Posted by: blackcloudies | April 6, 2013

[Fanfic] Black Paper

Title : Black Paper

Author : Blackcloudies

Cast : Siwon/Yesung, slight!Henry/Zhoumi

Genre : Romance

Rating : T

Length : Oneshot

Disclaimer : The Fic is mine. The casts are belong to themselves.

 

Summary : “Hingga kau tak tahu apa makna dari kertas hitam itu, hingga saat itu pula kau tidak akan tahu perasaanku.”

 

“Huh aneh.” Sudah beberapa hari Yesung berfikir keras terhadap beberapa kertas hitam yang tertumpuk di meja kelasnya.

 

“Mungkin ini sampah? Tapi Siwon melarang untuk membuangnya.” Ujar Yesung berbicara seorang diri di kerumunan kelas yang ramai tersebut. Kemudian pandangannya beralih pada sebuah bangku yang berada di hadapannya—yang masih kosong karna Siwon—si pemilik belum juga memasuki kelas.

 

Dan kembali, Yesung memperhatikan tumpukan kertas berwarna hitam pekat tersebut. Dari hari kehari kertas hitam itu pun selalu bertambah. Entah apa yang sedang Siwon lakukan, tapi pria yang sudah menjadi sahabat Yesung sejak SMP itu selalu berkata untuk menjaga semua kertas hitam yang ia berikan.

 

“Good morning.” Selembar kertas hitam yang baru sudah datang ternyata. Siwon masih berdiri di dekat bangkunya sebelum Yesung mau menerima kertas tersebut dari tangannya.

“Ahh ini lagi.” Dengan terpaksa Yesung mengambil kertas hitam itu dari tangan Siwon.”Good morning.” Tambahnya membalas sapaan Siwon barusan.

 

“Tsk. Masih belum tahu jawabnnya?” tanya Siwon menahan geli—memperhatikan wajah semerawut Yesung yang sangat lamban untuk menebak sesuatu.

 

Yesung menggeleng sebal.”I AM MOLLA(Aku tidak tahu).” Jawab Yesung kesal yang semakin membuat Siwon ingin tertawa.”Tebaklah sampai kau bisa. Dasar lamban.” Ujarnya kemudian duduk di bangkunya sendiri.

 

= = = = =

 

Kediaman Yesung di siang hari memang selalu sepi, paling hanya ada dirinya dan Henry—sang adik yang lima tahun lebih muda dari nya. Mereka berdua sudah terbiasa mandiri sejak kecil karena kedua orang tua mereka adalah pekerja keras yang keduanya banyak menghabiskan waktu di luar rumah.

 

“Henry?” panggil Yesung yang baru saja membuka pintu rumah.

 

“Oh, Hyeong?” balas suara yang terdengar dari dalam ruang tengah. Yesung melepaskan kedua sepatunya terlebih dahulu sebelum kedua kakinya beranjak menghampiri Henry yang memang suka bersantai di ruang tengah—sendiri saja.

 

“Kau sudah pulang?”

 

“Kau sudah pulang?”

 

Tanya mereka bersamaan dan tertawa kecil menertawai ketidak sengajaan itu.

 

“Kau sudah pulang?” tanya ulang Yesung kemudian menaruh tas sekolahnya di dekat sofa yang sedang di duduki Henry, dan ia pun duduk bersama sang adik.

 

Henry mengangguk,”Sudah. Tadi aku di antar seseorang jadi aku bisa pulang cepat kerumah hehe.” Jawabnya dengan akhiran mimik wajah tersipu malu.

 

“Dengan siapa?” tanya Yesung penasaran. Henry memalingkan wajahnya karena tak ingin jika Yesung tahu kalau dirinya memang sudah memiliki ‘boyfriend’.

 

PLUK pukulan kecil Yesung layangkan di kening Henry dan membuat sang adik tersebut memasamkan wajahnya.”Kau di antar kekasihmu ya?! aish!! Kau masih kecil, masih SMP, enak saja sudah pacar-pacaran! Akan ku adukan dengan Omma Appa!” ancam Yesung yang bisa menebak fikiran Henry.

 

“Ah! Bilang saja hyeong iri kan padaku? Benar kan??! Makanya punya pacar!” balas Henry yang sengaja meledek Yesung.

 

Wajah kesal Yesung terpampang dengan jelas. Walau perkataan Henry barusan adalah fakta, tapi ia sangat kesal jika sang adik sedang menyinggung masalah tersebut.

 

“Pacar itu untuk masa depan! Aku bisa mendapatkannya saat kuliah nanti!”

 

Henry tersenyum sinis,”Sungguh? Hyeong akan melepaskan masa remaja dengan tanpa cinta sekalipun?” tanya Henry menantang. Dengan cepat Henry mengambil sebuah lipatan kertas yang berada di saku seragam sekolahnya.”Lihat ini!! Bahkan aku mendapatkan surat cinta yang menyentuh dari kekasihku, dan…surat cinta ini di buat hanya untukku.” Tambah Henry yang sedang puas memamerkan sebuah surat cinta bermotif warna pink muda.

 

Yesung hanya mendengus dingin.”Huh?! itu hanya kertas yang mungkin lambat laun akan menjadi sampah.” Jawab.

 

Henry agaknya terpancing dengan ucapan Yesung barusan. Tapi karna tak ingin membuang waktu banyak dengan berdebat, Henry memutuskan untuk menyudahi pembicaraan itu dan beralih pada meja di depan kursi sofa-nya kembali. Kedua jemari kecilnya memilah-milah beberapa pena berwarna yang tertata rapi di atas meja.

 

”Hmm…kira-kira aku pakai pena warna apa ya untuk membalas surat dari gege?” tanyanya seorang diri. Yesung yang masih berada di sofa yang sama hanya bisa tertawa kecil.”Kau ingin menulis surat cinta? Tsk. Pakai saja pena warna putih!” ujar Yesung.

 

Henry menoleh kearah Yesung dengan tatapan sinis,”Ish! Kalau pakai pena warna putih mana bisa gege baca surat cinta dari ku! Pabo!” balasnya.

 

Yesung tertawa kecil lagi.”Biar saja! Biar dia penasaran dengan isi surat…cintamu…” jawab Yesung dengan akhiran suara melemah.

 

“Gosh…” Yesung menyenderkan bahunya pada belakang sofa. Menatap keatas langit ruang tengah tersebut sedikit lemas. Rasanya begitu tiba-tiba dan ia merasakan sangat cepat detak jantung yang berada di dalam tubuhnya. Dan fikirannya memutar kembali beberapa cerita yang belakangan ini menjadi pertanyaan-pertanyaan asing.

 

‘Siwon…apa mungkin dia…’ benaknya dalam hati. Yesung tersenyum kecil memandangi atap ruang. Merasa bodoh karena lamban untuk mengetahui teka-teki yang Siwon berikan kepadanya.

 

Merasa bodoh.

 

.

.

.

.

.

 

“Good morning.” Sapa Siwon di pagi berikutnya. Lagi-lagi sebuah kertas berwana hitam ia berikan kepada Yesung.

 

“Morning.” Balas Yesung dengan senyuman yang tidak bisa di sembunyikannya sejak pagi ia mendatangi ruang kelas. Yesung mengambil kertas itu. Lalu menaruhnya di atas meja.

 

“Tsk. Kau terlihat senang sekali.” Kata Siwon sembari menarik kursinya dan berniat untuk segera duduk karena pelajaran pertama akan segera di mulai. Tapi melihat Yesung merobek kertas yang ia berikan membuatnya menunda untuk duduk dan tetap berdiri di dekat meja belajar Yesung.

 

“Apa yang kau lakukan?!” tanya Siwon menahan marah dan kecewa?

 

“Menurutmu?” balas Yesung.

 

“Mengapa kau merobeknya Yesungie?!” tanya Siwon lagi. Cepat-cepat ia mengambil beberapa robekan kertas yang sebelumnya ia berikan dan mengumpulkannya di telapak tangan

 

Yesung tidak meminta maaf, tapi ia malah memberikan sebuah kertas pengganti berwarna putih kehadapan Siwon.”Lain kali jika ingin memberikan surat padaku, gunakan kertas berwana cerah Siwonnie…biar aku bisa membaca apa yang ingin kau katakan padaku.” Ujar Yesung.

 

“Eung aku…” Siwon menggenggam erat robekan kertas yang tadi di kumpulkannya. Kaku dan sulit untuk membalas. Siwon merasa kalah karena merasa Yesung sudah tahu bahwa kertas-kertas hitam yang ia berikan padanya adalah sebuah surat rahasia.

 

“Aku…”

 

“Hm ya?”

 

“Ak tidak pernah menulis apapun di atas kertas itu Yesungie.” Ujar Siwon jujur. Wajahnya terlihat sangat serius dan hanya kedua mata Yesung yang ia tatap kini. Siwon menyerahkan robekan kertas berwarna hitam tadi ke telapak tangan Yesung.

 

“Semua kertas hitam yang kuberikan padamu itu…hanyalah sebuah gambar yang sama setiap harinya.” Jawab Siwon tersenyum simpul. Jemarinya mengambil kertas putih yang sebelumnya akan Yesung berikan untuknya. Lalu dengan sebuah pena hitam yang berada di atas meja belajar Yesung, Siwon membuat sebuah gambar yang selalu ia lukiskan di sebuah kertas hitam. Namun kini dengan kertas berwarna putih dan dengan pena hitam. Ia tahu kalau Yesung akan dengan mudah bisa mengerti dengan gambar tersebut.

 

“Heart?” tanya Yesung saat ia melihat sebuah gambar yang terlukiskan di kertas putih tersebut. Siwon mengangguk.”Sebuah hati. Rasanya tanpa harus ku jelaskan makna dari gambar ini, kau pasti sudah mengerti.” Ucap Siwon.

 

“…Itu perasanmu untukku.”

 

Kertas hitam. Bergambar hati.

 

—–

THE END

[2013-04-07]

 

‘Ia memberikan hatinya pada orang yang ia cintai setiap hari. Dengan sembunyi dan penuh rahasia. ia mencintainya.’

 

 

 

 

 

Advertisements

Responses

  1. ihhh bagussss ><
    simple ya tapi YeWon banget

    P.S : Henry kenapa gk sama Jeibi unn? XDD

    • Siapa bilang Henry gak sama Jeibi 😉 itu surat cinta Henry kemungkinan buat Jeibi gege[?] wkwkwkwkw
      xie xie ♥

  2. Kekekee….fluffy^^
    Rayie suka banget yg kaya gini

    • xie xie ^^ ♥

  3. awwww cute yewon <333333333
    wonnie romantis and sok misterius
    sukaaaaaaaaaaa gfhdfjhfjjjdkkss
    ini manis bener2 manis!
    thanks for yewon nya rae ❤
    katanya gak ada…. ^0^

    • manis kayak yesung!! wkwkwkwXD
      gomawo commentnya ♥

  4. siwon romantis bangettttt 🙂

    • makasih [?] ^^

  5. waaaahhh.. such a sweet story..
    kekeke, lama banget Yesung ngerti suratnya Siwon.. hahaha

    • yesung kurang peka ckckc
      thanks for ur comment ❤

  6. romantic….tapi kurang panjang#plakkk

    • gak sangggup bikin panjang panjang huhuhuhu ;-;

  7. ini keren.. so sweet tapi…. pendek kali ><
    yewon… emang romantis bgt..
    cuma kurang panjang n moment yewonnya kuraaaaaaaaang hahahaha..
    tapi keren kok 😀

    • sengaja gak banyak yewon moment disini soalnya moment aselinya hanya mereka berdua yang tahu #loh XD
      makasih reviewnya ^^

  8. huaaaaaa romantic banget , sukaaaaaa ff ini, izin shere di fb ya , biar pd tau ada ff bagus ^_^

  9. ah so sweett…..!!!
    bgus ffny 🙂

  10. Pengen lg yg kya gni, v bsa lbiiiih panjaaaang lg ga chingu??! (maksa),
    .
    Siwon’a sosuit bgt ye.,
    jd cngar cngis ndiri bca’a., he.e,e 😉

    • siwon emang sweet kayak gula hehehehe~ mau yang panjang? ntar nunggu yesung keluar wamil wkwkwkw
      maksih reviewnya ^^

  11. Kyaaaaaa >o< *plakk.. NICE ST0RY…

  12. kkk gomabseumnida 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: