Posted by: blackcloudies | April 6, 2013

[Fanfic] Waeyo? (Why?)

Title : Waeyo?

Sequel : Gwaenchanh-ayo

Author : Dweerae /blackcloudies

Pairing : Siwon/Leeteuk

Genre : Romance

Length : Oneshot

Rating : PG17

Language : Bahasa

Music : Y – by Super Junior

 

Summary : Hingga sekarang masih bisa menyimpan rasa cinta ini padamu. Tapi pertanyaan lain, sampai kapan aku mampu menyembunyikannya?

 

Warning : RANDOM. YAOI. Un-Betaed.

 

———–

 

Siwon POV.

 

.

.

.

 

Aku manusia.

 

Walau banyak yang bilang aku ini sempurna atau—hampir sempurna. Toh, aku tetaplah seorang manusia biasa. Aku bukan Tuhan.

 

Dan…

 

Aku yakin dia juga manusia.

Walau banyak yang bilang dia seperti malaikat. Malaikat yang tak memiliki sayap.

 

Dia, yang ku cintai. Sejak lama ini.

 

.

.

.

 

“Kangin-ah, menurutku akan lebih cocok jika kau memakai jas putih yang pernah kita pakai saat perform sorry-sorry.”

 

Aku sedang menatap layar laptopku, tapi tidak dengan telinga dan fikiranku.

 

“Kangin-ah!! Ah, aku benar kan kau pasti cocok memakai jas itu!”

 

Suara-suara Leeteuk-Hyung tersaring dengan jelas di telingaku. Tidak tahukah dia, sedari tadi aku mendengarkan semua itu. Semua percakapannya dengan Kangin-Hyung di backstage music bank hari ini. Dan aku, cukup cemburu karna itu.

 

“Um…” ku tinggalkan laptop hitam yang masih menyala itu di atas meja rias. Aku berdiri, niatnya mau pergi keluar sebentar. Tapi…dia mencegahku.

 

“Mau kemana Siwonnie? Setengah jam lagi kita tampil.” Tanya Leeteuk-Hyung. Aku menggeleng beberapa kali,”Aku—aku hanya ingin mencari udara segar saja,” jawabku pelan,”…Di dalam begitu sesak.” Tambahku lagi setelahnya berjalan pelan meninggalkan ruangan kami.

 

.

.

.

 

Musim dingin.

Sedingin perasaanku kah’?

Dan, hangat…sehangat tangan yang merangkulku tiba-tiba saja.

“Siwonnie…kau bisa masuk angin jika di berdiri di luar balkon lama-lama.” Ujar seseorang dengan suara lembutnya—seorang ‘Hyung’ yang menemaniku dalam rangkulannya.

 

Dia…

 

“Ck, sudah terbiasa Hyung…aku bahkan pernah syuting dalam cuaca yang sangat-sangat dingin lebih dari ini.” Jawabku sedikit menoleh kearahnya dengan perasaan yang tiba-tiba berdebar seperti ini.

 

“Tetap saja kan dingin,” ujarnya sembari menepuk pundakku sekali lalu berlalu pelan meninggalku sendirian lagi.

 

Kau…

 

“Leeteuk-hyung…” panggilku padanya, mencegahnya untuk pergi. Ia pun berbalik dan mendekatiku lagi,”Waeyo?” tanyanya.

 

Aku membalikan badan dan menyender pada pinggir balkon yang terbuat dari tekstur kayu, lalu memperhatikannya dan bertanya satu hal,“Apa—kau pernah…eum…,” aku ragu.

 

“Ne? Pernah apa Wonnie?” Leeteuk-hyung mendelik penasaran.

 

Bingung.

Aku menunduk sebentar. Ya, sudah terlanjur ingin bertanya padanya, bagaimanapun harus aku lanjutkan walau entah jawaban apa yang akan keluar dari mulutnya.

 

“Aku ingin bertanya padamu Hyung, apa…kau pernah menyembunyikan perasaanmu pada kejujuran?” tanyaku tanpa basa-basi dan yeah terkesan aneh mungkin?, dan sepertinya Leeteuk-hyung sedang mencari jawaban untuk pertanyaanku barusan.

 

“Huh…” Leeteuk-hyung membuang nafas berat. Lalu ikut menyender di pinggir balkon yang sama denganku.”Setiap perasaan manusia itu selalu jujur Siwon-ah, kau tidak akan bisa bohong pada perasaannmu.” Tambahnya menjawab pertanyaanku.

 

“Tapi…bagaimana kalau, aku takut pada perasaanku sendiri. Aku takut mengakuinya.” Ujarku kembali dan obrolan ini menjadi sangat serius. Aku sangat suka ini, ketika berbicara padanya hanya berdua saja.

 

Namun yang ku dengar malah suara dercik tawa dari Leeteuk-hyung, lalu kurasakan sebuah pukulan kecil ia beri pada lengan kananku,”Waeyo?!” tanyaku memperhatikan wajannya yang tenang tersebut. Like an angel.

 

“Siwonnie…apa perasaan yang kau maksud itu tentang cinta?!” tanyanya padaku seakan mengunci rapat tepisan yang akan kujadikan alasan dan aku hanya bisa menggeleng.

 

Aku hanya bisa memberinya senyuman, ia pun ikut tersenyum pula dengan beragam fikiran di benaknya.

“Jangan pernah takut pada perasaanmu sendiri Siwon, karena itu akan menyakiti dirimu sendiri, jujurlah.” Tambahnya yang semakin membuatku kalah untuk menjawab.

 

“Aku…aku hanya…” lidahku kelu. Aku hanya bisa terdiam kemudian.

 

Dingin.

Hawa dingin semakin membekukan suasana. Matahari membayangkan warna jingga yang cantik, tapi maaf aku tidak bisa melihat lama-lama keindahan Tuhan tersebut. Semua member pasti sudah menunggu di stage untuk pre-recording.

 

Dan obrolan tadi, harus terpaksa ku putuskan.”Ayo kembali hyung. Sebentar lagi kita harus tampil.” Ucapku seraya beranjak untuk mengajaknya kembali kedalam ruangan. Tetapi tangan kanan yang hangat itu menahan kepergianku,”Waeyo?” tanya sang pemilik tangan sekali lagi—kali ini terlihat begitu serius.

 

“Apa nya?” balasku dengan nada pelan dan memperhatikan kedua mata malaikat itu yang kini jaraknya hanya beberapa centimeter saja dari wajahku.

 

“Katakan apa yang ingin kau katakan Siwonnie?” ujarnya,”…Kau tahu kan’…Hyung tidak suka dengan pembicaraan yang terputus seperti ini. Jadi katakan apa yang ingin kau bicarakan sebenarnya.” Tambah Leeteuk-hyung lagi.

 

Entahlah. Tatapan berbeda dari pria ini semakin membuatku ingin jujur saja padanya, pada perasaanku. Tapi, masih saja perasaan takut selalu membayangi.

 

“Waeyo?” tanyanya lagi.

 

Semilir angin menemani kami berdua di sore yang dingin ini. Aku yakin bahwa Tuhan bersama kami juga. Dan aku sangat yakin Tuhan pasti tahu dengan perasaanku saat ini.

 

“Kau benar hyung. Ini semua tentang perasaan…yeah…yang orang bilang di sebut dengan cinta.” Jawabku mencoba menenangkan suasana.

 

Kurasakan eratan tangan kanan Leeteuk-hyung semakin melemah, perlahan eratan itu terlepas.

“Aku sedang jatuh cinta.” Ujarku lagi dengan berani, dan tak ada respon apapun darinya. Leeteuk-hyung hanya menatap datar wajahku.

 

Kukira hujan yang akan turun setelah hawa dingin menyelimuti kota ini, tapi ternyata butiran salju kecil menjatuhkan diri dari atas sana. Seakan menjadi penghias moment sunset bersamanya. Bersamanya.

 

“Dengan siapa?” tanya Leeteuk-hyung yang kulihat di wajahnya tak ada rasa penasaran sama sekali.

 

“Seseorang…” jawabku sekenanya karna tak mungkin berbohong ataupun jujur, karena sungguh kejujuran ini membuatku takut.

 

“Katakan padanya kalau kau jatuh cinta padanya.” Saran Leeteuk-hyung padaku.

 

Katakan padamu, kalau aku jatuh cinta padamu? Tidak. Belum. Jangan sekarang.

 

Aku menggeleng sekali,”Aku tidak mau.”

 

“Waeyo?!! Kenapa tidak mau?!” tanya Leeteuk-hyung. Kedua alisnya bertaut menjadi satu—menandakan rasa penasaran mengapa aku menjawab seperti tadi.

 

“Aku…” ini sulit untuk menjelaskan padanya, tapi bagaimanapun harus ku uraikan alasan-alasan yang ada di kepalaku.”…Karena aku takut jika setelah jujur padanya tentang perasaanku, dia akan menjauh dariku, hyung.” Tambahku.

 

Banyak jeda di antara kami setelahnya, semakin memperburuk suasana canggung ini menurutku.

Namun senyuman tiba-tibanya seakan menenangkan hatiku.”Kau belum tahu apa jawaban darinya Siwonnie, jadi untuk apa takut?” ujarnya. Leeteuk-hyung menepuk pundakku sekali, setelah itu berlalu untuk masuk kembali kedalam gedung. Tapi satu kalimat terakir sempat di ucapkannya untukku,”Orang itu tidak akan tahu—atau malah tidak akan pernah kalau tahu kalau kau tidak mengutarakan perasaanmu padanya, Siwonnie.”

 

Dia menyiksaku, Tuhan.

 

.

.

.

 

Author POV.

 

Langkah kaki Leeteuk masih menyusuri lorong menuju backstage untuk pre-recording. Pandangannya agak semu. Seperti banyak fikiran namun entah fikiran macam apa yang sedang membelenggu.

 

Sebuah poster yang terpasang di sebuah dinding menahannya untuk membuka kenop pintu backstage. Leeteuk berdiri tegak di tengah poster sebuah grup idol yang sudah menjadi jiwanya selama tujuh tahun terakhir. Jemari di kedua tangannya mengusap lembut nama grup idol yang tertulis di tengah poster besar tersebut. Super Junior…

 

‘Nama ini yang mempertemukan kita. Tidak kah kau sadar?’ benaknya dalam hati. Kedua matanya memperhatikan satu figur yang terlihat paling menonjol di poster itu. Seorang visual.

 

‘Ch…’

 

“Hyung!” panggilan familiar itu membuatnya menoleh ke sumber suara,”Siwonnie?” tanyanya melihat Siwon yang berjalan pelan dengan nafas agak tersengal, seperti habis berlari—menyusulnya?

 

Tubuh athletis itu terus berjalan semakin mendekati Leeteuk yang sedang lega karena kehadiran pria itu.”Aku…” Siwon menenangkan dirinya semampu mungkin, sebelum akhirnya mengutarakan apa yang sebelumnya mereka bicarakan.

 

“Waeyo?” tanyanya—sebuah senyuman indah menguatkan Siwon untuk jujur saat itu juga.

 

“Aku mencintaimu, Jungsoo.”

 

Sederhana, klise, namun memiliki makna yang tak terhingga bagi Siwon.

 

“Hn??” Leeteuk menautkan kedua alisnya, tapi tak menampik kalau kedua pipi itu terlihat merona.

 

“Aku tidak ingin menjadi kekasihmu. Aku tidak ingin kita menjalin hubungan kalau karena terpaksa. Aku hanya ingin kau tahu kalau ada perasaan cinta untukmu dari dongsaeng bodoh seperti diriku ini, hyung.” Ujar Siwon dengan suara sudah semakin tenang dan lega. Yah, setelah tujuh tahun, baru sekarang Siwon berani jujur pada perasaannya.

 

“Ya sudah.” Jawab Leeteuk singkat. Sangat singkat tak menunjukan ekspresi apapun. Membuat perasaan menyesal Siwon menggugah.

 

“A-apa maksudmu?” tanya Siwon yang tak bisa menebak dengan jawaban singkat Leeteuk tadi. Tapi kembali kedua tangan hangat itu menjadi satu dengan kedua tangan dingin milik Siwon. Saling bertatapan, menyatukan pandangan.

 

“Aku juga mencintai Choi Siwon…”

“…Dan tidak peduli aku menjadi kekasihmu atau tidak, dan tak peduli kita harus menjalin hubungan setelah ini atau tidak. Yang terpenting, aku hanya ingin kau tahu…kalau aku sangat mencintai dongsaeng bodoh sepertimu, Choi Siwon…”

 

.

.

.

 

-END-

[20130227]

NB: saya suka membuat ending terkesan menggantung, karna saya selalu berhayal semua cerita yang saya buat itu tercipta nyata. Jadi gak akan pernah ada ending—hanya ada kelanjutan cerita yang hanya para character ketahui. Happy ending or bad ending, only them who knows^^

 

 

Advertisements

Responses

  1. mmm……….
    me trying hard tuk masuk ke dunia wonteuk 🙂
    but still……….
    maybe i need to read their rated M fic *__*

    • jangan di paksakan unnie…u,u
      wkwkkwkkwkwkwkw wonteuk rated m? better u find wonkyu rated m………..
      thankyou for comment ♥

  2. Bagus ff.y walaupn gantus..:-) 🙂

    • thanks 🙂

  3. I love happy ending!! ^.^
    crita yg bagus dan Mengharukan
    love WonTeuk! ♥

    • kyaaaaaaaaa aku juga suka wonteuk >.< ♥ ternyata ada juga yah yg suka wonteuk selain akuwww

  4. I like wonteuk shipper :-*

  5. gregedhhh/?
    ada lanjutannya lagi???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: