Posted by: blackcloudies | May 25, 2012

[FF] – “342407 Dimensions” – part 4

Title : 342407 Dimensions

Author : DweeRae

Cast : Yesung/Siwon!break Yesung/Ryeowook slight!Henry/Ryeowook Zhoumi/Henry!later slight!Siwon/Kibum, Hangeng/Heechul, Kyuhyun/Sungmin, Eunhyuk/Donghae, Shindong, Kangin/Leeteuk

Genre : Sci-fi/fantasy/romance/family

Rating : PG17 added

Length : Chaptered

WARNING : Sho-ai — YAOI

“Kapan kita akan mengerjakan tugas dari Pak Shin itu?” tanya Kyuhyun di tengah perjalanan kakinya seusai pulang sekolah bersama Henry.

 

“Entahlah, kapan-kapan saja.” Jawab Henry seenaknya.

 

“Ish kau ini. Lebih cepat lebih baik. Besok aku akan kerumahmu! Kita kerjakan di sana.”

 

Henry mengangguk,”Okay Mr Cho.” Lalu sedetik kemudian ia menggelang,”Jangan! Jangan! Jangan di rumahku Kyu. D-di tempatmu saja.” Ujar Henry agak gugup.

 

“Wae? Kalau di tempatku pasti tidak memungkinkan Hen, kau kan tahu Omma ku sangat galak. Lagian aku sudah lama tidak bermain kerumahmu Hen. Ah~ aku rindu nasi goreng buatan Han-ajhussi.”

 

“J-Jangan Kyu…sedang ada tamu.” Henry menghela nafas sampai akhirnya ia bersedia kalau Kyuhyun kerumahnya,”Baiklah Kyu, di rumah ku saja. TAPI kau harus ingat ya, di rumah ku sedang ada tamu dari—dari negeri jauh. Jadi kau harus bersikap sopa arra?”

 

Kyuhyun mengangguk,”Okay! Yang terpenting kita bisa mengerjakan tugas itu secepat mungkin Hen.” Kata Kyuhyun.

 

“Tentu. Kita akan membuat ciptaan yang hebat, sampai semua guru dan murid lain bangga. Aku ingin pintar sepertimu, dan tidak ingin ‘tinggal kelas’ seperti Yesung-Hyung.” Ucap Henry.

 

“Tapi Hyung-mu kan’ tinggal kelas karna dia pernah sakit satu bulan. Bukan’nya bodoh dan pemalas seperti dirimu Hen.” Balas Kyuhyun yang sudah sangat kenal dengan Henry dan Yesung dari sekolah dasar tersebut.

 

“Tetap saja aku tidak ingin imej-ku buruk hanya karna tinggal kelas Kyu. Seperti Yesung-Hyung~” ujar Henry dan sebuah pukulan kecil ia terima di kepalanya oleh seseorang di belakang.

 

“MWO? Kau membicarakan aku Hen? Aish!” amuk seseorang yang berjalan di belakang Henry dan Kyuhyun.

 

“Ye-Yesung-Hyung! Kau mengikuti kami ha?!” tanya Henry pada seseorang itu yang ternyata adalah Yesung yang memberi sambitan kedua kalinya kekepala Henry.

 

“Rumahmu itu rumahku Hen. Tentu saja kita satu arah.” Jawab Yesung, lalu ia berjalan agak cepat mendahului Henry dan Kyuhyun,”Bersikaplah sopan pada senior!” ucapnya lalu di akhiri kalimat,”Aku pulang duluan! Imej-ku akan rusak kalau harus pulang bersama dongsaeng yang bodoh sepertimu Hen.”

 

“AKU TIDAK BODOH!”

 

Kyuhyun tertawa puas melihat kemarahan Henry. Dari dulu Kyuhyun sudah tidak asing dengan dua bersaudara yang selalu bertengkar setiap hari. Apalagi belakangan ini, Henry malah semakin ‘tidak menyukai’ Hyung-nya tersebut karna satu faktor penting. PERSAINGAN CINTA.

 

“Lihat saja, aku akan pintar dan masuk di universitas negeri seoul lalu bertemu dan sekelas dengan Ryeowook. Dan aku akan menikahinya.” Ujar Henry bersungguh-sungguh.

 

Kyuhyun dan Henry berhenti melangkah saat mereka berdua sadar sudah berdiri di seberang salah satu sekolah tinggi terkemuka di kota Seoul. Sekolahan bertingkat empat itu  sangat berbeda dengan sekolah mereka yang kecil dengan tiga tingkat dan satu bangunan sekolah. Tidak seperti SMA 13 Elite yang mereka lihat tersebut, SMA Suhwuni –sekolah tempat Henry, Kyuhyun dan Yesung bersekolah –terlihat sangat sangat sangat sederhana.

 

“Itu Ryeowook.” Ujar Kyuhyun yang telat karna Henry sudah memperhatikan sosok pria mungil yang baru saja keluar dari gerbang besar SMA 13 Elite.

 

Henry sudah lama menyukai Ryeowook yang sebaya dengan dirinya dan satu grade pula di kelas 11. Kyuhyun pun tahu hal itu, malah bisa di bilang, Kyuhyun adalah buku diary nya Henry –tempat semua benak Henry tertuang pada pria bertampang evil tersebut.

 

“Cinta dalam hati’ nya pada Ryeowook tidaklah mudah. Mereka memiliki banyak perbedaan. Dari mulai kasta keluarga, Ryeowook adalah anak tunggal seorang pengusaha jaringan hotel besar di Korea, sedangkan Henry, hanya seorang anak bungsu dari keluarga yang sederhana. Tapi perbedaan signifikan itu tak menyurutkan Henry untuk menghentikan langkahnya untuk tetap menyukai Ryeowook. NAMUN, yang membuatnya terkadang ingin menyerah adalah sebuah persaingan. Apalagi kalau persaingan itu harus ia jalani dengan Hyung-nya sendiri. Walau Henry tahu, kalau Yesung belum tentu membalas rasa sukanya pada Ryeowook, tapi Henry takut jika suatu hari nanti Yesung balas menyukainya juga.

 

“Hallo Henry,Kyuhyun.” Sapa Ryeowook yang sudah berada di depannya.

 

“Hai Wook.” Balas sapa Kyuhyun yang memperhatikan dengan detail seragam milik Ryeowook yang selalu terlihat bersih, beda dengan seragam sekolahnya yang selalu terlihat lusuh. Ia iri.

 

“Henry kenapa diam saja?” tanya Ryeowook pada Henry yang sedang memandang kosong kearah sekolah tempat Ryeowook bersekolah.

 

“Entahlah.” Jawab Kyuhyun lalu menyikut Henry dan menyadarkannya dari lamunan.

 

“AKU AKAN MENDAPATKAN HATIMU!” teriak Henry tiba-tiba.

 

“Hati siapa?” tanya Ryeowook yang langsung membuat Henry terkejut karna melihat sosok Ryeowook sudah berada di dekatnya.

 

“TI-tidak-tidak! B-bukan siapa-siapa.” Jawab Henry gugup.

 

Ryeowook tersenyum ramah dan semakin membuat Henry terpesona.

 

“Kalian pulang berdua saja? Yesung-Hyung tidak ikut bersama kalian?” tanya Ryeowook spontan membuat Henry menjadi dingin.

 

“Dia sudah duluan.” Jawab Henry singkat.

 

“Dia mencarimu tadi.” Tambah Kyuhyun berbohong.

 

Ryeowook tersenyum senang,”Yesung-Hyung mencariku?” tapi senyumannya hilang saat Henry memberi tahu kebohongan Kyuhyun,”Tidak. Kyu berbohong. Jangan di percaya.”

 

Kyuhyun tertawa evil. Ia senang berada di situasi saat Henry terpanas cemburu.

 

— Flashback 3 months ago (Yesung/Ryeowook/Henry) —

 

Ujian tengah semester telah usai dan hari dimana pembagian rapor para murid SMA di seluruh seoul di adakan. Ryeowook keluar kelas paling akhir karna ia sendiri yang mengambil hasil ujiannya tersebut. SIBUK, itulah yang menjadi alasan kedua orang tua Ryeowook tak sempat menyempatkan diri datang ke sekolah untuk mengambil rapor.

 

“Semuanya biru~ kapan aku bisa dapat nilai merah.” Ucap Ryeowook saat itu sambil berjalan di trotoar jalan dengan memperhatikan deretan nilai yang ia dapatkan.

 

“Huh, aku ingin bodoh sekali-kali, aku ingin di satu pelajaran dapat nilai D atau E.” Ucap Ryeowook lagi, lalu menutup buku rapornya dan berhenti melangkah,’Mungkin kalau aku bodoh, Omma dan Appa mau memperhatikanku.’ Tambahnya dalam hati

 

Terlahir dari keluarga yang kaya raya tak menjamin membuat Ryeowook menjadi orang yang bahagia. Sebagai anak tunggal yang di wariskan banyak harta ini dan itu, Ryeowook hanya bisa menuruti semua ucapan kedua orang tua.

 

‘Kau harus belajar dan lulus dengan nilai yang baik. Lalu banggakan kami Kim Ryeowook.’ Itu yang selalu kedua orang tua Ryeowook katakan.

 

Ryeowook baru ingin melanjutkan perjalanannya menuju rumah besar yang berada di sebuah komplek mewah kota seoul, tapi beberapa murid pria dari sekolah lain mencegatnya.

 

“Hei! Kau murid dari SMA 13 elite ya’?” tanya salah satu di antara mereka.

 

“Pasti kau anak orang kaya ya’?!!”

 

“Lihat! Tas dan sepatunya saja bermerk!”

 

Ryeowook terkepung oleh mereka yang berjumlah lima orang tersebut, ia ketakutan.

“Komohon jangan ganggu aku, hari sudah hampir gelap aku harus cepat-cepat pulang.” Ucap Ryeowook dengan kepala tertunduk.

 

“Ohh kau ingin cepat-cepat pulang kerumah mu yang mewah itu pastinya kan’? cih, sombong sekali kau!”

 

Seseorang di antara mereka membisikan sesuatu,”Kau pasti punya uang banyak kan’? cepat beri kamu semua uang mu?!” ia menarik tas Ryeowook dan menjatuhkannya ketanah –membukanya dan mengobrak-abrik semua yang ada di dalam, seseorang yang lain melepaskan paksa jas sekolah Ryeowook dan megorohi setiap kantung jas tersebut.

 

“Jangan! Itu semua milikku! Aku bisa adukan kalian ke polisi.” Ancam Ryeowook yang langsung di beri satu pukulan yang menyakitkan di pipinya.

 

Ryeowook merasakan sakit yang luar biasa, ia menyeka cairan yang keluar dari mulutnya yang teranyata adalah darah.

 

“Jangan sakiti aku!!” Ryeowook meluapkan rasa sakit pipinya dengan menggigit lengan pria tadi, tapi Ryeowook malah semakin terluka karna pria itu mendorong kuat tubuh Ryeowook hingga terhempas di bahu jalan. Ia menangis.

 

“JONGJIN-AH!” seseorang di belakang Ryeowook terduduk berteriak.

 

“Kau dan geng-mu sedang apa?! Merampas uang murid lain?!”

 

Ryeowook menoleh kebelakang memperhatikan dua orang yang berseragam sama dengan kelima pria tadi. Seseorang yang berbicara terlihat lebih muda di bandingkan yang satunya lagi –cenderung pendiam.

 

“Kalian akan ku adukan pada kepala sekolah!!”

 

“J-jangan Henry-Hyung! Ku mohon jangan, kami—hanya bermain-main saja.” Jongjin, si ketua gengster tadi berlutut ketakutan di hadapan Henry –pria yang memanggilnya.

 

Yesung yang tadi bersama Henry berjalan mendekati Ryeowook, memberinya sebotol air mineral untuk di minum dan membangunkan tubuh mungil Ryeowook,”Kau baik-baik saja?” tanya Yesung.

 

“Pipiku sakit.” Jawab Ryeowook lalu menangis.

 

“Jangan menangis hei.”

 

“Aku takut.” Ryeowook masih menangis terisak dan karna tak tega, Yesung dengan baik hati meminjamkan tubuhnya untuk memberikan tempat pelukan kepada Ryeowook.”Aku takut.” Lirih Ryeowook lagi, Yesung hanya mengusap-usapkan kepala Ryeowook dengan lembut.

 

Sedangkan Henry. Ia berhasil membuat Jongjin dan keempat rekannya bertekuk lutut di hadapannya.

 

“Sekali lagi kau mengganggu dia—dan murid lain! Aku akan adukan kepada kepala sekolah ARRA!!” ujar Henry.

 

Jongjin dan yang lainnya mengangguk,”Mengerti Hyung.” Jawab merekan serempak.

 

.

.

.

 

Henry membereskan semua barang-barang Ryeowook yang berantakan. Ia memasukanya kembali kedalam tas, lalu mengambil jas Ryeowook yang sudah kotor karna terinjak-injak.

 

“Maaf ya’ mereka semua dari sekolah kami.” Ucap Yesung pada Ryeowook yang sudah tenang.

 

“Ini barang-barang mu.” Ujar Henry yang memberikan tas dan jas milik Ryeowook.

 

“Terima kasih, kalian membantuku terima kasih.” Jawab Ryeowook.

 

“Jangan menangis lagi ya!” kata Yesung lalu di sambung dengan Henry yang berkata,”Kalau kau di ganggu preman sekolahan lagi, panggil kami! Henry dan Yesung AB brothers!”

 

“Iya, thanks.”

 

Semenjak hari itu Ryeowook, Yesung dan Henry berteman. Dan kalau mereka bertemu di jalan seusai pulang sekolah, mereka bertiga akan menghabiskan waktu bersama-sama.

 

Sampai akhirnya Henry sadar kalau dirinya mulai menyukai Ryeowook. Ia senang saat Ryeowook tersenyum, ia juga selalu nervous kalau berada di dekat Ryeowook dan menjadi sering ‘salting’ kalau sedang bersama Ryeowook.

Tapi, Henry juga sadar kalau perasaan dan tingkah lakunya yang malu-malu itu justru terlihat sama seperti sikap Ryeowook kepada Hyung-nya.

Ya. Ryeowook senang kalau melihat Yesung tersenyum dan Ryeowook juga terlihat suka salah tingkah jika sedang bersama Yesung.

Henry menduganya. Menduga kalau Ryeowook memang menyukai Yesung, di saat dirinya menyukai Ryeowook.

 

Hingga akhirnya sekarang sikap Henry pada Yesung sedikit berubah. Henry juga lebih banyak mengeluarkan waktunya bersama Kyuhyun. Pulang sekolah pun, Henry memilih bersama Kyuhyun di bandingkan dengan Yesung yang satu rumah dengannya.

 

Flashback end

 

= = = = =

 

Yesung menggeser pintu kamarnya dan terkejut saat seseorang memeluknya dengan erat,”A-ada apa Siwon?” tanya Yesung pada orang yang memeluknya tersebut. Sungmin juga ikut memeluk Yesung dan membuat pria bermata sipit itu sesak nafas.

 

“Aku bisa kembali ke masa depan!!” ujar Siwon senang. Ia melepaskan pelukanya pada Yesung dan tersenyum bahagia di hadapannya.

 

“Tuan Eun dan Tuan Hae akan menjemput kami.” Ucap Sungmin yang terlihat senang pula.

 

“Tapi Daddy-daddy ku harus membuat mesin waktu dulu. Mungkin dua atau tiga minggu mereka menjemput kami.”

 

“Aku tak sabar ingin pulang kerumah bersama Hyung!”

 

Yesung hanya memperhatikan kedua orang itu di hadapannya. Ia bingung harus senang juga atau bersikap yang seperti apa. Yesung sedang lelah sekarang dan ia ingin membaringkan tubuhnya di atas kasur lantai, tapi melihat kondisi kamar yang berantakan membuatnya enggan untuk beristirahat.

 

“Cepatlah kembali ke rumah kalian, jadi kamarku tidak akan berantakan seperti ini.” Ucap Yesung yang berjalan mendekati meja belajar dan merapikan beberapa buku yang berantakan.

 

“Sorry Yesung…” lirih Siwon.

 

“Maaf Yesung-Hyung kami tidak sopan.” Tambah Sungmin.

 

Yesung tak menanggapi, ia masih sibuk sendirian merapikan semua barang-barang yang berada di meja belajarnya.

 

“Tolong jangan marah dengan kami Yesung. Aku dan Sungmin—perlu bantuanmu selama di era ini.” Ucap Siwon. Ia mendekati Yesung lalu merangkulnya,”Please…” kata Siwon.

 

Yesung mengangguk,”Ya.” Jawabnya amat pelan, dan beberapa detik kemudian Yesung terjatuh dalam rangkulan Siwon.

 

“Yesung?”

 

“Yesung-Hyung—pingsan!?

 

—— TBC —-

Advertisements

Responses

  1. […] 4 […]

  2. Owh jadi ada cinta segi 3 juga ya? Antara henry, wooky, dan yesung.
    Itu yesung bukan pinsan tapi tidur.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: