Posted by: blackcloudies | October 4, 2012

[FF] – “342407 Dimensions” – part 6

Title : 342407 Dimensions

Author : DweeRae

Cast : Yesung/Siwon!break Yesung/Ryeowook slight!Henry/Ryeowook Zhoumi/Henry!later slight!Siwon/Kibum, Hangeng/Heechul, Kyuhyun/Sungmin, Eunhyuk/Donghae, Shindong, Kangin/Leeteuk

Genre : Sci-fi/fantasy/romance/family

Rating : PG17 added

Length : Chaptered

WARNING : Sho-ai — YAOI

Pelajar mungil itu berdiri di depan gerbang kayu sebuah rumah sederhana. Di genggamannya ia membawa sekantung handbag berisi banyak makanan dan minuman herbal.

 

“Pulang sekolah langsung pulang! Jangan keluyuran!” suara dari dalam rumah sederhana itu terdengar hingga keluar. Pelajar berseragam internasional itu pun dapat mendengar ucapan tadi.

 

“Okay!” teriak Henry yang baru saja keluar dari dalam rumah sederhana tersebut namun tiba-tiba ia berhenti melangkah dan membuat Yesung menabrak tubuhnya dari belakang,”Aish!”

 

Henry memperhatikan seseorang yang sedang berdiri di kediamannya,”Ryeowook? K-kau…” ucapnya pelan seraya ia berjalan dengan pelan juga.

 

Ryeowook menundukan kepalanya sekali,”Pagi.” Sapanya.

 

“Kau ke rumahku? Pagi-pagi seperti ini?” tanya Henry menahan rasa antusiasnya, ia lantas membuka gerbang kayu setinggi satu meter itu dan mempersilahkan Ryeowook masuk kehalaman rumahnya.

 

“Oh iya. Aku dengar Yesung-Hyung sedang sakit, jadi aku membawa makanan dan minuman ini untuk Yesung-Hyung.” Jawab Ryeowook dengan memperhatikan Yesung yang berjalan pelan mendekati gerbang.

 

“Untukku?” tanya Yesung saat dirinya sudah dekat. Ia meraih handbag yang Ryeowook berikan.

 

“Ghamsa Wookie.” Jawab Yesung dengan senyuman. Senyuman yang Henry tidak suka.

 

“Aku berangkat duluan.” Ucap Henry yang langsung berlalu meninggalkan Yesung dengan Ryeowook.

 

.

.

.

 

Dari atas jendela kamar di lantai dua, Siwon dan Sungmin sedang memperhatikan kearah bawah. Tepat dimana Yesung dan Ryeowook masih berada di halaman yang sama.

 

“Si-siapa anak kecil itu?” tanya Siwon penasaran. Sungmin menggeleng,”Entahlah. Mungkin teman Yesung-hyung.” Jawabnya.

 

“Teman?”

 

“Iya teman…atau mungkin, dia pacar Yesung-hyung.” Ujar Sungmin lagi. Siwon langsung membulatkan kedua matanya dan menatap Sungmin penuh kecurigaan,”Pacar?! Hey! Kau tahu dari mana kalau dia pacarnya Yesung? Lagian—kau tahu apa tentang pacar??!”

 

Sungmin menggeleng gugup,”Bu-bukan apa-apa, aku hanya mengira saja.” Jawabnya lalu berjalan cepat meninggalkan kamar itu untuk menuju kelantai satu.

 

“Ish? Tahu apa dia tentang pacar?!”

 

= = = = =

 

“PACAR?!”

 

Heechul terkejut saat Sungmin menanyainya tentang definisi seorang pacar.

 

“Iya Hee-appa, aku ingin tahu, pacar itu seperti apa?” tanya Sungmin lagi yang duduk di bangku makan. Heechul berfikir dan mencoba merangkai kalimat untuk menjawab pertanyaan Sungmin barusan.

 

“Pacar itu…seseorang yang mencintaimu, pasanganmu yang sangat peduli sangat sayang dan sangat perhatian.” Jawab Heechul. Sungmin tak berekspresi, ia memang robot yang sangat pandai—tapi kasus seperti ini tak bisa ia mengerti begitu saja.”Cinta?” tanyanya lugu.

 

Heechul hanya tersenyum,”Yah, seperti aku dan Hangeng…dulu aku pacarnya, tapi karna kami telah menikah, aku menjadi ‘istrinya’nya. Tapi tetap, perasaan kami berdua sama—saling mencintai satu sama lain.” Jawab Heechul lagi.

 

Dan kali ini Sungmin agaknya mengerti dengan apa itu pacar dan cinta.

 

“Oh, seperti kalian? Emm berarti seperti Tuan Eun dan Tuan Hae juga ya? Mereka sangat akrab dan saling peduli.” Kata Sungmin.

 

‘Oh itu pacar ya?’ tanya Sungmin lagi dalam hati.

 

.

.

.

.

.

 

“IYA!” ucap Kyuhyun keras dan membuat seisi kelas menatap tajam kearahnya.

 

“Aku sedang bad mood hari ini, besok saja Kyu.” Jawab Henry yang duduk di samping Kyuhyun dengan tangan kiri menyanggah kepalanya, bosan.

 

“Tidak bisa Hen! Pokokknya hari ini kita harus kerumahmu! Kita harus cepat-cepat menyelesaikan proyek tugas dari Pak Shin…” ujar Kyuhyun.

 

“Besok saja lah, lagian tugas itu hampir selesai.” Bantah Henry.

 

“IYA YA IYA! Pokokknya hari ini. Titik!” balas Kyuhyun.

 

= = = = = =

 

Donghae berjalan agak lemas menuju dapur yang berada di dalam rumah besarnya. Sesekali ia meregangkan ototnya yang kelelahan karna sepanjang hari berkutik mengerjakan project sebuah mesin waktu.

 

“Ah, lapar sekali…” ucapnya sembari membuka pintu lemari pendingin. Ia mengambil semangkuk besar puding strawberry dan dua kotak susu vanila. Rencananya Donghae akan membawa makanan dan minuman itu kedalam ruang bawah tanah, tempat Eunhyuk juga berada di sana—masih sibuk dengan mesin waktunya.

 

“Tu-tuan Hae, ada tamu.” Ucap Sunhae yang berdiri di depan dapur. Donghae diam memperhatikan pembantu robot wanita itu, lalu pandangannya beralih pada sosok dua pria yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan yang sama dengannya.

 

“Leeteuk-hyung? Kangin-hyung?”

 

.

.

.

 

Eunhyuk dan Donghae duduk dalam satu sofa yang sama, di seberang mereka juga ada Kangin dan Leeteuk.

 

“Kami tadinya ke kantor Monkeyfish, tapi kalian tidak ada di sana…karyawan di sana juga bilang, sudah beberapa hari kalian tidak bekerja. Ada apa?” tanya Kangin pada Eunhyuk –adik sepupunya.

 

Eunhyuk dan Donghae saling pandang,”Kami sedang sibuk membuat sesuatu.” Jawab Eunhyuk pelan.

 

“Ah, pasti kalian sedang menciptakan karya baru kan’? itu hebat.” Puji Leeteuk.

 

“Kalian sangat sukses. Walau kita berbeda profesi, tapi sebagai satu keluarga…aku selalu mendukung kalian semua.” Ucap Kangin.

 

“Tapi, kalian juga sangat sukses. Aku dengar bisnis restaurant kalian sudah sangat maju. Itu membanggakan.” Ucap Donghae.

 

Sunhae datang keruang tengah yang terdapat empat orang pria dewasa itu. Ia menyajikan empat teh hangat, lalu keluar kembali menuju dapur.

 

“Oh, dimana Siwon? Aku belum lihat anak itu sedari tadi. Pasti dia sudah sangat besar.” Ujar Leeteuk mencari-cari sosok Siwon di rumah mewah tersebut.

 

“Dia…sedang pergi.” Jawab Eunhyuk pelan. Donghae mengangguk agak kaku.

 

Kangin dan Leeteuk menyeruput teh hangat tadi, lalu mulai membicarakan kedatangannya kerumah tersebut.

 

“Tiga minggu lagi, hari kematian keluarga besar. Kami ingin mengajak kalian untuk kembali ke rumah kakek, dan mengenang hari itu bersama.” Ajak Kangin.

 

“Kita sudah hampir sepuluh tahun tidak bertemu. Kebetulan Rome juga akan pulang dari Mars. Jadi aku rasa kita bisa berkumpul dalam satu hari itu untuk mengakrabkan kembali kekeluargaan ini.” Tambah Leeteuk.

 

Kedua mata Kangin berkaca-kaca,”Ingat? Aku hanya punya kau Hyuk -Adik sepupu ku satu-satunya.” Lirihnya,

 

Eunhyuk terhanyut dengan kenangan masa lalu. Kenangan yang baginya suram. Ia sedikit tertunduk.

.

.

.

Kejadian itu sudah sangat lama. Waktu itu Seoul belum menjadi ktoa canggih seperti X-eoul sekarang. Modernisasi juga masih jarang di temukan. Hanya di beberapa negara tertentu saja yang sudah mengembangkan sistem canggih pada wilayahnya.

 

Eunhyuk dan Kangin masih duduk di bangku sekolah dasar pada waktu itu. Mereka tinggal di satu rumah sederhana yang sama, rumah kakeknya yang kebetulan di tinggali oleh orang tua Kangin. Karna orang tua Eunhyuk bekerja pada sebuah perusahaan microeletro terkenal di Jerman, maka Eunhyuk sudah dari kecil di asuh oleh kedua orang tua Kangin.

 

Tinggal bersama, bermain bersama, keseharian mereka berdua sama hal-nya seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi sebuah tragedi hebat membuat mereka mengubah kehidupan mereka semua, tidak hanya Eunhyuk dan Kangin. Tapi juga pada semua umat manusia. Tidak hanya di korea, tapi di seluruh dunia.

 

Perang terjadi kembali antara korea utara dengan korea selatan. Berbeda pada masa lalu, perang kali ini begitu hebat karna melibatkan alat-alat canggih ciptaan antara dua negara. Termasuk nuklir.

 

Perang itu sangat sengit, semua kota luluh lantah. Bahkan negara lain juga terlibat perang demi membela salah satu dari dua negara yang berseteru tersebut. Semua pria dan anak laki-laki di wajibkan untuk membela negaranya, tak terkecuali Eunhyuk dan Kangin yang masih belia. Mereka bersama semua warga lain, bahu membahu untuk menyerang negara korea utara dengan nuklir hebatnya.

 

Perang itu terjadi selama tiga tahun, dan menyisahkan korea selatan sebagai sang pemenang. Banyak yang harus di korbankan, tata negara yang rusak dan banyak rakyat yang tewas. Termasuk keluarga Kangin dan Eunhyuk. Kedua kakek mereka dan kedua orang tua Kangin tewas dalam tempuran maut tersebut. Kedua orang tua Eunhyuk juga tewas saat ada penyergapan tentara korea utara di bandara-saat kedua orang tua Eunhyuk baru kembali dari Jerman. Kejadian itu menyisahkan duka, Eunhyuk dan Kangin juga menjadi yatim-piatu.

 

Bertahun-tahun berlalu, kehidupan korea selatan kembali pulih. Malah semakin pulih. Mereka sudah mengikuti jepang dengan kota modern-nya, Korea malah lebih dari itu. Para pemuda di sana berhasil banyak membuatkan gadget canggih. Eunhyuk dan Kangin pun sudah memiliki kehidupan dewasa mereka masing-masing. Kangin menikah dengan seniornya Leeteuk, dan memiliki seorang anak laki-laki seumuran Siwon. Mereka memiliki bisnis restaurant dan beberapa hotel bintang lima di bulan dan beberapa di planet lain. Sedangkan Eunhyuk, ia bersama Donghae mendirikan sebuah perusahaan yang mencetak banyak alat-alat canggih.

 

Pertemuan terakhir mereka adalah sepuluh tahun yang lalu. Saat itu Siwon sedang mengadakan pesta ulang tahunnya yang ke delapan. Setelah itu, keluarga Kangin memutuskan untuk tinggal di Mars untuk sementara waktu.

 

“Jadi bagaimana dengan rencanaku ini?” tanya Kangin yang membuyarkan kenangan Eunhyuk.

 

“Ba-baik Hyung, akan kami usahakan.” Jawab Eunhyuk.

 

“Tapi…” Donghae terlihat murung,”…Apa Siwon bisa pulang, dalam waktu tiga minggu?” tanyanya datar.

 

“Siwon? Memangnya anak kalian itu kemana?” tanya Leeteuk.

 

Donghae tak berani menjawab, ia hanya melimpahkan pandangannya pada Eunhyuk.

 

“Siwon, dia pergi kemasa lalu…dia di tahun 2012.” Jawab Donghae.

 

Kangin menahan nafasnya,”2012…….?”

 

= = = = =

 

“Makanan ini lebih enak di banding makanan di rumahku.” Ujar Siwon dengan mulut di penuhi kimchi buatan Heechul.

 

Sungmin pun mengangguk,”Benar. Sunhae-noona hanya bisa makan gaji buta. Dia tidak pernah memasak, dia selalu memesan makanan di restaurant…tidak enak.” Timpal Sungmin yang ikut memakan kimchi. Heechul hanya tersenyum puas, karna makanan buatannya di sukai oleh Siwon dan Sungmin.

 

“Yesung dan Henry jarang menyukai masakanku, mereka lebih suka kalau Hangeng yang membuatnya.” Ucap Heechul sembari membersihkan meja dapur.

 

Siwon menghentikan makanannya lalu ia bertanya suatu hal pada Heechul,”Err Tuan Hee, apa kau tahu makanan kesukaan anak-anak mu itu apa?” tanya Siwon. Tadinya ia hanya ingin mengetahui apa makanan kesukaan Yesung, tapi rasanya aneh kalau bertanya tentang Yesung saja.

 

“Yesung—suka dengan kimbab, dia suka makanan yang ringan tapi cepat mengenyangkan. Kalau Henry, lebih suka makanan pedas, dia suka spagethy dengan hot black papper sauce.” Jawab Heechul.

 

‘Kimbab ya?’ fikir Siwon.

 

“Oh spagethy hot black papper sauce? Captain-hyung juga sangat suka itu. Dia malah bisa menghabiskan tiga piring sekaligus.” Ucap Sungmin menceritakan makanan favorite Siwon yang sama dengan Henry. Kemudian Sungmin tersenyum geli,”Aku juga suka spagehty, apalagi di tambah dengan oli sinthetic yang pekat, itu rasanya lezat.” Tambahnya.

 

“Oli???” tanya Heechul bingung. Sungmin langsung gelagapan,”B-bukan, maksudnya dia mungkin sauce.” Jawab Siwon meralat sekenanya.

 

Tak lama obrolan siang hari itu menjadi semakin ramai saat kedua putra Heechul telah pulang dari sekolah dan bersama…

 

“Kyuhyun? Kau datang lagi?” tanya Heechul memperhatikan Kyuhyun yang masuk lebih dahulu di bandingkan putranya.

 

Kyuhyun mencoba tersenyum ramah,”Aku suka rumah ini. Maka’nya aku datang kemari.” Jawab Kyuhyun bergurau.

Henry menarik ransel yang di kenakan Kyuhyun,”Ayo cepat keatas!!” ajaknya pada Kyuhyun,”T-tunggu Hen, tunggu!” Kyuhyun memberontak kecil.

 

“Ada apa?!”

 

Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang duduk di pojok bangku makan,”Kita harus mengajak roly poly. Mungkin dia bisa membantu.” Ucapnya lalu berjalan mendekati Sungmin dan menarik paksa tangannya,”Ayo ikut aku…” ucap Kyuhyun.

 

Tak lama.

 

Yesung memasuki dapur tempat Heechul dan Siwon berada, ia terlihat lelah,”Hari ini panas sekali. Aku hampir pingsan.” Ucap Yesung seraya mengambil sebuah botol minuman di lemari pendingin.

 

“Harusnya kau telpon aku, biar aku mengantarkan payung untukmu. Kau bisa sakit lagi nanti Yesung!” ujar Siwon menasehati, dan membuat Yesung dan Heechul terdiam memandanginya. Siwon jadi salah tingkah.

 

Seseorang yang lain datang memasuki dapur. Heechul terkejut olehnya,”Han? kau pulang lebih awal? Kau sakit atau—kau di pecat?? Omo!” Heechul sudah berfikir yang bukan-bukan. Karna tidak biasanya Hangeng pulang secepat itu.

 

Hangeng hanya tersenyum sekilas, lalu menaruh jas hitamnya di singgahan bangku dapur.”Aku meminta izin. Ada keperluan yang harus ku lakukan Hee.” Jawabnya.

 

Hangeng memperhatikan Yesung dan Siwon yang kebetulan berada di sana juga.

“Besok, kalian pergilah ke cheon-ahn…” ucap Hangeng lalu mengambil sebuah kartu nama yang berada di dalam saku kemeja putihnya,”…Cari alamat ini. Di sana ada tabib yang bisa menyembuhkan penyakitmu Yesungie. Kesanalah.” Ujarnya.

 

Yesung mengambil kartu nama itu,”Em maksudnya ‘kalian’ ?”

 

“Kau dan Siwon. Kalian berdua. Kebetulan Siwon tidak ada kerjaan kan’? dan Appa tidak mungkin mengizinkanmu pergi sendiri, itu berbahaya.” Jawab Hangeng.

 

“Ber—dua?” Siwon dan Yesung saling memperhatikan satu sama lain.

Advertisements

Responses

  1. Raeniiiimm…!!
    Lama aku tak baca ff mu! Kebetulan tadi pas buka twitter, link ini berkedip2 genit di tl ku xD

    FF ini masih di lanjut tenyata T__T gak ingat entah aku dah baca chapt 5 ato belum, huhuhu
    thankyu for yewon nya ❤ ❤ ❤

    • kikikikikik~~~ xD

  2. […] [ 6 ] […]

  3. Lucu beneran kyu yg gk suka sam henry gr2 ada sungmin jadi mau temenan, dan ternyata kangin itu sepupuan sama hyuk.
    Masi ad cast yg belum mncul nih.

    Cast nya jadi yaoi sebenr nya aneh kalo kt aku, tapi jalan cerita nya bagus, dan lucu jadi bikin aku suka.
    Lanjut part berikutnya nya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: