Posted by: blackcloudies | February 24, 2012

[FF] oneshot — Dreaming Babies — [SFBM 3]

Title : Dreaming Babies

Alternative title : Super Fantasy Before Midnight 3

From sequel : Super Fantasy Before Midnight

Author : DweeRae

Cast : Yesung/Siwon||Siwon/Yesung cameo!Eunhyuk/Donghae(Babies)

Genre : Romance/Family/Fantasy

Rating : PG17

Length : Oneshot

A/N : Fic ini alur setting time nya mirip sama alur fic saya sebelumnya GENDER HAE? (Eun/Hae) dan THE PROMISSES (Ye/Won)

 

슈퍼 주니어

“Sepertinya aku hamil.” Ucap Yesung yang sedang mengaca pada cermin besar sembari meraba perutnya yang putih.

“Ck, perutmu begitu rata—lagi pula abs-mu masih terbentuk. Mana terlihat kalau kau hamil, ngarang!.” Balas Siwon yang sedang menyantap hidangan sarapan cereal crunch di kasur. Di kamar mereka.

Yesung memakai kembali t-shirt neck V hitamnya, lalu mendekati Siwon –menaiki ranjang yang sama dan duduk bersila di hadapan Siwon.

“Wonnie, apa kau tidak pernah berfikir tentang—bayi?” tanya Yesung tanpa ekspresi, berbeda dengan Siwon yang langsung mengeluarkan tawaannya hingga membuat mangkuk cereal-crunch-nya hampir tumpah.

Yesung menarik lengan Siwon agar pria itu mau fokus,”Jangan tertawa. Aku serius.” Ucapnya.

Siwon mencoba menenangkan diri, ia menaruh hidangan sarapannya di samping meja—lalu menatap Yesung dengan penuh cinta,”Okey. Bicara saja apa maksudmu darl.”

Yesung mulai berbicara,”Dengarkan aku Siwonnie. Kita sudah bersama hampir dua tahun dan hidup seperti ini rasanya—memuakkan.” Ucapnya awal. Siwon menautkan alisnya,”Maksudmu?”

Yesung menaruh kedua telapak tangannya pada pundak Siwon,”Mungkin—akan lebih menyenangkan kalau kita berdua punya seorang—anak?” Ucapnya.

Siwon terdiam agak shock,”Kau sungguh serius?” tanyanya memastikan. Yesung hanya mengangguk berkali-kali,”Iya. Aku sangat sangat sangat serius.” Jawabnya.

“Tapi…” Siwon menatap kearah bagian perut Yesung,”…Itu kan’ tidak mungkin—sangat sulit untuk kita Yesungie…” Tambahnya kemudian. Yesung mengerti apa maksud Siwon, ia juga sadar –bagaimana mungkin sepasang pria bisa memperoleh seorang keturunan ‘Kandung’

“Aku tahu itu impossible—tapi mari kita berfikir kreatif. Kau—dan aku kan’ bisa mengadopsi bayi dari panti asuhan. Kita akan merawat bayi itu dengan penuh kasih sayang.” Ujar Yesung. Siwon mengangguk faham, tapi masih ada suatu keganjalan lagi di benaknya,”Ta-tapi bagaimana kalau bayi itu terlantar. Siapa yang akan mengurusnya sepanjang waktu?” tanya Siwon dan membuat kekasihnya itu tertawa geli.

“Tentu saja kita yang akan merawatnya…” ucapnya berjanji,”Kau tetap bekerja di kantor—tapi tugas merawat kita bagi berdua.” Tambah Yesung.

Siwon berfikir berulang-ulang, karna rencana gila Yesung kali ini adalah sebuah keseriusan.

“Tenanglah Siwon, kita berdua pasti bisa menjadi orang tua yang baik.” Ucap Yesung bersungguh-sungguh.

Siwon melegakan nafasnya. Melihat kesenangan Yesung dengan rencana itu membuatnya ikut terlihat senang,”Okay. Terserah kau saja—aku pasti selalu mendukungmu.” Jawabnya.

슈퍼 주니어

“Daddy bangun cepat!!!” seorang balita berumur 4 tahun menarik-narik bedcover tebal yang menutupi tubuh Yesung.

“Eung?” Yesung membuka  kedua mata sipitnya, lalu memperhatikan seorang balita imut yang sedang duduk di dadanya dan dengan tangan menarik keras rambut coklat Yesung,”KAU SIAPA?!!” teriak Yesung terkejut melihat ada seorang balita tadi—di rumahnya, di kamarnya.

“Um hueee Daddy galak…” balita berumur tiga tahun itu menangis cukup keras—Yesung pun segera duduk dari tidurnya dan mencoba menenangkan balita tanpa celana itu.

“Cup cup, tenanglah baby, jangan menangis…” ucap Yesung sembari mengelus lembut rambut balita itu.

Siwon muncul di depan pintu kamar yang tak terkunci, ia juga sedang menggendong seorang balita lain—umurnya hampir sama, tapi balita yang di gendong Siwon lebih terlihat pendiam.

“Yesung-ah, cepat bangun!” ucap Siwon sambil memongmong balita pendiam itu—Siwon sudah rapi dengan pakaian kantornya, tapi sepertinya ia masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya.

“Me-mereka siapa Siwon? Mereka datang dari mana?” ucap Yesung menanyakan tentang dua balita laki-laki yang berada di rumah sederhana Siwon dan Yesung.

“Tentu saja anak kita.” Jawab Siwon yang membuat Yesung agak kebingungan,”Anak kita? Tapi—“

“Sudahlah cepat bangun Yesungie dan…” Siwon mengambil sebungkus baby deepers yang berada di samping meja dekat pintu kamar lalu melemparnya kearah Yesung,”…Cepat pakaikan Donghae popok, semalam dia mengompol.” Tambah Siwon yang kemudian berlalu kedapur sambil tetap menggendong bayi yang satunya.

Yesung terdiam agak kaku, namun sepasang tangan kecil menggigit jemarinya,”Daddy aku ngompol lagi, cepat pakaikan celana!” Ucap cadel balita itu.

“W—WHAT?”

슈퍼 주니어

“Baiklah Daddy akan berangakat kerja dulu ya’ kalian jangan nakal.” Ucap Siwon yang kemudian memberikan ciuman di kening Eunhyuk dan Donghae—kedua balita tadi, lalu di akhiri dengan ciuman mesra di pipi Yesung,”Jaga mereka okay. Aku akan kembali lebih cepat nanti sore.” janji Siwon. Ia segera mengambil tas kerjanya dan berjalan kearah pintu rumah. Beberapa menit kemudian sosok Siwon sudah tak mengisi rumah lagi. Hanya ada Yesung dan—kedua balita imut tersebut.

“Daddy…” Eunhyuk yang sebelumnya turun dengan susah payah dari bangku makan, ia berjalan kecil mendekati Yesung dan memeluk kaki Daddy-nya tersebut,”I-iya?” Yesung menundukan kepalanya memperhatikan Eunhyuk yang mendongak keatas,”…Aku mau nonton cepongbob.” Ucapnya.

Yesung terdiam sebentar sampai kata-kata tadi menjadi familiar di dengarnya,”Oh, spongebob?” tanya Yesung dan balita kecil itu mengangguk polos.

Entah mengapa Yesung menjadi tertawa kegelian, baginya ini semua adalah hal yang sangat lucu. Menjaga balita seorang diri dan mengurus rumah sekaligus, itu adalah tantangan yang akan ia coba.

PLUK

Yesung baru ingin memopong Eunhyuk ke ruang tengah namun sebuah sendok alumunium mengenai kepalanya. Sakit. Yesung mengusap kepalanya yang terbentur sendok tadi.

“Aku mau nonton nemo! Jangan cepongbob!” amuk Donghae yang masih duduk di bangku makan, ia melempari apa saja yang berada di atas mejanya termasuk,”ITU PIRING! Nanti pecah bisa berbahaya.” Yesung segera berlari mengambil piring yang akan Donghae lempar kearahnya.

“Aku mau nonton nemo!!!” ucap Donghae sambil menangis.

“Cepongbob ajah cih Hae.” Balas Eunhyuk dengan menunduk sebal.

“NEMO! Cekali nemo ya nemo!”

.

.

.

.

.

Jalan keluar yang Yesung pilih adalah membagi dua acara menonton sekaligus. Eunhyuk menonton kartun Spongebob di ruang keluarga dan Donghae menonton dvd Finding Nemo di kamar Yesung. Hanya ada dua televisi di rumah tersebut dan keduanya sudah ter-booking oleh balita-balita tadi.

“AHH lelah.” Yesung meregangkan ototnya dan sedikit berolahraga kecil di ruang makan—itu adalah ruangan yang menengahi antara kamar dengan ruang keluarga, jadi Yesung bisa menjaga mereka berdua secara adil.

“DADDY!!! Hueeeeee!” terdengar teriakan suara menangis dari dalam kamar. Yesung segera berdiri agak frustasi,”YAH!! Lagi-lagi Donghae, WAE?!”

Yesung memperhatikan Donghae yang sedang tidur-tiduran sambil menangis dan memeluki remot dvd,”Tipinya tiba-tiba mati Daddy, padahal tadi lagi celu celunya nemo.” Adu Donghae yang kesal dan menghentak-hentakkan kakinya kealas ranjang.

Yesung duduk di samping Donghae dan mengambil remot yang berada di pelukan putra kecilnya tersebut,”Remotnya tertekan sama kamu Hae, lain kali Donghae mentonton saja oke?—tidak usah menekan tobol remot. Jadinya rusak kan’” ucap Yesung yang langsung membenahi semua keberantakan itu.

“Daddy…” Eunhyuk memasuki kamar dengan bertelanjang dan sebuah baby deepers ia tenteng untuk di serahkan kepada Yesung,”Eunhyuk-ah? Ke-kenapa kau melepaskan pampers mu?”

Eunhyuk menunduk malu, kaki kanannya menggaruk-garuk pergelangan kaki kirinya,”Aku mengompol Dad.” Ucap Eunhyuk pelan.

Yesung menghela nafasnya sedalam yang ia bisa dan membuangnya bersama teriakan-teriakan kesal,”SIWON CEPATLAH PULANG!”

.

.

.

HATCHIM

Siwon merekatkan jas hitamnya agar ia lebih merasa hangat.

“Kau sepertinya sedang demam Siwon?” tanya Leeteuk, teman sekantornya. Siwon mengangguk,”Ya Hyung. Aku agak lelah—semalaman mengurus dua putraku.” Jawabnya.

“Wah, itu pasti sangat merepotkan kalian ya’ kau jadi terlihat kurus, perbanyaklah minum vitamin.” Ucap Leeteuk iba. Siwon mengangguk lagi,”Benar Hyung, sangat repot mengurus mereka berdua. Aku jadi kasihan dengan Yesung, dia pasti juga sedang sibuk sekarang.” Ucap Siwon.

Leeteuk memberinya semangat,”Tenanglah, begitu besar mereka berdua pasti bisa menjadi mandiri.” Ucapnya.

“Aku harap secepatnya.” Siwon mengambil ponsel android yang berada di saku celananya, lalu memperhatikan layar ponsel yang memajang foto selca dirinya bersama Yesung, Eunhyuk dan Donghae,”Kalian sedang bersenang-senang ya?” tanyanya pelan.

.

.

.

“Daddy daddy gawat!!” belum ada sepuluh menit Yesung membaringkan tubuhnya keatas sofa nan lembut, tapi suara Donghae sudah mengusiknya kembali,”Ada apa lagi?” tanya Yesung dengan malas.

“Daddy liat deh ke dapul, maca ci Enyuk naik-naik keatas lemali.” Ucap Donghae serius.

Yesung membulatkan kedua matanya dengan terkejut,”EUNHYUK DI ATAS LEMARI??!” teriaknya yang membuat Donghae terduduk diatas lantai saking kagetnya.

“Hyuk! Kau sedang apa?” Yesung melihat Eunhyuk yang sedang berjongkong di atas meja kitchen set dengan bergemetar, di atas kepalanya—pintu lemari makanan terbuka dan membuat isi di dalamnya berantakan,”Aku lapal. Daddy tadi lagi tidul, makanya’ aku mau ambil makanan cendili.” Ucap Eunhyuk agak takut.

Yesung mendekati Eunhyuk—menggendongnya dan memindahkan anak itu keatas meja makan,”Tapi itu berbahaya. Jangan kau lakukan lagi oke?” ucapnya dengan kedua mata menatap Eunhyuk iba.

“Huehehehehe Daddy hiks…” Donghae berlarian menuju dapur untuk menyusul sang ayah. Yesung dan Euhyuk memperhatikanya—entah ulah apa lagi yang telah di lakukan Donghae itu.

“Da-Daddy—aku di-gi-git k-kula-kula hiks.” Isak Donghae dengan menunjukan lengannya yang berdarah,”Astaga Hae, tanganmu terluka.” Yesung langsung menghampirinya, membekap darah yang keluar di pergelangan tangan Donghae dengan t-shirt yang sedang Yesung kenakan,”Daddy akan ambil obat, kau tetap di sini ya?” ucap Yesung.

“Daddy aku mau tulun.” Pinta Eunhyuk yang ingin turun dari meja makan,”Tetap di sana Hyuk!”

“Daddy tangan aku cakit.” Ucap Donghae yang kesakitan—menambah kerepotan Yesung mengurus dua balita itu.

“Daddy tulunin aku dong.”

“Daddy cakit cekali ini.”

“Yesungie?”

“APA??!” Yesung menjawab panggilan namanya dengan kasar—,”S-Siwon? Kau sudah pulang?” tanya balik Yesung pada Siwon yang tadi memanggilnya. Pria berlesung pipi itu sudah berada di ruangan yang sama dengan Yesung, Eunhyuk dan Donghae. Tapi saking repotnya, Yesung tak menyadari pintu rumah yang di buka oleh kekasihnya tersebut.

“Aku kan’ sudah janji mau pulang lebih awal. Apa semua baik-baik saja?” jawab Siwon yang langsung membalas pertanyaan kepada Yesung.

Yesung tak menjawab—ia hanya terdiam dan mempersilahkan Siwon untuk mengetahui keadaan aslinya secara langsung.

.

.

.

Eunhyuk tertidur di tengah ranjang dengan nyenyak, sama seperti Donghae yang juga sudah bermimpi indah walau dengan tangan yang harus di perban, tapi anak kecil itu terlihat nyenyak dalam tidurnya.

Yesung duduk di kiri ranjang sedangkan Siwon berada di sisi sebelahnya. Mereka berdua memperhatikan kedua balita yang tertidur di tengah mereka.

“Seperti malaikat.” Ucap Siwon, jemarinya merapikan rambut halus Eunhyuk.”Ya, seperti malaikat. Malaikat yang merepotkan.” Balas Yesung. Mereka berdua tertawa kecil.

“Kau sepertinya lelah?”

Yesung mengangguk,”Ya. Mereka membuat banyak ulah hari ini, aku sangat sangat lelah.” Jawabnya.

Siwon menyelimutkan Eunhyuk dan Donghae agar lebih hangat. Lalu turun dari ranjang dan berjalan ke sisi tempat di mana Yesung berada,”Pangeranku lelah ya?” ucap Siwon menggoda sedikit. Ia menaruh kedua telapak tangannya di pundak Yesung, dengan gerakan pelan, Siwon memijati leher Yesung dan membuatnya lebih rileks.

“Si-Siwon, geli.” Ucap Yesung.

Siwon menghentikan massage-nya, lalu ikut duduk di sebelah Yesung,”Lalu apa yang harus ku lakukan agar kau tidak kelelahan?” tanya Siwon.

“Tidak usah lakukan apa-apa.” Jawab Yesung—kedua mata sipitnya memperhatikan Siwon dengan senyuman manis,”…Malah, nanti aku akan semakin lelah karna dirimu. Jadi lebih baik jangan lakukan apa-apa.” Tambah Yesung.

Siwon mengerti, ini bukan waktu yang tepat untuk mereka—bercinta.

“Bagaimana kalau sebuah paket ciuman yang manis untukmu?” tanya Siwon yang langsung mendekatkan tubuhnya lebih intim kearah Yesung,”Yes—sir.” Jawab Yesung.

“Daddy…” panggil Eunhyuk yang terbangun dari tidurnya dan membuat Siwon gagal untuk memberikan ciuman kepada Yesung,”Eun-Eunhyuk-ah?”

“Tangan cama badan Donge panas. Kasulnya juga jadi panas.” Ucap Eunhyuk seraya ikut duduk di atas kasur. Siwon menaruh telapak tangannya keatas kening Donghae dan mengukur demam balita tersebut,”Oh God. Sepertinya Donghae terkena infeksi—sampai membuat tubuhnya sangat panas.” Ucap Siwon khawatir.

“Ba-bagaimana ini Siwon, kita harus membawanya kerumah sakit sekarang juga.” Yesung ikut khawatir pula.

.

.

.

Cuaca malam ini tak mendukung karna hujan turun begitu lebatnya. Siwon dengan hati-hati mengendarai mobilnya menuju rumah sakit yang lumayan jauh dari komplek rumahnya. Yesung duduk di bagian tengah mobil bersama Eunhyuk dan Donghae dalam pangkuannya.

Di tengah perjalanan entah mengapa mobil Siwon terkena mogok, dan membuat mereka berempat terhenti di tengah jalan yang agak sepi.

“AISH!” Siwon memukul stir mobilnya dengan kesal.”Apa tidak ada taksi?” tanya Yesung di belakangnya.

“Ini malam dan hujan besar, mencari taksi juga pasti sangat sulit.” Jawab Siwon.

“Mobilnya rusak atau bensinnya habis?”

Siwon menggeleng,”Entahlah, sepertinya aki-nya kurang panas. Mungkin kalau di dorong mobil akan bisa berjalan lagi.” ucapnya.

Ada jeda terdiam sesaat di antara mereka, sampai akhirnya Yesung memutuskan sesuatu,”Aku akan mendorong mobil ini dan kau menstarter ulang oke?” ucapnya.

“A-apa? Kau gila? Di luar hujan besar, kau juga bisa sakit Yesungie!” larang Siwon.

“Aku bisa menjaga diri, tapi Donghae perlu segera di periksa ke rumah sakit. Please Siwon, demi putra kita.” Pinta Yesung.

Siwon belum membalas jawabannya tapi Yesung sudah keluar mobil yang sebelumnya ia memastikan Donghae berada dalam posisi aman di dalam mobil.

Duk duk duk

Yesung mengetuk jendela kaca yang berada di sebelah Siwon, tak lama kaca itu terun terbuka,”Aku akan mendorong mobil dari belakang dan kau menstarter ulang mobilnya oke?”

“T-tapi kau nanti kebasahan!” Siwon menarik lengan Yesung,”Cepat masuk kembali kedalam mobil.” Ujar Siwon paksa, namun Yesung menepis tarikan di tangannya tersebut,”Tidak. lakukanlah seperti yang ku ucapkan tadi. Please.” Pintanya.

Siwon memendam rasa frustasy-nya. Ia bingung. Di satu sisi dirinya tak tega dengan keadaan Donghae yang sedang deman, tapi melihat Yesung berhujan-ria di malam hari juga membuatnya cemas.

‘Setidaknya satu orang harus ku selamatkan.’ Batinnya.

Yesung dengan kuat mendorong mobil itu—mengeluarkan semua tenaganya. Hujan yang membasahi tubuh Yesung dan membuatnya menggigil seakan tak ia rasakan. Yang terpenting Donghae bisa selamat.

“Akh.” Yesung tersungkur di lantai aspal karna mobil yang di dorongnya akhirnya bisa bergerak kembali. Ia tersenyum.

“Thanks God.” Lirihnya yang di kalahi suara gemuruh hujan.

Yesung menjatuhkan tubuhnya—menelungkupkan dirinya bersama hujan besar yang jatuh secara bebas. Menerpa wajahnya.Perih…tapi ia tak perduli.

“Yesung…”

“Yesung!”

“YESUNG!”

Yesung membuka kedua matanya—terkejut. Ia sedang bukan berada di tengah jalan dengan basah kuyup, tapi dirinya sedang tidur—berhangatkan selimut di atas ranjang empuk, bersama Siwon di sebelahnya.

“S-Siwonnie! Siwonnie…” Yesung mengguncang-guncangkan tubuh Siwon yang sedang terlelap,”Siwon bangunlah.” Ucap Yesung lagi yang kali ini menarik-narik lengan Siwon.

“Em? Jam berapa sekarang?” tanya Siwon yang masih mengantuk. Ia mengambil sebuah jam waker yang berada di meja samping ranjang,”Ini tengah malam Yesungie. Kenapa kau bangun?” tanya Siwon sembari memperhatikan jarum jam yang berada di waker tersebut.

“A-aku sepertinya baru bermimpi buruk.” Ucap Yesung pelan. Siwon segera ikut duduk di ranjang—memperhatikan Yesung yang di penuhi keringat pada kening, leher dan lenganya.

“Kau habis mimpi apa? Monster?” tanya Siwon sembari mengelapi keringat yang membasahi t-shirt putih Yesung.

“B-bukan buruk juga sih, tapi mimpi itu sangat—nyata.” Yesung memperhatikan keseluruh ruangan yang terlihat sepi, tidak ada sosok dua balita yang ia kenali dalam mimpinya tadi.

“Donghae sedang sakit—dan kita membawanya kerumah sakit. Aku, kau, Donghae dan Eunhyuk ikut juga. Ta-tapi mobil kita rusak, lalu aku turun dari mobil dan membantumu mendorong mobil itu agar bisa hidup kembali, lalu—aku terjatuh dan tiba-tiba terbangun.” Cerita Yesung.

Siwon menautkan kedua alisnya,”Itu dongeng?” tanyanya dan Yesung menggeleng,”Bukan. Itu—mimpi. Mimpi yang panjang dan—nyata.” Jawab Yesung.

Siwon mendekap Yesung dengan lembut,”Aku tidak kenal siapa itu Donghae dan Eunhyuk yang kau bicarakan. Tapi aku harap aku bisa menjagamu, tidak di dunia itu juga tapi di dalam mimpi. Jadi,” Siwon memberi sebuah kecupan di kening Yesung sebelum ia meneruskan kalimatnya,”…Tidurlah lagi, aku akan menjagamu.”

“Siwon,” panggil Yesung pelan.

“Ya?”

“Mimpi itu sangat nyata. Aku senang berada di mimpi yang ku lewati tadi, walau merasa lelah tapi aku sangat senang.” Ucap Yesung.

“Kalau kau senang dengan mimpimu, kenapa kau terbangun?”

Yesung menggeleng,”Aku di bangunkan.” Jawab Yesung,”Aku di bangunkan oleh diriku sendiri. Dan ,impi tadi membuatku berfikir, sepertinya…aku belum siap untuk merawat seorang bayi—atau balita.” Tambah Yesung lagi.

Siwon menatap heran Yesung,”Tapi bukannya kau yang ingin berencana memiliki—anak?” tanyanya. Yesung mengangguk dua kali,”Tadinya. Tapi sekarang tidak. mungkin beberapa tahun kedepan.” Jawab Yesung.

Mereka berpandangan sebentar,“Hem, okay. Hampir lewat tengah malam, sebaiknya kita kembali tidur.” Ujar Siwon yang di iyakan Yesung. Dan mereka kembali meneruskan mimpi indahnya-mimpi yang baru.

Mimpi adalah sebuah inspirasi. Mimpi terkadang seperti cermin yang melukiskan sebuah masa depan. Tapi yang pasti, mimpi memiliki banyak milyaran cerita tersembunyi.

슈퍼 주니어

END

[2012-02-08]

NB : Fic ini juga di ilhami dari mimpi singkat saya 🙂

Credit poster ; SFBM3 – My Baby Cloud!YEWON pict @SS4 SG 12/02, edited by author.

 

Advertisements

Responses

  1. Huwaaaaaaaa!!!!!! Eonni…. Aaaaaaaaaaaa!!!!! *Jerit-jerit kyk org gila* keren, sosweet n kocak abis. Yewon yeye wonwon. Keren bgt sebangetbangetnya…. Eonni req boleh ga? Dibuat versi chapter seru kyknya ya, abis aku penasaran kalo dibuat chapter gimana yah?? Hehe. Uda ah segitu aja. Keep writing eonni. Yewon is Real ^^

    • chapterednya?? ada sih dua chapt yang yewon, tapi itu juga slight ama member laen @_@
      hugs Yewon :*

      thanks been rcl ^^

  2. Ceritanya bgus banget XD

    • ghamsa \o/

  3. sudah kuduga itu mimpi xD
    yeppa dirimu pasti sangat lelah mengurusi si hyperaktif EunHae xD

    • xD kesian ya ._.

  4. Aigoo… Eunhae sungguh hyperaktif. Kasian yesungie *peyuk yesung oppa* #plaaakkk *digampar siwon oppa* 😀

    • -_- jangan saling menggampar~ gampar author ajah (?)

  5. Cute banget sih ini u.u

    • akunya yah yang cute :3 gomawo (?)

  6. Wkwkwkwk oppa yesung gokil bgt
    Pokonya yewon (yesung siwon keren abis abis abis bgttttt and gak abbissss2)

    • sesujuuu!! yewon emang keren wkwkwkw~

  7. […] Story […]

  8. waaaaa
    ada kiddo eunhae!!
    ngegemesin banget!
    kekekeke

    • >.< yesungnya juga ngegemesin!

  9. hahahaha….anak anak lucu…bkin repot yesung hahahahha..tapi mereka ngegemesin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: