Posted by: blackcloudies | February 8, 2012

FF — Before Two Years

Title      : Before Two Years

Author : DweeRae

Genre    : FRIENDSHIP/Angst

Rating   : PG-13

Cast       : Heechul-centric, Super Junior

Disclaimer : This Fic is mine, The cast are belong to themselves.

Warning! Random scene.

Summary           : 2 tahun. sebelum pada akhirnya waktu 2 tahun itu tiba.

.

.

.

 

Aku ini seorang pria

Dewasa, dan normal.

Walau pada kenyataan, aku terlihat begitu  cantik di bandingkan dengan  wanita yang memoles wajah mereka dengan kuas kecantikan.

Aku

Tetap seorang pria bagaimanapun.

Yang suatu saat harus ikhlas menerima sebuah tantangan besar dalam hidup pria seperti aku –di Negara seperti tempat ku bertinggal ini.

.

.

.

Prolog-

Kim Heechul

Anggota nomer dua dari grup boyband Super Junior –yang telah mempunyai nama besar. Sedang di hadapkan pada sebuah keputusan yang akan mengubah hidupnya kelak.

“Jadi, kau serius Heechul-ssi?” tanya sang manager pada dirinya yang sedang duduk termenung memperhatikan secarik kertas yang tergeletak tepat di tengah meja yang berada di hadapannya. Heechul menangguk perlahan –raut wajahnya tidak berubah sedari tadi. Datar.

Sang manager berpasrah,”Hsh, ya sudah jika itu keputusan yang mau kau ambil. Aku hanya bisa mendukung sebisa ku.” ucapnya. Manager itu duduk di seberang meja Heechul, ia mengambil sebuah pena yang tersimpan di dalam jas kemeja hitamnya. Kemudian pena tersebut ia berikan kepada Heechul.

Heechul tersenyum kecil, lalu di raihnya pena tersebut.

“Ini keputusan yang rumit, dan aku telah memikirkannya matang-matang.” Ucapnya, ia menarik kertas yang tadi ada di hadapannya untuk memperdekat jarak pandangannya dari kertas tersebut.

“…Karna, suatu saat ‘kami’ semua juga akan mengalaminya bukan?” tambahnya.

Kim Heechul menyoretkan sesuatu pada sudut bawah kanan kertas itu.

Sebuah tanda tangan.

.

.

.

Ini malam yang dingin.

Kim Heechul dan kesembilan rekannya yang lain belum juga kunjung meng-istirahatkan tubuh dan fikiran mereka.

“Hey? Mengapa dorm ini sepertinya menjadi semakin sempit saja?” tanya Heechul pada kesembilan rekannya yang kini sedang memperhatikan dirinya sebagai object kesedihan akan sesuatu.

Heechul yang duduk di sebuah sofa hangat itu, tersenyum kecil. Satu persatu ia memperhatikan kesembilan member lain.

Pertama ia memperhatikan Sungmin yang sedang berdiri bersender dengan teman sekamarnya, Kyuhyun.”Jangan perhatikan aku seperti itu Kyu-Min!cih, kalian memang real couple huh?! Berikan fanservice yang terbaik saat di sushow mendatang.” ucapnya sedikit bergurau –ia tersenyum, namun hilang sesaat ketika dilihatnya Sungmin dan Kyuhyun tak membalas ucapan maupun senyumannya itu.

Di sebelah Kyuhyun dan Sungmin, Heechul melihat Shindong sedang duduk bersila di lantai dekat dengan jendela kaca dorm mereka. Shindong tidak memperhatikan Heechul langsung, ia memperhatikan pria cantik tersebut dari pantulan kaca.

“Donghee Ya! Shin Donghee, kau lemas sekali? tidurlah.” Ucap Heechul kepadanya. Sama seperti reaksi Kyuhyun dan Sungmin, Shindong-pun tidak membalas apapun.

“Seharusnya kau yang beristirahat Hyung.” Ucap Siwon yang terduduk di sofa seberangnya. Siwon tak berekspresi, berbeda dengan Heechul yang langsung menyahut perkataan Siwon barusan,”Engh, Siwonnie, kau tidak pulang?! Ya! Tumben melihatmu berada di dorm selarut ini?” tanyanya yang langsung mengarahkan pandangannya keseseorang lain,”Kau juga Jongwoon-ah, mengapa kau belum pulang? Ajhumma pasti menunggumu.” Tambahnya lagi pada Yesung.

“Heebongie-Hyung, ini…rumahku juga. Aku ingin beristirahat disini untuk malam ini.” Jawab Yesung.

“NO! sebelum kau pindah bersama keluargamu, dorm mu itu berada di lantai 11, bukan disini. Tsk.” Balas Heechul dengan pekikkan kecil.

Yesung menatap datar kebawah,”Bukan rumah dalam artian sebuah materi Hyung, tapi rumah dalam artian sesuatu yang –tidak bisa di lihat tapi bisa di rasakan kehangatannya.” Ujar Yesung.

“Ck, Jongwoon-ah kau puitis sekali.”

Heechul menyenderkan bahunya pada sandaran sofa, lalu sepasang lengan memeluk lehernya dari belakang. Mengahangatkannya.

“Jaga dirimu Hyung.” Ucap pria yang memeluknya, sedikit terisak karena pria itu tak mampu menahan air matanya,”Kau harus sehat selama di sana.” Tambahnya.

Heechul tersenyum kecil,”Terimakasih Donghae-ah.” Jawab Heechul dengan lirih.

Donghae melepaskan kedua lengannya yang memeluk erat leher Heechul.

“Kau…” suara sedih lain terdengar, Heechul memperhatikan kesumber suara tersebut.

“…Kau harus kembali dengan selamat. Kau, harus kembali bersama Super Junior. Makan yang banyak dan perhatikan kondisi tubuhmu selalu.” Tambah pria yang paling imut di keluarga Super Junior.

Heechul menghela nafas, tersenyum kecil –lagi.

“Aku akan merindukan masakanmu Ryeowook-ah.” Katanya.

Ryeowook mulai memasuki alam kesedihannya. Gelinangan air mata tidak bisa menipu dan ia menyadarinya itu,”Maaf, aku… terlalu cengeng jika…menyangkut soal kepergian seperti ini.” Ucapnya agak terbata.

“Jangan pergi Hyung…” Eunhyuk tidak kalah bersedih, air mata sudah membasahi pipinya. Dengan nafas yang tak terkontrol karena perasaan sesak, Eunhyuk berusaha mengatakan sesuatu.

“J-jang-an…jangan s-sekarang Hyung!” ucapnya dengan kedua mata memerah. Ia menunduk.

“Kalau bukan sekarang, lalu kapan?…” Balas Heechul dengan serius kali ini.

“…Aku, kita ini memang public figure, tapi…aku, kita juga seorang manusia biasa. Aku masih mempunyai angan-angan untuk masa depan ku sendiri.” tambah Heechul dengan bijak.

Semua member mencerna ucapan Heechul.

“Melanjutkan karir bersama Super Junior, dan berkarya sendiri, menikah, mempunyai keluarga kecil. Itu masa depanku. Kalau, aku menunda kepergian wajib militer ku, lalu aku harus mengambil tugas Negara itu kapan? Apa menunggu aku harus menjadi semakin tua. Tsk.” Heechul tersenyum datar.

“We love you.” Lirih Kyuhyun dengan nada kecil.

Eunhyuk menyeka air matanya, berjalan perlahan mendekati Heechul.”Kami –mengerti. Kami akan selalu mendukungmu. Dan, kami akan berada di sini jika kau kembali nanti.” Ucapnya.

“I love you all.” Balas Heechul untuk semua member.

.

.

.

Masih gelap namun hari sudah berganti seperti takdirnya.

Heechul tidak nyenyak tidur, ia terbangun dari mimpi amat singkatnya tersebut.

Bukan karena para member lain yang berada di luar kamar nya –yang tidak tidur semalaman karena kesedihan.

Bukan karena rasa gugup dan khawatir-nya akan bayang-bayang dunia kemiliteran.

Bukan karena memikirkan masa depan Super Junior tanpa dirinya –yang selalu ia cemaskan.

Tapi, karena sesuatu kenangan yang ia ingat sebelum dirinya benar-benar akan memasuki dunia yang berbeda –selama 2 tahun nanti.

Heechul duduk di ranjangnya, memperhatikan kesegala penjuru ruangan kamar. Banyak yang ia perhatikan, dari mulai beberapa award yang terpajang di dinding, di atas meja, di bawah lantai kamar sekalipun. Kemudian beberapa figura juga tak luput dari pandangannya.

Dari Twins, Miracle, U, Don’t don, Marry U, Sorry sorry, Bonamana, No other, Mr Simple.

Dari 12 menjadi 13, 13 dan 13.

Hingga berubah menjadi 12, 11, lalu 10.

Dan, 10 akan tergeser untuk sementara menjadi 9.

Heechul mendekati kesalah satu figura yang terpampang di dekat lemari pakaiannya. Figura yang bergambarkan ia dan member lain dalam ‘Sorry sorry’

“Semua masih lengkap.” Ucapnya seorang diri.

Tangan cantiknya di gerakaan, seperti melukiskan sesuatu pada figura tersebut.

‘Bo Go Shi Pho Yo’

5 huruf hangul yang ia lukiskan seakan mencerminkan perasaan rindunya pada suasana  tersebut.

‘Kangin-ah, apa kita bisa bertemu di sana? Kau, akan pulang tapi aku akan berada di sana. Selama 2 tahun nanti seperti dirimu.’

‘Kibum-ah, aku tidak tahu dengan keputusan dari kau sendiri ataupun dari pihak lain hingga membuatmu menunda kembali bersama kami. Tapi, percayalah…apapun yang menjadi prioritasmu, Hyung dan yang lainnya akan selalu mendukungmu. Semoga kau sukses.’

Heechul memperhatikan gambar member terakhir yang ia sangat rindukan. Yang mungkin sulit untuk bertemu dirinya lagi.

“Han…” sebuah nama terpanggil olehnya.

‘…Kau, sahabat yang baik. Patner yang hebat. Tsk, bahkan kita menjadi salah satu couple di Super Junior. Han, senang bisa mengajarkan banyak hal baru kepadamu, melakukan kegiatan bersama, bercerita denganmu. Dan, aku merindukannya –merindukan suasana itu. merindukanmu.’

Heechul tertunduk sedih.

.

.

.

.

.

Epilogue-

Heechul berdiri tengah dorm. Ia telah rapi dengan t-shirt putih yang di balut jas hitam dan celana panjang hitam, di tambah sebuah topi yang bertuliskan huruf berwarna biru terang.

Ia memandangi sekeliling isi dorm tersebut.

Memperhatikan semua benda yang menyimpan banyak kenangan atas dirinya dan Super Junior.

“I’ll go, and back safely.” Lirihnya.

“Kami akan menunggumu, Heechul-ah.” Suara ramah dari seseorang menenangkan perasaan gugup Heechul. Ia menoleh kesumber arah, dan melihat seseorang yang Heechul percayai sebagai ‘Malaikat tanpa sayap yang berpijak pada bumi’

“Leeteuk-Hyung…” sapanya.

Leeteuk berjalan mendekati Heechul, memberinya senyuman. Dan spirit tentunya.

“Teuki, maaf. Aku jarang membantumu untuk mengurusi semua dongsaeng kita. Kadang aku juga selalu merepotkanmu, sorry.” Ucap Leeteuk.

“Eng? Lalu?” tanya Leeteuk seakan meminta ucapan selanjutnya.

“Dan, aku sungguh-sungguh berjanji, setelah dua tahun berada di sana. Aku, Kim Heechul –akan menjadi Hyung yang lebih baik lagi untuk dongsaeng kita.” Jawabnya.

Leeteuk tersenyum dan membiarkan lesung pipitnya terlihat begitu indah.”Tsk, asalkan kau sehat berada di sana, dan kembali bersama Super Junior lagi, itu sudah cukup.” Ucap Leeteuk.

“Teuki…”

“Aisshh, aku akan merindukan 83 lines.” Leeteuk mengacak-acak rambutnya sendiri.

Heechul memeluk Leeteuk, erat.”Ini bukan perpisahan. Bukan sama sekali.” ujar Leeteuk pelan.

Heechul melepas pelukan singkat barusan, dan menyeka air mata keringnya. Ia tersenyum.

“Tunggu aku. 2 tahun lagi.”

.

.

.

End-

Dedicated :: / SUPER JUNIOR – Heechul

E.L.F

[2011-09-02]

@DweeRae

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: