Posted by: blackcloudies | February 15, 2013

[FF – Oneshot] Beautiful Goodbye

Title : Beautiful Goodbye

Author : Dweerae

Cast : Jongwoon, Henry lau

Genre : Brothership, family

Rating : TLength : Oneshot

Music background : f(x)- Beautiful Goodbye

Summary : “I miss when you call me ‘Hyeong’. I miss our moments. I miss you so bad.”

Disclaimer : In fact theyre belong to themselves, but in my dream, theyre mine.

 

Takdir Tuhan memang tak ada yang tahu. Semua selalu terjawab ketika takdir itu sudah terjadi. Tapi Jongwoon masih tak paham, karna takdir hidupnya terasa begitu menyulitkan. Menyakitkan. Mengapa, Tuhan?

.

.

.

 

Hyeong wake up!” suara samar yang sangat Jongwoon kenal itu langsung membangunkan si pemimpi dari tidur nyenyaknya. Tetapi silaunya cahaya membuat kedua mata Jongwoon enggan membuka.

 

“Ah, hyeong wake up. I have to tell you something!!” sekali lagi dengan mengguncangkan tubuh Jongwoon, pria yang lima tahun lebih muda itu berusaha agar sang hyeong bisa bangkit.

 

“Lima menit lagi Henry…” hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Jongwoon.

 

“Mungkin ini kesempatan terakhir untuk kita mengobrol hyeong. Ayolah, please!!” ujar Henry lagi—sang adik.

 

Jongwoon kalah. Walau raga nya terlihat sedang nyenyak seperti seorang bayi pulas, namun jiwa nya sudah terjaga saat Henry membangunkannya untuk pertama kali. Jongwoon membuka kedua matanya, samar ia melihat wajah sang adik yang sedang memperhatikannya.

 

Henry tersenyum.

 

“Mengapa wajahmu pucat?” tanya Jongwoon yang sudah duduk di hamparan awan putih nan luas dengan Henry berada di sampingnya.”Aku kan’ memang putih. Bukan pucat.” Jawab Henry kemudian tersenyum kembali—menenggelamkan kedua mata sipitnya. Berbeda dengan raut wajah Jongwoon yang tanpa ekspresi memperhatikan penampilan sang adik yang berbeda dari biasanya.”Kau fikir kau seorang malaikat Hen,? Mengapa berpenampilan seperti itu? Jubah apa itu?” tanya Jongwoon.

 

Henry tertawa kecil kali ini—mengubah pandangannya pada luasnya rerumputan yang hampir tak berwarna karna tertutupi oleh awan-awan putih yang menyebar di tempat itu.”Aku memang bukan malaikat. Tapi sesudah ini aku akan tinggal bersama malaikat.” Jawabnya singkat.

 

“Terserahlah.” Balas Jongwoon yang ikut memandangi hamparan yang-sama-sekali belum pernah ia lihat di alam mimpi manapun.”Lalu apa yang ingin kau katakan padaku?” tanya Jongwoon kemudian. Henry menoleh kearahnya dengan tatapan serius.

 

“Kenapa kau selalu dingin padaku Hyeong? Aku selalu sedih dan memikirkan itu…” volume suara Henry berubah mendatar dan hampir tak bisa di dengar.”Maksudmu apa?” tanya Jongwoon lagi.

 

Henry bergantian memandangi bersihnya langit biru yang tak tampak cahaya matahari namun sinar langit itu begitu terang dan terasa damai.

 

“Setelah kematian Appa, sikapmu padaku sangat berubah Hyeong. Kau dingin padaku. Padahal yang ku butuhkan saat itu hanya dirimu. Karna—aku hanya memiliki satu saudara, dan itu kau. Tapi kau seperti tak menghiraukan diriku…”

 

Jongwoon menunduk, dada-nya menjadi begitu sesak. Tapi ia tetap tenang,”Miahne Henry.” Ujarnya.

 

“Aku selalu memaafkanmu, dengan begitu aku bisa tenang menyusul Appa ke surga.” Jawab Henry dengan senyuman, kembali.

 

“Apa maksudmu? Surga?…Mengapa kau pergi ke tempat itu?” tanya Jongwoon yang tak mengerti. Yang dengan tak sadar buliran air mata hampir jatuh membasahi kedua pipinya.

 

“Ya. Aku ingin mengatakan padamu kalau aku akan pergi ke tempat itu, surga. Aku akan menemui Appa dan menemaninya. Appa mungkin sudah menungguku di sana.” Jawab Henry tenang.

 

Jatuh sudah semua air mata yang Jongwoon tampung. Tangan kanannya meremas kuat pakaian  yang sedang ia kenakan. Jongwoon menangis sudah, dengan kesunyian, air mata itu terus mengalir. Henry hanya menatapnya dengan tak kuasa,”Ku mohon jangan tangisi aku hyeong. Aku perlu ke ikhlasan.” Katanya.

 

Jongwoon semakin menangis,”Bagaimana dengan aku dan Eomma? Mengapa kau tidak ajak kami ke tempat itu Henry?”tanya Jongwoon dengan bibir bergemetar. Henry menyapu air mata Jongwoon yang tak kering-kering membasahi pipi tersebut.”Karna belum waktunya hyeong…” jawabnya lalu memeluk ringkuh tubuh Jongwoon,”…Tapi aku akan selalu menunggu kalian di sana.” Bisiknya dalam dekapan tersebut.

 

“Tidak boleh Hen, tidak boleh. Kumohon jangan tinggalkan kami.” Jongwoon ingin mempererat pelukan itu, tapi ia sadar kalau Henry sudah berjalan kecil ke suatu tempat—membelakangi dirinya yang sedang menangis deru.

 

“Bagaimana hari-hari ku setelah kau berada di sana Hen!!” kedua mata Jongwoon perih sudah. Tapi luka di hatinya lebih perih. Dia hanya memiliki satu adik, dan satu saudara kandung. Dan kini Henry akan meninggalkan dirinya pula.

 

Henry berhenti melangkah kemudian membalikan tubuh tegapnya tersebut dan memperhatikan Jongwoon yang sedang bersimpuh dengan tangisan.”Setiap orang akan mengalami ini hyeong. Setiap orang sudah mempunyai waktu kematian mereka yang Tuhan tentukan sejak kita lahir kedunia ini. Dan waktu ku adalah sekarang.” Lirih Henry.

 

“Henry…”

 

Suasana di tempat itu menjadi sangat putih terang. Silau terasa memaksa kedua mata Jongwoon yang basah menutup rapat kelopaknya, Jongwoon pun tertidur kembali. Mimpi itu akan usai ketika ia membuka matanya di kehidupan nyata.

 

.

.

.

 

‘Aku, bukan maksudku untuk bersikap dingin setelah kematian ayah kita. Aku, hanya sedang beradaptasi dikenyataan takdir hidup ini. Maaf…lima tahun terakhir hubungan kita tak begitu baik. But, You should know that I always love you sincerely. Once again I am so sorry …’

.

.

.

The End [20130214]

A/N : for someone who is in heaven.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Responses

  1. keren, tapi terlalu singkat -,-.
    Buat lagi ya 🙂

    • kapan kapan XD

  2. hemmm keren tapi agak kurang pnjang ceritanya

  3. kurang pnjang ceritanya henry mati kenapa??

    • sebenernya ini cuman cerita kiasan…semacam ficlet.
      henry meninggal? hm….mungkin karena kecelakaan…

  4. end? serius?
    henry-yaaaaaaaaa :”

  5. bagus, pendek, tapi feelnya dapet


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: