Posted by: blackcloudies | February 14, 2012

[FF] 4 chapters — Our Valentine Moments — Hangeng/Heechul

Title : That’s My Chocolate!

Author : DweeRae

Main cast : Hangeng/Heechul

Genre : Romance/teenlit/Shounen-ai

Rating : PG15

Lenght : oneshot

Warning : Random language

슈퍼 주니어

Ini adalah hari valentine.

.

.

.

Hangeng si murid asal Beijing yang bersekolah di salah satu SMA swasta di Seoul, lebih memilih menghabiskan hari valentinenya dengan membaca buku di sudut kelas. Menjawab ratusan essay dan menghafalkan beberapa materi penting yang baru saja di pelajarinya sebelum jam istirahat tiba seperti sekarang.

“Hyung~ untukmu. Terima ya’?” seorang pria muda dengan topi putih yang di pakai berposisi terbalik, menaruh sebatang coklat bermerk di atas meja Hangeng.

“Xie-xie Hen. Akan ku makan nanti.” Jawab Hangeng padanya dengan senyuman ramah.

Pria itu juga membalas senyuman Hangeng sebelum dirinya berlalu ke orang lain untuk memberikan coklat-coklat yang sama kepada mereka.

“Henry!” Hangeng memanggil pria yang tadinya memberi coklat, ia ingin menyampaikan satu hal,”Iya?” tanya Henry yang menoleh memperhatikan Hangeng.

“Sorry. Aku tidak bisa membalas coklat ini.” Ucapnya dan Henry pun tersenyum –membuat kedua matanya yang sipit menjadi tenggelam.

“Tak apa Hyung. Coklatku banyak di tas.” Jawab Henry lalu berlalu lagi menghampiri teman-teman sekelasnya yang lain.

That’s my Chocolate

Hangeng memperhatikan coklat yang di beri Henry. Itu adalah coklat pertama dan satu-satunya yang ia terima di hari valentine tahun ini. Tidak seperti salah seorang teman sekelasnya yang selalu mendapatkan ratusan coklat dari murid wanita maupun pria di sekolahnya.

Kim Heechul. Hangeng menuliskan nama itu, nama seseorang yang selalu mendapatkan coklat terbanyak, nama seseorang yang lebih populer dan memilik banyak teman di sekolah.

“Heechul-Hyung!” seorang murid dari kelas lain menggeser pintu kelas dengan gaduh dan berteriak memanggil nama Heechul.

“Waeyo?” tanya Heechul saat murid itu berjalan penuh senyuman menghampirinya.

Ia memberikan sekotak besar tembus pandang yang di dalamnya berisi coklat berbentuk,”Kura-kura?”

Pria dengan sepasang mata bulan sabit tadi mengangguk,”Itu coklat berbentuk kura-kura yang ku pesan untukmu Hyung.” Jawabnya.

Heechul tersenyum padanya,”Ini unik. Kenapa kau memberinya untukku Yesungie?” tanyanya pada murid tadi yang bernama Yesung.

“Karna, aku menyukaimu Hyung.” Jawab Yesung.

Heechul tersenyum lagi,”Aku tahu.” Ucapnya kemudian menyimpan coklat itu kedalam handbag yang sebelumnya sudah terisi penuh oleh beberapa coklat lain,”Okay thanks, aku akan menerimanya.” Tambah Heechul kemudian.

Ya. Bukan hanya coklat, tapi Heechul juga mendapatkan banyak cinta dari orang lain. Berbanding terbalik dengan sosok Hangeng.

.

.

.

Sudah jam pulang. Hangeng masih berada di kelas karna hari ini adalah jadwal piketnya. Ia bekerja sendirian karna yang lain dengan seenaknya pergi terlebih dahlu, dan alasan mereka semua sama,’Aku akan kencan dengan kekasihku.’

Hangeng sudah menyapu semua lantai kelas, ia akan membuang semua sampah yang berada di pengki kesebuah f sampah yang berada di ujung koridor kelas.

Di tengah perjalanan Hangeng memperhatikan cuaca siang hari yang ternyata sedang mendung. Gerimis pun terderngar bergemericik saat mereka semua jatuh di permukaan genting bangunan. Hangeng tersenyum kecil, rasanya ia sedikit senang karna hujan –mungkin saja semua teman-temannya yang merayakan valentine itu menjadi terganggu dengan aktifitasnya.

Hangeng menghentikan langkahnya dengan gerakan cepat. Ia terkejut karna ada seseorang yang berdiri di depan tempat sampah sedang membuang sesuatu yang –sangat banyak.

“Heechul-ssi?” panggilnya pelan pada seseorang yang langsung menoleh kearahnya tersebut.

“Hangeng?”

Mereka berdua bertatapan, namun tak lama saat Hangeng memusatkan pandangannya pada tempat sampah tersebut.

“Kau—membuang semua coklat untukmu? Di tempat sampah?” tanya Hangeng dengan pandangan masih tertuju pada handbag yang baru saja di buang Heechul.

“Ya, seperti yang kau lihat.” Jawab Heechul santai.

“Kenapa?”

“Apa perlu ku jelaskan?”

Hangeng menghela nafas. Niatnya ketempat itu adalah untuk membuang sampah, bukannya malah melakukan percakapan dengan Heechul. Lagipula, obrolan itu adalah obrolan pertama mereka –sangat canggung.

“Itu untukku?” Heechul bertanya padanya dan Hangeng menoleh memperhatikan Heechul saat ia usai membuang semua sampah kedalam tempat sampah.

“Apanya?” tanya Hangeng kurang jelas. Heechul memperhatikan kearah saku celana Hangeng,”Coklat itu. Kau juga ingin memberikannya untuku?” tanya Heechul mengulang. Hangeng pun mengambil coklat yang di maksud.

“Bukan. Ini coklatku.” Jawab pria chiness itu singkat.

That’s his chocolate.

Heechul tertawa kecil dan sungguh membuat Hangeng ingin ikut tertawa pula saat melihat senyum itu.

“Jangan bercanda. Sebenernya kau ingin memberikan coklat untukku juga kan’?” tanya Heechul dengan kepercayaan dirinya. Hangeng menggeleng pelan.

Heechul semakin geli tertawa,”Jangan malu. Bilang saja kau ingin memberikan coklat valentine untukku.” Tanpa basa-basi Heechul langsung mengambil coklat yang tadinya berada di tangan Hangeng. Telapak tangan mereka bersentuhan.

“Jangan di buang seperti yang lainnya.” Ucap Hangeng dengan datar. Ia rela kalau coklat pemberian Henry itu di ambil secaran ‘paksa’ oleh Heechul, tapi ia tak akan rela kalau Heechul nantinya akan membuang coklat itu ke tempat sampah seperti yang lainnya.

Heechul membuka coklat itu di hadapan Hangeng. Entah mengapa raut wajahnya terlihat senang.

“Aniya. Coklat ini akan ku makan.” Ucapnya lalu mengigit ujung coklat yang legit tersebut.

“Itu coklat pemberian Henry.” Kata Hangeng pelan. Heechul berhenti mengunyah.

“Tapi kalau kau suka, ambilah.” Ujar Hangeng yang akhirnya meninggalkan Heechul seorang diri di koridor sepi tersebut.

슈퍼 주니어

Title : This is Ur Hat

Author : DweeRae

Main cast : Hangeng/Heechul

Genre : Romance/teenlit/Shounen-ai

Rating : PG15

Lenght : oneshot

Warning : Random language

Hangeng masih belum pulang. Ia sedang berdiri di loby sekolah –menunggu hujan reda. Suara tapak kaki mendekati Hangeng, lalu suara itu menjadi hilang saat ia sadar Heechul sudah berdiri di samping Hangeng –menunggu hujan juga.

“Sorry. Aku tidak tahu kalau tadi itu adalah coklatmu dari Henry.” Heechul memulai obrolan mereka. Untuk kedua kalinya, di tempat yang berbeda.

“Tak apa.” Jawab Hangeng dengan fokus memperhatikan kearah depannya.

“Henry juga memberiku coklat yang sama tadi.” Tambah Heechul. Hangeng tersenyum sekilas,”Dan kau membuangnya ke tempat sampah.” Ujar Hangeng membuat Heechul tertunduk,”Ya~ bersama coklat kura-kura juga.” Ucapnya.

Hangeng hampir tertawa lalu ia menoleh ke arah kirinya –memperhatikan Heechul yang sedang menundukan kepalanya tersebut,”Aku kan’ tidak suka kura-kura. Kenapa Yesung memberiku coklat aneh itu.” Ujar Heechul yang kali ini benar-benar membuat Hangeng terkekeh.

“Tentu saja, kau kan’ sukanya kucing.” Ucap Hangeng yang setelahnya ia terdiam menjadi kaku.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku suka dengan kucing?” tanya Heechul yang langsung memberi Hangeng tatapan rasa penasaran.

“Kau selalu memosting foto mu di weibo.”

Jawaban Hangeng barusan membuat Heechul semakin penasaran,”Kau tahu weibo ku?” tanyanya. Hangeng mengangguk,”Kita bahkan berteman. Tapi kita tidak saling kenal.” Jawabnya.

Semilir angin menerpa tubuh kedua pria itu. Heechul memerjamkan kedua matanya saat angin dengan puas memberantakan rambut indahnya. Hangeng memperhatikan Heechul dengan lekat.

‘Bahkan kau pun terlihat cantik jika seperti itu.’ Batin Hangeng.

Pandangan Hangeng kembali kearah depan saat Heechul membuka kedua matanya.

.

.

.

Tidak lama. Hujan perlahan sudah berganti menjadi gerimis. Mereka berdua memperhatikan cucuran gerimis yang jatuh dengan gratis dari awan hitam di atas sana.

Hangeng membuka topinya, lalu memakaikanya ke kepala Heechul,“Aku pulang duluan.” Ucap Hangeng yang berjalan cepat keluar gerbang sekolah—meninggalkan Heechul sendirian saja dengan sebuah topi hitam yang terpasang di kepala. Heechul menyentuh topi yang berada di kepalanya,”Ini topi mu.” Ucapnya.

Hangeng tak menanggapi.

슈퍼 주니어

Title : This is Our Kiss

Author : DweeRae

Main cast : Hangeng/Heechul

Genre : Romance/teenlit/Shounen-ai

Rating : PG17

Lenght : oneshot

Warning : Random language

Pagi ini kelas terasa ramai. Semua murid membicarakan tentang kencan mereka saat valentine kemarin. Hangeng berulang kali menduakan tatapannya, pertama pada buku yang sedang ia baca, kedua pada sebuah bangku yang masih terlihat kosong.

‘Apa dia sakit?’ tanya Hangeng dalam hati. Heechul lah yang di maksud Hangeng tadi. Pria itu urung juga masuk kelas, padahal sebentar lagi pelajaran akan di mulai.

Tidak seperti hari ini yang cerah, kemarin hujan turun tak henti-henti. Kalaupun ada jeda, itu merupakan gerimis.

Mungkin saja Heechul terkena flu atau demam karna kemarin.

Hangeng baru ingin memokuskan kembali bacaannya, namun suara Jungsoo yang memanggil sebuah nama membuatnya penasaran,”Heechul-ah, aku kira kau tidak masuk.”

Heechul tersenyum kepada Jungsoo,”Aniya. Aku tadi telat bangun.” Jawab Heechul, lalu memberikan senyumannya kepada Hangeng –sekilas. Hari ini Heechul terlihat lebih tampan, di tambah dengan topi hitam yang sedang ia pakai –membuatnya semakin terlihat tampan.

“Henry!” Heechul belum menaruh tas-nya, ia menghampiri Henry terlebih dahulu untuk mengatakan sesuatu padanya,”Ada apa Hyung?”

“Coklatmu enak. Thanks.” Ucap Heechul.

Hangeng hanya memperhatikan Heechul dari jauh, walau terkadang kedua pandangan mereka bertaut –tapi kedua nya tetap saling bisu satu sama lain.

.

.

.

Sudah jam pulang sekolah. Tapi hari ini Hangeng masih berada di sekolah.

Bukan untuk piket, tapi Heechul memintanya untuk menunggu karna ada sesuatu yang ingin Heechul berikan kepada Hangeng.

‘Mungkin dia akan mengembalikan topiku.’ Fikir Hangeng.

Hangeng menyenderkan punggungnya di dinding luar kelas dan memperhatikan lantai koridor yang sepi hingga sepasang sepatu putih berhenti di hadapannya.

“Maaf, kau pasti menunggu lama.” Ucap pria bersepatu putih itu yang ternyata Heechul. Hangeng menggeleng pelan,”Tak apa.” Jawabnya singkat.

Heechul tersenyum, ia masih mengenakan topi hitam milik Hangeng. Tangan kanannya merogoh kebagian belakang ransel di punggungnya, mengambil sesuatu. Sebuah coklat.”Ini untukmu Han.” Ucap Heechul memberikan Hangeng sebatang coklat yang persis seperti coklat pemberian Henry kemarin.

“Untukku?” tanya Hangeng yang masih belum menerima coklat itu.

Heechul menganggukan kepalanya dua kali,”Sebagai tanda permintaan maaf, karna kemarin aku sudah bersikap bodoh—mengambil coklatmu dan memakannya di hadapanmu.” Ujar Heechul menjelaskan maksudnya.

Hangeng mengambil coklat itu, telapak tangan mereka bersentuhan. Lagi.

“Thanks.” Jawab Hangeng.

Heechul tersenyum lebar karna akhirnya Hangeng mau menerima coklat yang ia susah payah beli sebelum berangkat sekolah, itu alasannya Heechul hampir telat pelajaran di kelas.

“Lalu topiku?” tanya Hangeng pada Heechul yang menanyakan tentang nasib topi nya. Heechul menggelengkan kepalanya kali ini,”Kau memberikannya kepadaku Han. Jadi—ini topiku sekarang.” Ujarnya.

“Baiklah, pakai saja.” Balas Hangeng.

Setelahnya mereka berdua terdiam gugup. Berbicara berhadapan di koridor sepi seperti itu membuat mereka terlihat kaku.

“Sebaiknya kita pulang.” Kata Hangeng dan Heechul pun mengangguk.

“Han,” panggil Heechul padanya sebelum mereka benar-benar meninggalkan ruangan sepi tersebut.”Huh?” sahut Hangeng.

“Boleh—aku memberikan sesuatu lagi untukmu?” tanya Heechul. Hangeng belum menjawab tapi Heechul sudah meneruskan perkataannya,”Sebagai tanda terima kasih, karna kau memberikan topimu untukku.” Tambah Heechul.

Hangeng tersenyum kecil,”Ya. Aku akan menerimanya.” Jawab Hangeng.

Heechul tersenyum padanya. Ia agak ragu beberapa detik sebelum memberikan sesuatu itu untuk Hangeng. Dengan berani, Heechul menatap kedua mata Hangeng tanpa berkedip. Ia memajukan langkahnya dan membuat tubuh mereka semakin dekat. Kedua tangan Heechul melingkari leher Hangeng dan membuat wajah mereka berdua semakin dekat. Kedua bibir mereka saling bersentuhan—berciuman. Lama, hangat, dalam dan romantis.

Dengan mata terpejam, keduanya sungguh menikmati saat-saat romantis tersebut.

That’s their kiss. Their first kiss.

슈퍼 주니어

Title : This is a Confession

Author : DweeRae

Main cast : Hangeng/Heechul

Genre : Romance/teenlit/Shounen-ai

Rating : PG17

Lenght : oneshot

Warning : Random language

Setelah hadiah ciuman yang Heechul berikan pada Hangeng saat sepulang sekolah di koridor tadi. Mereka berdua berjalan bersama menuju rumah masing-masing. Walau beda rumah, tapi arah yang di tuju keduanya masih satu jalur. Heechul tidak memakai lagi topi yang Hangeng berikan, ia membiarkan cahaya siang berawan menyinarkan rambutnya yang hitam.

“Aku seperti orang bodoh! Aku melakukan hal yang melakukan tadi, maaf Han.” Ujar Heechul pada Hangeng di tengah perjalanan mereka. Hangeng hanya tersenyum kecil,”Terima kasih Hee.” Jawabnya dengan suara pelan namun Heechul masih bisa mendengar ucapan itu.

“Terima kasih untuk apa?”

Hangeng menghentikan langkahnya lalu memperhatikan Heechul yang juga menghentikan langkahnya. Mereka berpandangan.

“Tadi adalah—hadiah yang terindah, yang susah untuk di lupakan.” Jawab Hangeng.

Heechul memperhatikan name tag ‘HANGENG TAN’ yang terpasang di atas saku jas seragam pria itu,”Sudah tiga tahun, sejak kita menjadi teman sekelas—aku menyimpan hadiah itu untukmu.” Lirih Heechul.

Detak jantung Hangeng berdegup kencang mendengar ucapan itu. Mengartikan kalimat tadi dan menyimpulkannya.’Heechul menyimpan ciuman itu untukku? Sejak lama?’

Heechul menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang halus, ia menutup tawaan malunya, wajahnya pun memerah. Cantik.

“Berarti,” Hangeng menarik lembut kedua lengan Heecul dan bisa dengan jelas melihat betapa meronanya kedua pipi Heechul itu,”Berarti—sudah tiga tahun juga, sejak kita berada di kelas yang sama. aku—menunggu hadiah itu darimu.” Ujar Hangeng.

Angin seoul bulan februari ini sangat sejuk. Seperti hati keduanya, Hangeng dan Heechul. Sanga sejuk.

“Wo ai ni Hee.” Ungkap Hangeng setulus yang ia rasakan.

Heechul tersenyum pada pria itu dan membalas,“Saranghae Han.”

Mereka seperti orang asing selama beberapa tahun. Tapi hanya satu hari dan karna sebatang coklat lalu sebuah topi. Mereka menyatukan cinta yang telah lama tersimpah di buku hati.

슈퍼 주니어

END

[2012-02-01] DweeRae

credit all postesr as tagged.

 

Advertisements

Responses

  1. KyaaAaaaa kangen hanchul ff daebak author

  2. […] [ Story ] […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: