Posted by: blackcloudies | October 4, 2012

[FF] – “342407 Dimensions” – part 7

Title : 342407 Dimensions

Author : DweeRae

Cast : Yesung/Siwon!break Yesung/Ryeowook slight!Henry/Ryeowook Zhoumi/Henry!later slight!Siwon/Kibum, Hangeng/Heechul, Kyuhyun/Sungmin, Eunhyuk/Donghae, Shindong, Kangin/Leeteuk

Genre : Sci-fi/fantasy/romance/family

Rating : PG17 added

Length : Chaptered

WARNING : Sho-ai — YAOI

“Ber—dua?” Siwon dan Yesung saling memperhatikan satu sama lain.

 

 

.

.

.

 

“BERDUA?! Lalu kau ingin mengusirku?!” Henry marah saat Kyuhyun memintanya untuk meninggalkan Sungmin dengan Kyuhyun berdua di kamar.

 

Sungmin hanya diam saja. Ia memperhatikan sebuah benda pemancar radio yang telah di buat oleh Henry dan Kyuhyun.

 

“Henry-ah, aku perlu privasi. Aku ingin mengbrol sebentar dengan Sungmin.” Jawab Kyuhyun santai.

 

Henry memandang kesal,”Kalau hanya ingin mengobrol, ya sudah bicara saja di sini tanpa-harus-mengusir-pemilik-kamar! Arraseo!”

 

Kyuhyun tersenyum iblis, ia berdiri lalu membenahi jas sekolah yang ia kenakan,”Baiklah…kalau begitu aku dan Sungmin saja yang mengobrol di luar.” Ucapnya, lalu menarik paksa lagi tangan Sungmin. Kyuhyun mengajaknya keluar rumah.

 

Henry memperhatikan kedua pria itu dengan penasaran. Terutama lebih ke sosok Kyuhyun yang terlihat aneh semenjak mereka berdua sampai di rumah. Ia sering menggoda Sungmin, walau hanya bilang bercanda. Tapi Kyuhyun bukan pribadi yang sering bercanda.

 

‘Aku akan cari tahu.’ Niat Henry dalam hati. Ia pun mengikuti kemana Kyuhyun mengajak Sungmin.

 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

 

Jungsoo Park, atau yang lebih di kenal dengan ‘Taman Jungsoo’ setiap sorenya selalu di padati oleh para remaja yang datang untuk menikmati segarnya hawa sore di sana. Itu alasannya Kyuhyun mengajak Sungmin ke taman tersebut.

 

“Kau ingin apa? Ayo katakan…aku akan membelinya, yah itupun kalau uangku mencukupi.” Ujar Kyuhyun. Ia bersama Sungmin sedang duduk di atas bangku kayu yang berada di dekat air mancur taman.

 

“Aku ingin pulang.” Jawab Sungmin.

 

“WAE??!!” Kyuhyun malah marah,”…Aku sudah susah payah mengajakmu kemari. Kau malah minta untuk pulang! Sial.” Kesal Kyuhyun. Sungmin mendatarkan wajahnya,”Kau menakutkan. Kalau bersamamu rasanya aku tidak nyaman, aku ingin pulang saja.” Pinta Sungmin.

 

Kyuhyun langsung terdiam,’Menakutkan?’ tanyanya dalam hati.

 

“Kau selalu melihatku dengan senyuman bodoh. Kau selalu memanggilku roly poly. Kau selalu menarik tanganku dengan paksa, lalu mengajak ketempat yang aneh-aneh.” Ujar Sungmin.

 

“I-ini bukan tempat aneh, ini taman.”

 

Sungmin memperhatikan beberapa pasang remaja yang berada di depannya,”Taman apa ini? Di sini banyak orang yang bersikap aneh. Saling berangkulan, saling berpegangan tangan, di tempat terbuka pula. Apa mereka tidak merasa aneh?”

 

Kyuhyun tertawa kecil, ia baru faham kalau Sungmin mungkin merasa belum terbiasa melihat pemandangan orang-orang yang sedang berpacaran.

 

“Memangnya di tempatmu tidak ada orang yang seperti mereka?” tanya Kyuhyun. Sungmin menggeleng,”Aku jarang keluar. Lagian temanku semuanya ada di dalam rumah.” Jawabnya.

 

Kyuhyun menghela nafas amat dalam. Ia baru sadar kalau Sungmin berbeda dengan pria lain yang pernah ia temui. Kyuhyun berfikir kalau Sungmin itu sangat unik, dan membuatnya semakin penasaran.

 

Beberapa meter dari bangku Kyuhyun dan Sungmin, Henry sedang berjongkok di antara semak belukar,”Ish, Kyuhyun sepertinya menyukai Sungmin—dasar kurang waras! Masa menyukai robot.” Ucap Henry pelan. Sudah lama bocah berdarah AB itu memperhatikan Kyuhyun dan Sungmin. Ia memata-matai dengan jeli.

 

“Henry??” suara lembut yang memanggilnya membuat Henry sontak melihat kebelakang,”RYEOWOOK-AH!!” Henry terkejut melihat Ryeowook ada di taman yang sama dengannya, di tambah Henry shock karna melihat Ryeowook yang telah menemukan dirinya sedang mengintip Kyuhyun dan Sungmin.

 

“HENRY?!” teriak Kyuhyun dari tempatnya saat menyadari Henry berteriak amat kencang.

 

Henry ketakutan, pasti Kyuhyun akan mengomentari banyak hal. Akhirnya dengan nekat, Henry menarik lengan Ryeowook dan mengajaknya berlari meninggalkan taman tersebut.

 

Lari lari sangat cepat dan jauh.

 

Akhirnya mereka berhenti pada sebuah halte bus. Henry langsung duduk di bangku halte yang kosong, Ryeowook ikut duduk di sampingnya.

 

“Huh!! Aku bisa mati besok.” Ujar Henry dengan nafas masih tersengal-sengal.

 

Ryeowook tersenyum kecil,”Kau lucu sekali. Lari ketakutan tapi malah mengajak orang.” Ucapnya.

 

Kedua pipi Henry bersemu merah,”Miahn Wookie. Tadi aku reflex.” Katanya.

 

“Tidak apa Hen, tadi aku anggap seperti jogging sore hari.” Jawab Ryeowook.

 

Mereka berdua tertawa kecil mengingat kejadian saat Kyuhyun memanggilnya dan mereka berdua berlari dengan cepat hingga kehalte.”Melelahkan tapi menyenangkan.” ucap Ryeowook. Henry hanya memperhatikan wajah Ryeowook yang sedang tersenyum itu. Manis dan mempesona. Apalagi di saat-saat seperti itu tidak ada yang mengganggu surga-nya Henry itu, termasuk dari gangguan…

 

“Yesung-hyung sudah baikkan?” tanya Ryeowook yang spontan membuat Henry mendatarkan wajahnya. Ia belum menjawab, Henry malah sedikit mengacuhkan pertanyaan Ryeowook barusan.

 

“Henry-ah, Hyung mu sudah baikkan?” tanya Ryeowook lagi dengan penasaran. Henry mengangguk semaunya,”Sudah. Sangat sembuh.” Jawabnya agak—dingin.

 

Ryeowook lega,”Syukurlah dia sembuh. Tadinya aku ingin memberikan Yesung-hyung beberapa minuman herbal dari beberapa negara. Kebetulan Appa-ku punya banyak di rumah.” Ujar Ryeowook.

 

“Tidak perlu!” larang Henry agak kesal.

 

“Hen?”

 

Henry murung menyesal, tidak seharusnya ia berkata dengan menyerukan larangannya tadi.”Maksudku, itu rasanya tidak perlu Wookie. Nanti kau jadi repot, lagipula Hyung ku sudah sembuh kok.” Ucap Henry mencoba tenang. Ryeowook akhirnya tersenyum kembali,”Oh arra. Aku kira kau melarang karna marah.”

 

Henry menggeleng,”Bukan Ryeowook-ah, aku—mana pernah marah dengan mu.” Jawabnya.

 

.

.

.

 

“Kau ini punya voodoo ya? Atau kau pergi ke dukun?” sedari tadi Kyuhyun bertanya banyak hal pada Sungmin selama perjalanan kembali mereka untuk pulang.

 

“Voodoo? Dukun?”

 

“Yah! Sungmin-ah! Kau harus tahu, sejak kita pertama kali bertemu. Dan aku mengenalmu, rasanya aku—seperti di sihir.” Ucap Kyuhyun.

 

“Sok puitis.” Balas Sungmin yang masih fokus dengan perjalanan pulang.

 

“Apalagi semenjak kau jadi pacarku, rasanya—“ Kyuhyun terlena,”…Kita seperti di takdirkan.” Tambah Kyuhyun.

 

Sungmin berhenti di depan rumah Yesung, ia telah sampai tapi belum berniat masuk kedalam rumah itu,”Cho Kyuhyun?” panggilnya.

 

“Ya.”

 

“Kau—manusia pertama yang ku kenal dengan sangat berbeda Kyu.” Ucap Sungmin pelan.

 

Kyuhyun tersenyum senang,”Sungguh? Jadi aku ini spesial?” tanyanya.

 

Wajah senang Kyuhyun tak sebanding dengan wajah sebal Sungmin,”Yang aku tahu, manusia itu sangat normal. Tidak pernah memaksa orang seenaknya seperti dirimu, tidak pernah bertanya ini-itu dengan pertanyaan aneh. Dan, aku baru kenal kalau ada pria menakutkan seperti kau, Cho Kyuhyun.” Ujar Sungmin yang tak memberikan kesempatan Kyuhyun untuk membalasnya. Robot manusia itu memutuskan kembali kedalam rumah sederhana tadi dan meninggalkan Kyuhyun sendirian di luar. Tanpa ucapan ‘See you’.

 

.

.

.

 

Satu tas penuh telah terisi oleh banyak barang yang akan Siwon bawa ke Cheon-ahn besok. Ia menaruh tas itu di senderan meja belajar.

 

“Banyak sekali bawaan mu? Aku hanya bawa sweeter dan topi saja.” Ujar Yesung sambil bertanya.

 

“Ada banyak yang harus di bawa. Makanan dan obat-obatan. Aku juga bawa pakaian lebih, untukmu dan untukku. Lalu ada selimut juga, karna udara di sana sedang dingin.” Jawab Siwon.

 

Yesung tertegun. Siwon begitu peduli terhadapnya, semua juga sudah di persiapkan secara detail.’Betapa baiknya pria ini.’ Benak Yesung.

 

Hari hampir tengah malam. Sungmin dan Henry juga sudah terlelap.”Yesung, sebaiknya kita tidur sekarang, jadi besok bisa bangun lebih pagi.” Ucap Siwon yang sudah menyelimutkan dirinya. Yesung pun membaringkan tubuhnya ke kasur lantai,”Ya. Selamat malam Siwonnie.” Ucapnya.

 

‘Siwonnie…’ Siwon tersenyum.

 

= = = = =

 

“Curang!! Masa Hyung pergi jalan-jalan dan aku tetap sekolah Appadeul!” kesal Henry saat menyadari Yesung tak memakai seragam sekolahnya.

 

“Aku berobat bukannya jalan-jalan.” Balas Yesung.

 

Sarapan pagi itu jadi ramai. Belum lagi dengan Sungmin yang merengek pula minta ikut kemana pun Siwon pergi.

 

Hangeng hanya bisa memijat pelipisnya. Sedangkan Heechul tak segan-segan menjewer telinga Henry,”Kau tetap sekolah saja. Dan bilang pada guru, kalau Yesung sedang izin.” ujarnya.

 

“Tidak mau! Aku akan ikut Hyung jalan-jalan, aku tidak mau sekolah hari ini!!!” bantah Henry.

 

“Jangan ikuti aku!”

 

“WAE?! Itu tidak adil, aku ingin ikut kau Hyung!!”

 

BRAKK

Hangeng menggebrak meja makan yang berada di tengah-tengah para penghuni rumah.

 

“KALIAN!!”

 

.

.

.

 

Walau Hangeng tadi bersikap keras, toh akhirnya ayah penyayang itu mau luluh dan memperbolehkan Henry ikut bersama Yesung dan Siwon ke Cheon-ahn. Di tambah dengan Sungmin juga yang tidak mau di tinggal sendirian tanpa teman di rumah.

 

Tadinya Yesung dan Siwon yang paling berniat untuk pergi, tapi Henry dan Sungmin malah yang terlihat sangat bersemangat. Henry dan Sungmin terlebih dahulu keluar rumah –disusul dengan Siwon dan Yesung.

 

“Eh? Kyuhyun?!” Henry terkejut melihat Kyuhyun yang akan mengetuk pintu rumahnya.

 

“Kau tidak sekolah Hen? Padahal aku mau mengajak berangkat bersama.” Ucap Kyuhyun.

 

Henry menggeleng,”Tidak Kyu, hari ini aku dan Yesung-hyung akan pergi ke Cheon-ahn. Bersama Sungmin dan Hyung-nya juga.” jawab Henry.

 

Kyuhyun membulatkan kedua matanya,”S-sungmin juga ikut?” tanyanya pada Henry—entah ada angin apa sedari tadi Kyuhyun tak memperhatikan Sungmin yang padahal sedang berdiri di samping Henry.

 

“Iya, Sungmin, Siwon, Yesung-hyung dan aku.” Jawab Henry mengulang nama yang sebelumnya ia ucapkan.

 

Hari ini Kyuhyun ingin mengubah sikapnya kepada Sungmin. Ia ingin bersikap biasa saja, tidak terlalu berlebihan. Tapi, rencana kepergian Henry dan yang lainnya membuat Kyuhyun ingin ikut pula. Bagaiamanapun dia harus ikut.

 

“A-aku juga mau ikut!.” Pinta Kyuhyun.

 

Henry menautkan kedua alisnya,”Kyu? Kau sekolah saja. Dan bilang pada guru kalau aku sedang izin.” Ucapnya meniru perkataan Heechul tadi.

 

“Iya, lagian pasti akan merepotkan kalau kau ikut.” Tambah Yesung.

 

Kyuhyun menggeleng,”Tidak-tidak…aku sungguh ingin ikut kalian. Ku mohon ya!! Aku—“ Kyuhyun mengambil uang saku di kantong seragamnya,”…aku punya cukup uang. Jadi masih bisa beli tiket kereta dan untuk makan nanti.” Tambahnya. Kyuhyun sangat ingin pergi. Sungmin lah alasan sebenarnya.

 

“Boleh ya…” pinta Kyuhyun.

 

“Ya sudah.” Jawab Henry dan Yesung berbarengan.

 

“YES!” Kyuhyun girang, sesaat ia memperhatikan Sungmin yang sedang memperhatikan dirinya pula. Tapi beberapa detik kemudian, Kyuhyun tidak memperhatikan Sungmin lagi.

 

.

.

.

 

Ryeowook duduk sepi di dalam sebuah mobil yang membawanya pergi. Tapi kesepian itu terjeda saat sebuah deringan membersikan mobil itu. Ryeowook mengangkat sebuah panggilan dari telpon-nya.

 

“Oh, Sungjin-ah, iya aku sedang izin tidak masuk hari ini.” Ujar Ryeowook.

 

“Memang kau mau kemana Wookie?” tanya Sungjin yang berada di sekolah elit mereka.

 

“Aku di suruh Appa ke Cheon-ahn. Tanah kami yang di sana akan di jual, aku yang harus mengurusnya karna Appa dan Omma sedang pergi ke bali.” Jawab Ryeowook.

 

“Oh ya sudah nanti aku beri tahu kalau kau sedang izin ke Cheon-ahn.” Balas Sungjin.

 

Obrolan mereka terputus. Dan Ryeowook kembali dengan kesepiannya.

 

‘Cheon-ahn…’

Advertisements

Responses

  1. Wuahahaha mungkin namamu bukan raenim kalo tak membuatku ketawa baca fanfic mu hahahaha
    sudah cukup ngakak pas baca taman jungsoo/jungsoo park, dibuat lebih ngakak lagi dg gagal gombal kyuhyun! Hahahaha poor kyu! *toss with ming*

    btw ini gak nemu2 lovey dovey yewon nya.. Mreke bukan kopel yg romantis yak nanti? XD

    • -w- iya sengaja aku masukin unsur humour biar ficnya gak kerasa berat. XD
      mmmm rahasia ._.v

  2. […] [ 7 ] […]

  3. Dasar anak2 aneh, trus henry udh tau kaka nya mau berobt, ehm mlh d blng jalaan2.
    Wah wah wooky pasti ketemu ysung d cheon ahn.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: