuk mengetahui apa itu makna dari ‘Kematian’.

“Kenapa Papa dan Mama tidur di sana Hyung? Kenapa banyak orang di sini?” tanya Ryeowook. Tidak ada balasan dari kedua Hyung-nya.

Hyung…”

=====

To be continued

Advertisements

Responses

  1. lanjut…ini sangat pendek masih belum jelas ceritanya,,,

    • okeeeesip kk

  2. pls continue this^^

    • i will ^^ thanks for ur support!

  3. annyeong~~~
    lol kyu jd hyungx wook ,, emang cocokx gitu lmao *digeplak kyu*

    aduh baru chapter 1 dah mnggal aja clon mertuaq(?) kkk~

    lanjutt

  4. Hua.. Mereka masih kecil tapi sudah mengalami hal tersebut… Aku gak tega T_T ..

  5. Hua.. Gak tega liat Yesung Kyu dan Wookie kya gitu.. Masih kecil begitu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: